Terbit: 22 February 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Selain obat-obatan medis, aneka herbal juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan. Salah satunya qusthul hindi yang sejak lama digunakan sebagai obat tradisional berbagai penyakit. Manfaat qusthul hindi sangat beragam, walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih dalam untuk membuktikannya secara ilmiah.

Potensi Manfaat Qusthul Hindi Sebagai Obat Herbal

Mengenal Apa Itu Qusthul Hindi?

Qusthul hindi adalah tanaman berbunga yang hidup di dataran tinggi dan dingin. Salah satu jenisnya, Saussurea asteraceae (S. asterzceae), hidup di pegunungan Himalaya pada ketinggian 12.000 kaki.

Akarnya telah digunakan sejak berabad lalu oleh masyarakat India dan Tibet sebagai obat berbagai penyakit. Orang-orang Tiongkok kuno dan pengobatan Ayurveda mengenalnya sebagai obat infeksi, pereda nyeri, dan antiinflamasi.

Akarnya dikeringkan dan digunakan sebagai suplemen. Tanaman ini memiliki 300 jenis dan berbagai nama. Diantaranya costus, kuth, mu xiang, dan mokkou.

Walaupun khasiatnya telah digunakan secara tradisional selama ratusan tahun, baru belakangan ini para ilmuwan di dunia kedokteran meliriknya sebagai alternatif pengobatan.

Kandungan Nutrisi Qusthul Hindi

Walaupun qusthul hindi belum terbukti secara efektif mampu menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi para ahli telah menemukan kandungan nutrisi di dalamnya. Khasiat qusthul hindi sebagai penghilang rasa sakit dan pereda inflamasi disebabkan oleh kandungan bahan aktif terpenes di dalamnya.

Terpenes bekerja seperti obat-obatan anti inflamasi non-steroid seperti ibuprofen dan naproxen. Selain itu qusthul hindi juga mengandung enzim cyclooxygenase (COX) dan anti bakteri yang mampu membunuh berbagai patogen jahat. Termasuk E. Coli, Staphylococcus aureus (MRSA), dan Pseudomonas aeruginosa.

Saat ini penelitian terhadap fungsi dan kandungan lain dari qusthul hindi masih dilakukan.

Potensi Manfaat Qusthul Hindi bagi Kesehatan

Dalam dunia pengobatan tradisional, manfaat qusthul hindi adalah untuk meredakan peradangan, mengobati batuk dan infeksi cacing. Namun, ternyata ada banyak khasiat lain dari tanaman ini. Di antaranya untuk meredakan:

  • Sakit perut
  • Jerawat
  • Cacingan
  • Masuk angin
  • Kecemasan berlebih
  • Arthritis
  • Asma
  • Bronkitis
  • Kolera
  • Demam dan flu
  • Diare
  • Disentri
  • Penyakit darah tinggi
  • Keluhan jantung
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Kurang nafsu makan
  • Masalah liver
  • Mual
  • Rematik, dll

Sebagai obat cacing dan infeksi, qusthul hindi dipandang sangat efektif. Hal ini dikonfirmasi oleh penelitian yang dilakukan pada tahun 1991 terhadap 36 anak yang menderita cacingan. 9 anak diberikan qusthul hindi, 9 orang lagi mengkonsumsi habbatussauda, sementara sisanya meminum obat cacing biasa dan tanpa perawatan apapun.

Hasilnya, baik qusthul hindi maupun habbatussauda dapat mengobati cacingan jauh lebih efektif daripada obat cacing biasa. Tidak ada efek samping yang didapat pada penelitian ini.

Qusthul hindi juga dipercaya mampu mengatasi penyakit jantung, angina (kondisi sakit dada saat jantung tidak mendapat cukup oksigen), dan menormalkan tekanan darah.

Namun, penelitian baru dilakukan kepada tikus dan kelinci. Belum ada penelitian resmi yang dilakukan pada manusia.

Hal yang sama juga dilakukan untuk membuktikan khasiatnya mengatasi penyakit liver. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus dan kelinci membuahkan hasil memuaskan. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan khasiat yang sama terhadap manusia.

Baca Juga: 5 Obat Herbal yang Dipercaya Ampuh Atasi Ejakulasi Dini

Efek Samping Pemakaian Qusthul Hindi

Efek samping qusthul hindi yang paling umum adalah pusing dan nausea. Badan pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat, FDA, menyatakan secara umum herbal ini aman dikonsumsi.

Namun, beberapa orang dengan kondisi tertentu tidak disarankan menggunakannya. Yaitu:

  • Mereka yang alergi serbuk bunga atau makanan yang berasal dari keluarga bunga daisy. Misalnya aster, artichoke, krisan, dahlia, dll.
  • Ibu hamil dan menyusui, karena belum ada penelitian yang membuktikan herbal ini aman bagi keduanya.
  • Pengguna obat-obatan atau suplemen rutin. Misalnya mereka yang menderita depresi, kekurangan salah satu nutrisi hingga harus selalu meminum suplemen tambahan, dll.

Sebelum menggunakan qusthul hindi, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Diskusikan kondisi tubuh dan resep obat yang masih dikonsumsi untuk memastikan qusthul hindi aman bagi Anda.

Di banyak negara termasuk Indonesia, qusthul hindi dijual dalam bentuk serbuk, kapsul, atau akar yang telah dikeringkan. Ada juga dalam bentuk cairan namun dipastikan mengandung alkohol.

Sedangkan qusthul hindi yang dijual dalam bentuk minyak digunakan sebagai aromaterapi dan tidak boleh dikonsumsi.

Qusthul hindi kapsul biasanya dikemas di dalam botol dengan jumlah 30-60 kapsul. Hargaqusthul hindi kapsul beragam, antara Rp45.000-Rp70.000 per botol.

Tidak ada panduan khusus untuk dosis penggunaan herbal ini. Namun disarankan tidak lebih dari 40 miligram per hari per berat tubuh untuk anak-anak. Sedangkan orang dewasa tidak lebih dari 80 miligram per hari per berat tubuh.

Jika membeli dalam bentuk bubuk, gunakan sendok takar yang terdapat dalam kemasan untuk menghindari kesalahan dosis.

Qusthul hindi adalah tumbuhan yang hidup di dataran tinggi, sekitar 12.000 kaki dari permukaan laut. Akarnya digunakan sejak berabad-abad lalu sebagai obat berbagai penyakit. Termasuk inflamasi, infeksi cacing dan rematik.

Belum ada penelitian mendalam tentang herbal ini, namun peneliti telah menemukan kandungan anti bakteri ampuh di dalamnya. Efek samping utamanya adalah pusing dan nausea, serta tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang alergi, ibu hamil dan menyusui.

Karena masih diperlukan studi yang lebih komprehensif tentang manfaat qusthul hindi, maka disarankan untuk lebih berhati-hati saat ingin mengkonsumsi herbal ini. Konsultasikan dengan dokter dan telitilah label kemasan sebelum membeli.

 

  1. RxList. 2021. COSTUS. https://www.rxlist.com/costus/supplements.htm. (Diakses pada 19 Februari 2022).
  2. WebMD. 2021. Costus – Uses, Side Effects, and More. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-855/costus. (Diakses pada 19 Februari 2022).
  3. Wong, Cathy. 2021. What Is Saussurea? https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-saussurea-88648. (Diakses pada 19 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi