Terbit: 21 April 2022 | Diperbarui: 28 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Adas manis adalah tanaman herbal yang kerap kali digunakan menambah cita rasa pada makanan dan minuman. Herbal ini juga terkenal sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Ketahui manfaat, efek samping, dan dosis aman penggunaan adas manis dalam ulasan berikut!

Adas Manis: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis Penggunaan

Manfaat Adas Manis untuk Kesehatan

Adas manis atau Pimpinella anisum sering kali digunakan untuk menambah cita rasa masakan. Namun, rempah yang satu ini juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan tertentu.

Pada dasarnya, herbal ini memiliki khasiat yang cukup beragam bagi kesehatan. Hal ini tak lepas dari berbagai kandungan nutrisi di dalamnya, salah satunya adalah zat besi.

Berikut ini adalah sejumlah manfaat adas manis yang sayang untuk Anda lewatkan:

1. Mengatasi gangguan pencernaan

Manfaat adas manis untuk mengatasi gangguan pencernaan (dyspepsia) telah dibuktikan oleh berbagai  penelitian.

Penelitian menunjukkan, konsumsi bubuk adas manis setiap hari selama 4 minggu mampu mengurangi ketidaknyamanan perut, kembung, dan nyeri setelah makan pada orang yang mengalami gangguan pencernaan setelah makan.

2. Mengurangi gejala depresi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji rempah ini menimbulkan efek antidepresan terhadap tikus. Efek ini sama efektifnya dengan obat resep umum untuk mengatasi depresi.

Sementara itu, penelitian terhadap manusia juga menunjukkan hasil yang serupa. Menurut sebuah penelitian lain, konsumsi adas manis tiga kali sehari efektif mengurangi gejala depresi pascapersalinan.

Jadi, baik pada hewan maupun manusia, penelitian menemukan bahwa manfaat adas manis dapat membantu mengatasi gejala depresi. Kemungkinan efeknya sama dengan beberapa jenis antidepresan.

Baca JugaPotensi Manfaat Qusthul Hindi Sebagai Obat Herbal

3. Menurunkan risiko mag

Sakit mag (radang lambung) dan tukak lambung menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pencernaan, mual, dan sensasi terbakar di dada.

Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa biji rempah ini dapat membantu mencegah sakit mag dan mengurangi gejalanya.

Namun, penelitian mengenai manfaat biji adas manis untuk mengatasi mag masih sangat terbatas sehingga memerlukan penelitian lain.

4. Mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur

Menurut penelitian yang melibatkan tabung reaksi, biji dan minyak esensial adas manis sangat efektif dalam melawan jenis jamur tertentu, termasuk ragi dan dermatofita. Keduanya adalah sejenis jamur yang dapat menyebabkan penyakit kulit.

Manfaat adas manis tersebut diketahui berasal dari kandungan anethole, yaitu bahan aktif dalam biji tanaman. Kandungan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Meski begitu, perlu penelitian lanjutan untuk memvalidasi khasiat yang satu ini.

5. Mengurangi gejala menopause

Manfaat adas manis juga baik untuk wanita dalam fase menopause. Menopause terjadi ketika produksi hormon reproduksi (estrogen) pada wanita berkurang akibat pertambahan usia.

Pada fase ini, wanita akan berhenti mengalami menstruasi. Selain itu, gejala yang dapat terjadi, yaitu kelelahan, kulit kering, dan hot flashes (rasa panas yang datang tiba-tiba).

Melansir Healthline, biji tanaman ini kemungkinan dapat meniru estrogen dalam tubuh. Estrogen adalah hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, terutama dalam kesehatan reproduksi wanita.

Efek estrogen dari biji adas tersebut dapat membantu mengurangi gejala menopause.

Meskipun menjanjikan, masih perlu penelitian mengenai bagaimana biji adas dapat mengatasi gejala menopause.

6. Menjaga kadar gula darah

Menurut berbagai penelitian, kombinasi adas manis dengan diet sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Khasiat ini hadir berkat bahan aktif di dalamnya, yaitu anethole.

Namun demikian, penelitian yang menunjukkan khasiat tersebut baru dilakukan terhadap tikus. Oleh sebab itu, masih perlu penelitian terhadap manusia.

Namun, melansir WebMd, terdapat penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi bubuk biji rempah ini setiap hari selama 2 bulan dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Diabetes terjadi ketika kadar gula dalam darah tinggi. Kondisi ini akan berakibat pada masalah kesehatan lain.

7. Mengurangi peradangan

Peradangan tidak selalu buruk. Hal ini merupakan respons alami tubuh ketika terdapat infeksi, trauma, dan stres.

Namun jika terjadi terus-menerus, peradangan dapat memicu berbagai penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

Sebuah studi  menemukan bahwa ekstrak tanaman ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Antioksidan akan membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.

Selain itu, terdapat penelitian pada hewan dan tabung reaksi yang menunjukkan bahwa biji adas manis dapat mengurangi peradangan.

Baca Juga10 Manfaat Rempah-Rempah Berdasarkan Jenisnya (Lengkap)

Waspadai Efek Samping Ini

Meski umumnya aman, tetap waspadai kemungkinan efek samping adas manis. Apalagi jika Anda memiliki alergi terhadap tanaman dari keluarga yang sama, seperti seledri dan peterseli.

Pada umumnya, berbagai gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Hipersensitif.
  • Sakit perut.
  • Edema paru.
  • Dermatitis.

Dosis Penggunaan Adas Manis yang Aman

Anda dapat menggunakan adas manis dalam bentuk ekstrak, biji, minyak, dan bubuk.

Umumnya, penggunaan rempah ini adalah sebanyak 4–13 gram atau 5–15 ml dalam bentuk biji minyak, atau ekstrak.

Di samping itu, penelitian menemukan bahwa penggunaan adas manis mulai dari 600 mg hingga 9 gram setiap hari telah terbukti efektif dalam pengobatan kondisi seperti depresi.

Sementara itu, dosis untuk mengatasi gangguan pencernaan yang efektif menurut studi, yaitu 9 gram bubuk setiap hari selama 4 minggu.

Agar memperoleh manfaat adas manis untuk kesehatan secara optimal, gunakan dengan takaran yang bijak dan jangan berlebihan. Bila masih ragu, konsultasikan kepada dokter terkait penggunaan herbal ini sesuai kondisi Anda.

 

  1. Anonim. Anise – Uses, Side Effects, and More. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-582/anise. (Diakses pada 21 April 2022).
  2. Anonim. Menopause. https://www.nhs.uk/conditions/menopause/. (Diakses pada 21 April 2022).
  3. Anonim. What is Diabetes? https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/what-is-diabetes. (Diakses pada 21 April 2022).
  4. Ghoshegir, Ashraffodin, S., dkk. 2015. Pimpinella Anisum in the Treatment of Functional Dyspepsia: A Double-Blind, Randomized Clinical Trial. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4354059/. (Diakses pada 21 April 2022).
  5. Link, Rachael. 2018. 7 Health Benefits and Uses of Anise Seed. https://www.healthline.com/nutrition/anise. (Diakses pada 21 April 2022).
  6. Nichols, Hannah. 2020. Everything You Need to Know About Estrogen. https://www.medicalnewstoday.com/articles/277177. (Diakses pada 21 April 2022).
  7. Shahamat, Zahra., dkk. 2006. Evaluation of Antidepressant-Like Effects of Aqueous And Ethanolic Extracts of Pimpinella Anisum Fruit In Mice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4930539/. (Diakses pada 21 April 2022).
  8. Shojaii, Asie. & Fard, Mehri Abdollahi. Review of Pharmacological Properties and Chemical Constituents of Pimpinella Anisum. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3405664/. (Diakses pada 21 April 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi