Terbit: 9 June 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Melahirkan normal mungkin merupakan dambaan setiap ibu hamil. Lantas, apa saja yang harus dilakukan supaya keinginan ini terwujud? Ketahui berbagai cara untuk melahirkan normal, mulai dari prosedur hingga tipsnya berikut ini.

Mengenal Cara Melahirkan Normal, Mulai dari Prosedur hingga Tipsnya

Siapa Saja yang Boleh Melahirkan Normal?

Pada dasarnya, istilah melahirkan normal merujuk pada proses persalinan yang dilakukan melalui vagina. Meski sama-sama membutuhkan penanganan medis, cara melahirkan bayi melalui vagina ini jauh lebih sederhana dibandingkan cara persalinan lainnya.

Meskipun tidak ada cara melahirkan normal yang pasti, beberapa tindakan tertentu dapat meningkatkan peluang Anda untuk melahirkan sehat dan alami.

Meski tidak selalu akurat, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan peluang Anda untuk melahirkan normal:

  • Pernah menjalani persalinan normal pada kehamilan sebelumnya.
  • Tidak memiliki masalah kesehatan mendasar (seperti asma) yang dapat memperburuk selama kehamilan dan persalinan.
  • Berat badan ideal.
  • Kehamilan sehat tanpa komplikasi.
  • Anda aktif secara fisik selama kehamilan. Semakin bugar secara fisik, semakin tinggi kemungkinan kelahiran normal.
  • Kondisi fisiologis seperti tekanan darah, gula darah, dan hemoglobin yang terkendali.

Sementara itu, beberapa kondisi yang mengurangi kemungkinan seorang ibu tidak bisa melahirkan normal, antara lain:

  • Usia lebih dari 35 tahun.
  • Mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba saat hamil.
  • Pernah menjalani operasi operasi caesar sebelumnya.
  • Memiliki riwayat kondisi medis seperti diabetes, preeklamsia, atau masalah pembekuan darah.
  • Mengandung lebih dari satu janin.
  • Memiliki komplikasi tertentu selama kehamilan, seperti hambatan pertumbuhan janin atau masalah dengan plasenta.
  • Panggul sempit (cephalopelvic disproportion).
  • Janin lemah (fetal distress).
  • Kehamilan letak lintang. 
  • Ibu memiliki mata minus yang berisiko terjadi lepasnya retina saat mengejan (ablasio retina).
  • Ibu memiliki kelainan jantung (gangguan katup jantung, kelainan jantung bawaan).
  • Riwayat asma yang sering kambuh saat hamil.
  • Ibu mengalami anemia selama hamil.

Pada kebanyakan kasus, beberapa kondisi di atas membutuhkan prosedur caesar.

Baca JugaIni Dia Perbedaan Persalinan Normal dan Persalinan Spontan

Persiapan Melahirkan Normal

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum Anda memilih cara melahirkan normal, di antaranya:

  • Membuat rencana kelahiran. Konsultasi dengan dokter kandungan diperlukan tentang waktu yang tepat untuk persalinan. Meski begitu, rencana waktu kelahiran jarang sama persis seperti perkiraan.
  • Mengemas pakaian. Karena waktu kelahiran jarang terjadi persis sesuai perkiraan dan bisa terjadi kapan pun, Anda harus mempersiapkan pakaian ganti ketika menginap di rumah sakit.
  • Membaca informasi mengenai berbagai posisi melahirkan normal.
  • Membaca teknik menyusui karena kemungkinan besar Anda dapat langsung menyusui setelah melahirkan.
  • Mengetahui tanda-tanda melahirkan sehingga Anda akan tahu kapan bayi akan keluar.

Prosedur dan Cara Melahirkan Normal

Perlu diketahui bahwa proses persalinan normal yang dialami oleh ibu hamil berbeda-beda. Namun, pada dasarnya terdapat tiga tahapan yang akan dilalui, yaitu:

Tahap Pertama: Fase Awal dan Fase Aktif

Tahap pertama adalah yang terpanjang dari tiga tahapan melahirkan normal. Tahapan ini sendiri juga dibagi menjadi dua, yaitu fase awal dan fase aktif.

Fase Awal

Selama fase ini, serviks akan membesar hingga muncul kontraksi ringan yang tidak teratur. Fase ini tidak bisa diprediksi berlangsung berapa lama, bisa dalam hitungan jam atau sampai berganti hari.

Bagi banyak wanita mengungkapkan bahwa fase ini menimbulkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, cobalah untuk tetap santai. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, yaitu:

  • Jalan-jalan.
  • Mandi.
  • Mendengarkan musik.
  • Teknik pernapasan atau relaksasi yang diajarkan di kelas persalinan.
  • Mengubah posisi tidur.

Fase Aktif

Selama fase ini kontraksi akan lebih kuat dan teratur. Selain itu, kaki akan terasa kram dan peningkatan rasa mual. Kondisi ini juga membuat serviks akan melebar sekitar satu sentimeter per jam.

Cobalah teknik pernapasan dan relaksasi untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang semakin menguat. Gunakan apa yang Anda pelajari di kelas persalinan atau minta saran tenaga medis.

Bagian terakhir dari fase aktif adalah fase transisi, di mana kontraksi menjadi sangat intens dan menyakitkan. Tekanan pada punggung bawah dan bagian dubur akan semakin meningkat. Fase ini transisi biasanya berlangsung 15 hingga 60 menit.

Tahap Kedua: Kelahiran Bayi

Ini adalah tahap di mana Anda mendorong janin keluar dari tubuh. Waktu yang dibutuhkan setiap wanita untuk melewati fase ini berbeda-beda, ada yang dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Ikuti instruksi yang diberikan oleh tenaga medis saat memasuki fase ini. Biasanya, Anda disarankan mengejan untuk membantu mendorong bayi. Meski begitu, rasa ingin mengejan biasanya akan muncul dengan sendirinya.

Jika posisi bayi masih jauh dari bawah panggul, seorang wanita tidak akan merasakan keinginan untuk mengejan. Agar tetap termotivasi, Anda mungkin diminta untuk merasakan kepala bayi di antara kaki atau melihatnya di cermin.

Dengan dorongan yang tepat, kepala bayi akan keluar hingga seluruhnya. Setelah keluar, bagian tubuh bayi lainnya segera menyusul. Setelah itu, dokter akan memotong tali pusat dan membersihkan jalur pernapasannya.

Tahap Ketiga: Mengeluarkan Plasenta

Setelah bayi lahir, Anda mungkin akan merasakan kelegaan luar biasa. Anda bisa menggendongnya di lengan atau menaruhnya di dada. Meski bayi sudah keluar dari tubuh, Anda masih harus mengeluarkan plasenta dari rahim.

Plasenta biasanya akan keluar dalam 5 hingga 30 menit, tetapi proses keseluruhannya dapat berlangsung 1 jam.

Setelah plasenta keluar, dokter akan menjahit luka robekan jalan lahir. Sebelum proses menjahit dilakukan, Anda akan diberi suntikan obat bius lokal untuk mengurangi nyeri.

Setiap fragmen yang tersisa harus dikeluarkan dari rahim untuk mencegah perdarahan dan infeksi.

Baca JugaBenarkah Ibu Bermata Minus Tidak Boleh Melahirkan Normal?

Manfaat Melahirkan Normal

Cara melahirkan normal membuat wanita lebih berdaya selama proses persalinan. Berikut adalah berbagai manfaat yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Memperkuat ikatan antara bayi dan ibu.
  • Lebih mudah untuk menyusui.
  • Dibanding prosedur caesar, melahirkan normal membuat tubuh ibu lebih cepat pulih.
  • Waktu rawat inap yang lebih singkat dibanding operasi caesar.
  • Menurunkan kemungkinan masalah paru-paru pada anak.
  • Meningkatkan sistem kekebalan bayi.

Risiko Lahiran Normal

Seperti halnya keputusan yang berhubungan dengan kondisi tubuh, cara melahirkan bayi normal memiliki sejumlah risiko. Berikut ini beberapa risiko yang harus dipertimbangkan, di antaranya:

  • Beberapa wanita mengatakan rasa sakitnya jauh lebih kuat dari yang diperkirakan.
  • Jika detak jantung janin menurun, Anda mungkin memerlukan anestesi umum karena kemungkinan kondisi ini bisa mengharuskan Anda untuk menjalani operasi caesar.
  • Anda mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi. Kondisi ini bisa terjadi jika jarak tempat tinggal dan rumah sakit sangat jauh.
  • Risiko komplikasi yang bisa terjadi, antara lain prolaps tali pusat, bayi terlilit tali pusat, dan persalinan memanjang (tidak maju).

Pemulihan Setelah Melahirkan Normal

Enam minggu pertama pascakelahiran dianggap sebagai periode pemulihan. Pada masa ini, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Pendarahan vagina.
  • Kram.
  • Kelelahan.
  • Ketidaknyamanan perineum.
  • Sulit buang air kecil.
  • Sulit buang air besar.
  • Rasa sakit yang berlebihan.

Selain masalah fisik, minggu-minggu pertama setelah kelahiran Anda mungkin mengalami baby blues, kewalahan, atau frustasi. Cobalah untuk bertahan karena seiring berjalannya waktu, gejalanya akan surut. Setelah itu, ikatan emosional antara bayi dan orang tua akan tercipta.

Namun, jika Anda mengalami gejala depresi pascapersalinan seperti perasaan putus asa, masalah tidur, kehilangan nafsu makan, lekas marah, penarikan sosial, khawatir berlebihan, dan kebencian pada bayi Anda, segera bicarakan dengan dokter.

Baca JugaBisakah Melahirkan Normal Pasca Operasi Caesar?

Tips Melahirkan Normal dengan Nyaman dan Lancar

Terdapat banyak cara melahirkan bayi normal dengan nyaman yang bisa Anda lakukan. Namun, sebagian besar cara ini dilakukan sebelum kontraksi terjadi.

Berikut adalah beberapa hal yang harus menjadi perhatian, di antaranya:

1. Dapatkan Informasi Sebanyak-banyaknya

Meski terdapat beberapa tes yang penting dijalani oleh ibu hamil, tetapi banyak juga tes yang sifatnya opsional.

Setiap kali tes atau prosedur direkomendasikan oleh tenaga medis, tanyakan mengapa Anda membutuhkannya, apakah itu akan meningkatkan kesehatan atau apakah Anda akan baik-baik saja tanpanya.

Akan tetapi, jika dokter atau bidan memberikan alasan kuat mengapa perlu intervensi tertentu, Anda harus mengikutinya.

2. Memilih Tempat Melahirkan yang Tepat

Selain mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai cara melahirkan normal, pastikan juga untuk mencari tempat bersalin yang aman.

Pertimbangkan dengan matang, terutama bagi Anda yang memiliki komplikasi kesehatan yang berisiko tinggi. Kondisi ini membutuhkan intervensi tertentu (seperti operasi caesar) untuk membuat kelahiran lebih aman bagi ibu atau bayi.

Oleh karena itu, pilihlah tempat melahirkan yang mampu mengatasi kondisi-kondisi gawat darurat.

3. Jaga Berat Badan Ideal

Cara melahirkan normal bisa berlangsung lancar jika Anda menjaga berat badan tetap ideal. Persalinan cenderung berjalan lebih lancar untuk wanita yang tidak kelebihan berat badan. Berat badan ideal juga menurunkan risiko komplikasi.

4. Mempersiapkan Kondisi Fisik dan Mental

Lahiran normal adalah sesuatu yang alami terjadi. Namun, peristiwa ini harus dipersiapkan dengan matang, baik dari segi fisik maupun mental ibu hamil.

Pasalnya, tidak semua ibu hamil yakin mengenai apakah dirinya bisa melakukan hal ini. Oleh karena itu, persiapan mental untuk melahirkan bayi normal juga harus diperhatikan.

Baca Juga12 Macam Posisi yang Bisa Dicoba saat Melahirkan Normal

5. Mengelola Stres

Muncul stres saat hamil adalah sesuatu yang wajar. Namun, jika Anda ingin melakukan persalinan normal, stres atau kecemasan dapat mengubah proses persalinan menjadi mimpi buruk.

Cobalah segala bentuk meditasi yang membantu Anda merasa nyaman. Anda bisa membaca muku, mendengarkan musik, bahkan menghindari situasi atau orang yang memicu perasaan negatif.

Jauhi juga cerita-cerita menakutkan soal operasi caesar atau komplikasi kehamilan lainnya. Lebih baik, Anda memfokuskan pada cerita-cerita sukses bagaimana seorang ibu melewati persalinan dengan nyaman.

6. Perhatikan Asupan Makanan

Konsumsi makanan sehat adalah satu cara terbaik bagi seorang wanita untuk mendapatkan kelahiran yang lancar dan sehat. Jika hendak melahirkan normal, perbanyaklah asupan protein dan sayuran berdaun hijau.

Sebaliknya, kurangi asupan gula. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kondisi terkait kehamilan dan memaksimalkan kesehatan.

7. Jaga Tubuh Tetap Bugar

Tetap aktif selama kehamilan dapat mencegah berat badan naik berlebihan, meningkatkan stamina, dan meningkatkan mood. Semua hal ini dapat mendukung persalinan normal.

Beberapa aktivitas yang aman untuk dilakukan agar tubuh tetap bugar, yaitu berjalan, berenang, atau yoga.

8. Mengikuti Kelas Prenatal

Selain informasi dari dokter kandungan atau bidan, informasi mengenai kehamilan dan persalinan bisa didapatkan di kelas prenatal. Mengikuti kelas prenatal memberi Anda kesempatan untuk bertemu ibu hamil lainnya sehingga Anda bisa berbagi pengalaman.

9. Dapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Cara melahirkan normal juga bisa diupayakan dengan mendapatkan istirahat yang cukup. Tidak hanya menjaga kesehatan ibu, hal ini juga dapat mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

10. Membangun Sistem Pendukung yang Kuat

Cara melahirkan normal bisa menimbulkan kecemasan pada sebagian ibu hamil. Hal ini mungkin akan sulit untuk dihadapi sendirian.

Oleh karena itu, mintalah dukungan dari pasangan, orang tua, dan teman dekat. Cara ini bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa takut tentang persalinan normal.

Baca JugaPersalinan ERACS, Operasi Sesar yang Tidak Sakit

11. Pijat Area Perineum Secara Teratur

Anda dapat mulai melakukan pijatan perineum setelah memasuki bulan ketujuh. Pijatan ini dapat membantu menangani persalinan dan mengelola stres.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

  • Olesi jempol dengan minyak yang lembut di kulit.
  • Posisikan jempol sekitar 2-3 cm di dalam vagina.
  • Tekan bagian dalam vagina dengan lembut ke arah dubur dan bagian samping vagina.

Selain itu, pijatan lembut yang membentuk huruf U pada area vagina bagian bawah juga bisa dilakukan. Lakukan gerakan ini selama 2 menit, Jika muncul perasaan tidak nyaman, segera hentikan.

12. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Saat hamil, tubuh membutuhkan asupan cairan ekstra agar tetap terhidrasi. Asupan air penting untuk mendapatkan energi. Selain air putih, Anda juga dapat mengonsumsi jus untuk menjaga asupan cairan tubuh.

Itulah penjelasan seputar cara melahirkan normal yang sebaiknya diketahui. Sebelum merencanakan proses persalinan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi adanya masalah pada kehamilan.

 

  1. Brown, Maressa. 2021. ‘Natural’ Birth Without Pain Medication. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/natural-birth/. (Diakses pada 14 Juli 2023).
  2. de Bellefonds, Colleen. 2021. Giving Birth by Vaginal Delivery. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/vaginal-birth/. (Diakses pada 14 Juli 2023).
  3. Malachi, Rebecca. 2023. 20 Tips And 4 Exercises For A Normal Delivery https://www.momjunction.com/articles/tips-for-having-a-normal-delivery_00384250/#gref. (Diakses pada 14 Juli 2023).
  4. Mayo Clinic Staff. 2022. Stages of Labor and Birth: Baby, It’s Time! https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545. (Diakses pada 14 Juli 2023).
  5. Thorkelson, Berit. Carrie Murphy. Jeanne Faulkne. 2023. Tips for a Non-Medicated, Low-Intervention ‘Natural’ Birth. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/vaginal/dos-and-donts-of-natural-childbirth/. (Diakses pada 14 Juli 2023).
  6. van de Geyn, Lisa. 2023. 10 Ways to Make Your Labour and Delivery Easier (Yes, It’s Possible). https://www.todaysparent.com/pregnancy/giving-birth/6-ways-to-make-your-labour-and-delivery-easier-yes-its-possible/. (Diakses pada 14 Juli 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi