Terbit: 9 August 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Pada proses persalinan normal, bayi akan keluar terlebih dahulu sebelum tali pusat. Namun, ada sejumlah kondisi yang menyebabkan tali pusat keluar terlebih dahulu sebelum bayi. Kondisi ini disebut prolaps tali pusat. Simak lebih jauh dalam ulasan berikut.

Prolaps Tali Pusat: Gejala, Penyebab, hingga Penanganan

Apa itu Prolaps Tali Pusat?

Prolaps tali pusat adalah kondisi ketika tali pusat turun (prolaps) mendahului bayi sehingga dapat menutup jalan lahir dan berujung pada tali pusat yang keluar terlebih dahulu sebelum bayi pada proses persalinan.

Penurunan tali pusat dapat terjadi sebelum atau selama kelahiran bayi. Kondisi ini termasuk jarang, mengingat hanya dilaporkan pada sekitar 0,16%-0,18% atau sekitar satu dari setiap 300 kelahiran.

Secara umum, ada 3 jenis prolaps tali pusat, di antaranya:

  • Overt umbilical prolapse: Kondisi ketika tali pusat masuk melalui leher rahim, masuk ke dalam vagina setelah ketuban pecah, lalu memasuki jalan lahir.
  • Funic presentation: Kondisi ini terjadi ketika tali pusat bergerak ke posisi antara bayi dengan selaput yang masih utuh.
  • Occult cord prolapse: Ini terjadi ketika tali pusat berada di samping bayi, tetapi tidak terdeteksi oleh dokter.

Gejala yang Dapat Terjadi

Secara umum, gejala prolaps tali pusat dapat muncul segera setelah ketuban pecah. Menurut sebuah studi, sebanyak 57 persen prolaps terjadi dalam waktu 5 menit setelah ketuban pecah. Sementara itu, sekitar 67 persen terjadi dalam waktu 1 jam setelah ketuban pecah.

Jika bumil mengalaminya di rumah, gejala yang dapat muncul berupa tali pusat yang terasa di dalam vagina setelah air ketuban pecah.

Sementara itu, jika tali pusat yang turun terjadi di rumah sakit, tenaga medis kemungkinan akan mendeteksinya melalui pemeriksaan manual. Caranya adalah dengan merasakan tali pusat tersebut melalui pemeriksaan dalam atau memeriksa jika bayi memiliki detak jantung yang tidak normal.

Baca Juga: Gairah Seksual Wanita Meningkat Saat Hamil, Normalkah?

Penyebab Prolaps Tali Pusat

Perlu Anda ketahui, tali pusat adalah tali berbentuk tabung dan fleksibel yang menghubungkan ibu dengan bayi selama kehamilan. Tali ini akan menyalurkan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil kepada bayi di dalam kandungan.

Secara umum, kejadian penurunan tali pusat dapat meningkat pada berbagai kondisi berikut:

  • Ketuban pecah sebelum waktunya.
  • Persalinan prematur.
  • Kehamilan ganda.
  • Kelebihan cairan ketuban (polihidramnion).
  • Malpresentasi janin (sungsang).

Dampak Prolaps Tali Pusat Terhadap Kehamilan

Meskipun penurunan tali pusat termasuk kondisi yang jarang terjadi, tetapi kondisi ini akan berpotensi fatal terhadap kehamilan.

Ketika terjadi selama persalinan, tali pusat yang mengalami penurunan dapat tertekan di antara janin dan serviks. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan bayi kekurangan oksigen. Lama-kelamaan, asupan oksigen yang kurang bisa mengakibatkan kematian pada bayi yang baru lahir.

Perlu Anda ketahui, bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah lebih berisiko dua kali lipat mengalami kematian akibat kondisi ini.

Cara Menangani Prolaps Tali Pusat

Tali pusat yang mengalami prolaps termasuk kondisi darurat medis sehingga membutuhkan penanganan segera. Jika Anda merasakan tali pusat yang keluar dari vagina, segera hubungi ambulans atau langsung pergi ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Penting untuk Anda ketahui, jika kondisi ini menimpa, proses persalinan harus segera dilakukan. Dokter akan melakukan operasi caesar jika terjadi penurunan tali pusat.

Selain itu, meskipun jarang terjadi, persalinan pervaginam atau persalinan normal dapat dilakukan agar proses pengeluaran bayi lebih cepat.

Baca Juga: Mengenal Kehamilan Aterm dan Manfaatnya

Dokter akan melepaskan tekanan dari tali pusat melalui beberapa cara, seperti:

  • Memasukkan dua jari ke dalam vagina secara manual, lalu mengangkat bayi yang menekan tali pusat sehingga posisi bayi tidak di bawahnya.
  • Mengisi kandung kemih Anda dengan cairan saline sebanyak 500-700 cc.

Itu dia beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui tentang prolaps tali pusat. Mengetahui bahaya yang dapat menimpa, kenali tanda-tandanya dan segera hubungi tenaga medis jika mencurigai adanya kondisi ini. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Anonim. Umbilical Cord Prolapse. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12345-umbilical-cord-prolapse. (Diakses pada 8 Agustus 2022).
  2. Anonim. Umbilical Cord Prolapse (Green-top Guideline No. 50). https://www.rcog.org.uk/guidance/browse-all-guidance/green-top-guidelines/umbilical-cord-prolapse-green-top-guideline-no-50/#. (Diakses pada 8 Agustus 2022).
  3. Lewis, Rhona. 2022. What Is Umbilical Cord Prolapse and What Does It Mean for Your Baby? https://www.healthline.com/health/pregnancy/umbilical-cord-prolapse#. (Diakses pada 8 Agustus 2022).

 


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi