Terbit: 22 October 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Baru-baru ini beredar kabar mengenai obat sirup yang berpotensi mengandung cemaran etilen glikol (ED). Dalam jumlah banyak, senyawa ini diduga menjadi pemicu gagal ginjal akut pada anak di Indonesia dan Gambia. Apa itu etilen glikol? Mengapa senyawa organik tersebut sangat berbahaya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Etilen Glikol dan Bahayanya bagi Kesehatan

Apa itu Etilen Glikol?

Etilen glikol atau ethylene glycol adalah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan baku mentah untuk sejumlah produk, misalnya serat poliester, formulasi antibeku, detergen, dan produk kosmetik.

Selain itu, senyawa ini ditemukan pada beberapa produk tinta pulpen, produk kosmetik, polietilena tereftalat (PET) yang ada pada botol plastik, dan lain-lain.

Etilen glikol tidak berbau dan tidak berwarna, tetapi memiliki rasa manis. Bila tidak sengaja tertelan, senyawa ini bisa membahayakan kesehatan.

Potensi Bahaya Etilen Glikol bagi Kesehatan

Apabila mengenai kulit, senyawa ini tidak akan terserap ke dalam kulit sehingga tidak menyebabkan keracunan sistemik (keracunan yang menyerang seluruh tubuh).

Etilen glikol baru berpotensi menjadi racun yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, senyawa ini dapat terurai menjadi racun yang berbahaya.

Sementara jika terhirup, etilen glikol akan teroksidasi menjadi asam oksalat dan asam glikolat. Keduanya sama-sama bersifat racun.

Saat uapnya terhirup, senyawa ini dapat menimbulkan iritasi pada mata dan paru-paru. Hanya saja, keracunan sistemik kemungkinan tidak akan terjadi.

Baca JugaApa Saja Zat Kimia yang Berbahaya untuk Bayi? Cek di Sini

Efek keracunan berasal dari metabolisme hepatik etilen glikol menjadi glikoaldehida, glikolat, glioksilat, dan oksalat.

Metabolit yang terbentuk akan menghambat fosforilasi oksidatif dan respirasi seluler, metabolisme glukosa dan serotonin, sintesis protein, replika DNA, dan pembentukan ribosom pada RNA.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), etilen glikol mula-mula akan memengaruhi sistem saraf pusat, lalu ke jantung, hingga ke ginjal. Bahkan, bila menelannya dalam jumlah banyak, senyawa ini bisa menimbulkan kematian.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam StatPearls Publishing, dosis etilen glikol yang berpotensi mematikan adalah sekitar 1-2 ml/kg larutan pekat 95 persen. Jumlah ini setara dengan 1.500 mg/kg.

Gejala Keracunan Etilen Glikol

Etilen glikol adalah depresan sistem saraf pusat (SSP). Jadi ketika tertelan, gejala tahap awal yang dapat dirasakan efeknya sama dengan minuman beralkohol (etanol).

Barulah setelah beberapa jam, efek keracunan yang ditimbulkan akan tampak lebih jelas.

Ada tiga tahap keracunan senyawa ini. Sebagai catatan, salah satu tahapan gejala bisa muncul lebih jelas dibandingkan dengan dua tahapan lainnya.

Ketiga tahapan gejala keracunan tersebut, di antaranya:

1. Tahap Neurologis

Tahapan ini terjadi dalam 30 menit hingga 12 jam setelah etilen glikol masuk ke dalam tubuh. Fase awal keracunan ditandai dengan mabuk. Efeknya serupa dengan konsumsi alkohol.

Beberapa gejala umum yang berhubungan dengan neurologis, antara lain:

  • Ataxia.
  • Bicara cadel.
  • Kegelisahan.
  • Disorientasi.
  • Rasa kantuk.
  • Merasa terganggu.

Selain itu, ada sejumlah kemungkinan gejala yang bisa muncul saat gejala cukup parah, di antaranya:

  • Kejang.
  • Sentakan mioklonik.
  • Koma.
  • Kematian.

Baca Juga11 Jenis Bahan Kimia dan Bahayanya bagi Kesehatan

2. Tahap Cardiopulmonary

Setelah etilen glikol masuk ke tubuh dalam waktu 12-24 jam, gejala pada tahap cardiopulmonary bisa muncul.

Gejala-gejala yang bisa dialami, antara lain:

  • Hipertensi (tekanan darah meningkat) atau hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Takikardia (denyut jantung meningkat).
  • Asidosis metabolik.
  • Hiperventilasi (napas cepat dan dalam).
  • Gagal jantung.
  • Disritmia (irama jantung tidak normal).
  • Kematian.

3. Tahap Gangguan pada Ginjal

Tahap terakhir ini terjadi antara 24 hingga 72 jam setelah etilen glikol masuk ke dalam tubuh. Berbagai gejala yang dapat muncul, di antaranya:

  • Kerusakan ginjal yang berpotensi menimbulkan gagal ginjal oliguria akut.
  • Nyeri pada sudut costovertebral.
  • Terdapat kristal oksalat dalam urine.

Efek etilen glikol terhadap gangguan pada ginjal bisa bersifat ringan dan berlangsung sementara, atau bersifat berat dan terjadi dalam waktu yang lama.

Selain itu, meskipun insufisiensi ginjal permanen jarang terjadi, kondisi ini menjadi dampak negatif dari keracunan yang sering kali terjadi.

Baca JugaAzathioprine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Aturan Pakai, dll

Terkait dengan etilen glikol yang menjadi penyebab gagal ginjal akut di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyatakan bahwa hal ini belum pasti.

Namun, imbauan kepada seluruh industri farmasi sudah diberikan. BPOM meminta agar obat sirup yang berpotensi memiliki kandungan ini segera diganti formula atau bahan pembuatannya.

Selain itu, bagi produk obat sirup yang diduga mengandung cemaran senyawa ini, BPOM sudah memerintahkan industri farmasi pemilik izin edar obat untuk menarik produknya dari pasaran.

Agar tidak mengalami efek buruk keracunan glikol, Anda sebaiknya memperhatikan kandungan obat yang digunakan. Selain itu, gunakan obat sesuai dengan petunjuk penggunaan.

Jika setelah menggunakan obat sirup yang tergolong bebas atau bebas terbatas, Anda atau keluarga mengalami gejala yang tidak hilang dalam tiga hari, periksakan segera ke dokter.

 

  1. Anonim. 2021. Ethylene Glycol: Systemic Agent. https://www.cdc.gov/niosh/ershdb/emergencyresponsecard_29750031.html. (Diakses pada 21 Oktober 2022).
  2. Anonim. 2022. What Are the Toxicological Effects of Ethylene Glycol Poisoning? https://www.atsdr.cdc.gov/csem/ethylene-propylene-glycol/toxicological_effects.html. (Diakses pada 21 Oktober 2022).
  3. Anonim. Ethylene Glycol Poisoning. https://medlineplus.gov/ency/article/000774.htm. (Diakses pada 21 Oktober 2022).
  4. Anonim. Etilena Glikol. https://p2k.utn.ac.id/en3/1-3077-2966/Etilena-Glikol_122693_stie-thamrin_p2k-utn.html. (Diakses pada 21 Oktober 2022).
  5. BPOM RI. 2022. Penjelasan BPOM RI tentang Isu Obat sirup yang Berisiko Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/157/Penjelasan-BPOM-RI-Tentang-Isu-Obat-Sirup-yang-Berisiko-Mengandung-Cemaran-Etilen-Glikol–EG–dan-Dietilen-Glikol–DEG-.html. (Diakses pada 21 Oktober 2022).
  6. Iqbal, Aruba, dkk. 2022. Ethylene Glycol Toxicity. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537009/. (Diakses pada 21 Oktober 2022).
  7. J.K. Aronson. Glycols. Meyler’s Side Effects of Drugs: The International Encyclopedia of Adverse Drug Reactions and Interactions. https://www.sciencedirect.com/topics/pharmacology-toxicology-and-pharmaceutical-science/ethylene-glycol-poisoning. (Diakses pada 21 Oktober 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi