Terbit: 19 July 2022 | Diperbarui: 20 July 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Volvulus adalah masalah organ pencernaan di mana usus besar (kolon) atau usus kecil (usus halus) terpelintir. Kondisi ini dapat menyebabkan obstruksi usus (penyumbatan) yang dapat menghambat aliran darah ke area usus. Simak penjelasan mengenai penyebab hingga komplikasi yang bisa terjadi selengkapnya di bawah ini.

Volvulus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Volvulus?

Penyumbatan usus atau obstruksi usus dapat disebabkan oleh volvulus. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi parah apabila tidak segera diobati.

Volvulus adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan operasi sesegera mungkin. Jika tidak diobati, jaringan usus yang tidak mendapatkan cukup darah bisa mati.

Usus kecil yang terpelintir biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak, sedangkan pada orang dewasa jarang terjadi. Bagi orang dewasa, kondisi ini cenderung terjadi di usus besar.

Gejala Volvulus

Gejala yang terjadi bisa muncul secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan keparahan. Oleh sebab itu, penderita penyakit ini harus segera dibawa ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis.

Berikut ini beberapa gejala yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Sakit perut dan nyeri saat tekan.
  • Mual.
  • Muntah berwarna hijau.
  • Membuat perut buncit.
  • Feses berdarah.
  • Sembelit.
  • Syok.

Usus terputir pada bayi juga dapat menunjukkan tanda dan gejala tambahan, termasuk:

  • Menangis secara tiba-tiba.
  • Menekuk kaki ke dada seperti kesakitan.
  • Lesu.
  • Pernapasan dan detak jantung cepat.

Pada beberapa kasus, beberapa anak yang mengalami kondisi ini tidak menunjukkan gejala khusus. Dalam kasus ini, anak mungkin mengalami volvulus intermiten, suatu kondisi di mana gejala muncul kembali secara berkala tetapi hilang dengan sendirinya.

Penyebab Volvulus

Usus halus terpelintir pada bayi sering kali terjadi karena malrotasi. Ini terjadi ketika usus tidak terbentuk dan berputar dengan benar, sehingga menyebabkannya berada di tempat yang salah. Kondisi ini dapat menyebabkan usus terpelintir atau tersumbat.

Sementara itu, penyebab sigmoid volvulus pada orang dewasa, di antaranya:

  • Usus besar yang membengkak.
  • Perlengketan usus yang berkembang setelah operasi, cedera, atau infeksi.
  • Penyakit usus besar, seperti penyakit Hirschsprung.
  • Sambungan yang sempit di dasar usus besar.
  • Usus besar tidak menempel pada dinding perut.
  • Sembelit kronis.
  • Kehamilan.

Baca Juga: Polip Usus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Faktor Risiko Volvulus

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko sigmoid volvulus, antara lain:

  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Laki-laki.
  • Riwayat pernah menjalani operasi perut.

Usus yang terpelintir biasanya terjadi karena kondisi lain yang mendasari atau masalah fisik. Namun, terkadang dapat terjadi dengan sendirinya.

Diagnosis Volvulus

Diagnosis yang cepat dapat membantu menentukan pengobatan yang efektif dan hasil yang lebih baik.

Jika anak atau Anda menunjukkan tanda-tanda mengalami usus yang terpelintir, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan. Setelah itu, dokter biasanya akan melakukan tes lain, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik perut dan colok dubur, dokter akan memasukkan jari kedalam dubur pasien untuk mengetahui adakah sumbatan, dapat terasa tidak nyaman tetapi penting dilakukan
  • Rontgen polos abdomen, pemeriksaan sederhana dapat menunjukkan adanya tanda sumbatan usus / obstruksi
  • Tes darah untuk memeriksa kadar elektrolit yang mungkin menunjukan kelainan.
  • Tes sampel feses.
  • Barium enema untuk memeriksa saluran pencernaan di bagian bawah.
  • Computed tomography (CT) scan untuk memeriksa penyumbatan di usus.
  • Sigmoidoskopi fleksibel untuk memeriksa bagian bawah usus besar.

Jenis Volvulus

Dikarenakan berkaitan dengan masalah usus besar dan anus, penyakit ini memiliki beberapa jenis, antara lain:

  • Volvulus cecum. Ini adalah kantong yang umumnya dianggap sebagai awal dari usus besar.
  • Volvulus dari kolon transversum. Ini adalah malrotasi dari bagian tengah usus besar.
  • Sigmoid volvulus. Rotasi usus besar yang berlawanan arah jarum jam ini terjadi di bagian bawah usus bawah dekat rektum.

Pengobatan Volvulus

Usus yang terpelintir membutuhkan perawatan segera dan membutuhkan operasi. Selama operasi, dokter akan membuat sayatan di dinding perut untuk mencari bagian usus yang terpelintir dan melepaskannya.

Setelah itu, dokter mengembalikan aliran darah ke bagian usus yang terpelintir. Apabila bagian dari usus telah terlalu lama tanpa darah dan sebagian dari usus telah mati, dokter bedah mungkin akan mengangkat bagian usus tersebut.

Terkadang, dokter bedah harus membuang begitu banyak usus sehingga tidak mungkin untuk memasang kembali ujung-ujungnya satu sama lain. Jika itu terjadi, dokter bedah mungkin harus menghubungkan kedua ujung usus ke lubang di dinding perut yang disebut stoma.

Jika pasien membutuhkan stoma, feses akan melewati lubang ini ke dalam kantong kolostomi, teknik ini bisa berlangsung permanen atau sementara.

Prosedur tersebut terkadang meninggalkan usus buntu pasien di lokasi yang berbeda. Apabila ini terjadi, dokter bedah akan mengangkat usus buntu; karena jika tidak pada tempatnya, dokter mungkin tidak bisa mendiagnosis usus buntu di kemudian hari.

Baca Juga: Infeksi Usus: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Komplikasi Volvulus

Jika tidak diobati, usus yang terpelintir dapat menyebabkan komplikasi berikut:

  • Usus tercekik.
  • Gangren.
  • Perforasi.
  • Peritonitis.

Operasi untuk usus yang terpelintir juga dapat menyebabkan komplikasi, antara lain:

  • Kekambuhan.
  • Kebocoran anastomosis.
  • Abses panggul.
  • Infeksi luka.
  • Fistula feses.
  • Infeksi perut, yang dikenal sebagai peritonitis sekunder.
  • Sepsis, infeksi darah yang parah.
  • Komplikasi kolostomi dan/atau ileostomi.

Apabila mengalami salah satu atau lebih kondisi tersebut, segera periksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

  1. Anonim. 2022. Volvulus. https://iffgd.org/gi-disorders/volvulus/. (Diakses pada 19 Juli 2022)
  2. Fletcher, Jenna. 2018. What causes a volvulus?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321479. (Diakses pada 19 Juli 2022)
  3. Garbi, Lyndsey. 2022. An Overview of Volvulus. https://www.verywellhealth.com/volvulus-symptoms-causes-diagnosis-and-treatment-4686173. (Diakses pada 19 Juli 2022)
  4. Le, Carol K. Volvulus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441836/. (Diakses pada 19 Juli 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi