Terbit: 4 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bentuk negara Indonesia yang berpulau-pulau menjadikannya kaya akan fauna. Namun, itu artinya juga ada banyak serangga berbahaya di negara kita. Pahami jenis serangga berbahaya dan bagaimana cara menanganinya!

Jenis Serangga Berbahaya di Indonesia yang Patut Diwaspadai

Jenis Serangga Berbahaya di Indonesia

Indonesia memiliki banyak sekali jenis serangga. Sebanyak 15% dari populasi serangga di dunia ada di negara ini. termasuk beberapa serangga berbahaya.

Di bawah ini adalah beberapa di antara jenis serangga berbahaya di Indonesia:

1. Nyamuk

Nyamuk merupakan serangga kecil yang cukup berbahaya. Bukan karena beracun atau memiliki bisa, tetapi karena kemampuannya menyebarkan penyakit mematikan pada manusia.

Tiga jenis nyamuk yang  paling berbahaya, berikut ini:

  • Nyamuk Culex

Inilah nyamuk yang bertanggung jawab atas penyebaran penyakit kaki gajah. Culex biasanya bersarang di septic tank, parit, genangan air dan tempat yang gelap serta lembap.

Penyakit kaki gajah sendiri disebabkan oleh parasit filaria yang disebarkan nyamuk Culex dari gigitannya. Filaria akan menyerang limfa di kaki dan lengan. Menyumbat pembuluh limfa hingga menyebabkan pembengkakan.

Walaupun penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi pasti sangat mengganggu aktivitas penderitanya. Sebagai tambahan, tidak ada pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit kaki gajah secara total. Hanya bisa mengurangi pembengkakan dan gejalanya saja.

  • Nyamuk Aedes Aegypti

Aedes adalah nyamuk yang paling terkenal. Penyebar virus penyebab DBD ini biasa bersarang dan bertelur di genangan air bersih. Misalnya di bak penampungan air, vas bunga yang airnya tidak diganti, dll.

Nyamuk ini aktif di pagi hingga sore hari dengan ciri belang putih-hitam pada abdomennya. Selain menyebarkan virus DBD, Aedes juga menyebarkan wabah virus zika.

Zika tidak menyebabkan kematian seperti DBD. Namun dapat menyebabkan cacat janin, menghambat perkembangan otak bayi, dan mengganggu perkembangan fisik anak-anak.

Satu virus lagi yang juga disebarkan oleh Aedes adalah chikungunya. Penyakit ini menyebabkan radang sendi, demam tinggi dan badan menjadi lemah. Ketiga wabah penyakit ini pernah terjadi di Indonesia.

Nyamuk ini memiliki daya tahan dan daya jelajah yang luas. Bahkan kini Aedes telah dapat ditemui di beberapa wilayah di Eropa. Seperti di Italia, dimana kasus DBD telah ditemukan juga.

Namun saat ini telah banyak ditemukan obat dan suplemen untuk menyembuhkan DBD, misalnya sari jambu biji dan angkak.

  • Nyamuk Anopheles

Anopheles adalah nyamuk penyebar plasmodium penyebab malaria. Yang menyebarkannya adalah nyamuk betina saja. Anopheles sangat menyukai daerah panas dengan kelembapan tinggi, sehingga malaria dikenal sebagai penyakit khas daerah tropis seperti Indonesia.

Nyamuk ini aktif dari sore hingga dini hari. Faktanya, nyamuk ini jarang ditemukan di daerah urban. Lebih banyak tersebar di daerah perkebunan, sawah, dan daerah pinggiran.

Mengingat banyaknya bahaya yang disebabkan oleh berbagai jenis nyamuk, maka sebaiknya lakukan tindakan pencegahan berikut:

  • Membersihkan lingkungan dari air tergenang, sampah dan tumbuhan yang terlalu rimbun secara teratur.
  • Bersihkan bak penampungan air, wadah minum hewan peliharaan serta air di pot hidroponik tanaman secara teratur.
  • Memakai lotion antinyamuk, kelambu, dan obat nyamuk yang dapat mencegah nyamuk datang.
  • Memasang kawat nyamuk pada jendela, pintu, dan ventilasi.
  • Memakai pakaian yang lebih tertutup saat berada di luar rumah, terutama di tempat yang lembap.
  • Taburkan bubuk abate pada tempat penampungan air, sumur, atau parit untuk membunuh larva nyamuk.
  • Selalu waspada jika terserang demam tinggi dengan gejala tambahan tubuh lemas, nyeri sendi, dan sakit kepala hebat. Mayoritas penyakit akibat nyamuk memiliki gejala awal seperti ini.

Baca Juga: Gigitan Serangga: Jenis, Gejala, Cara Mengobati, dll

2. Lalat

Lalat sudah dikenal sebagai serangga yang suka bersarang, bertelur dan berkeliaran di tempat-tempat kotor. Hal itu menyebabkan lalat menjadi serangga berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Misalnya disentri, difteri, diare, dll.

Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan dehidrasi parah hingga kematian, terutama pada anak-anak. Lalat membawa berbagai bakteri pada kakinya, hasil dari ‘bermain’ di tempat-tempat yang kotor. Misalnya Salmonella dan E. Coli.

Selalu jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah lalat datang. Cuci tangan sebelum memegang makanan serta tutup makanan di atas meja.

3. Tomcat

Tomcat adalah jenis kumbang berwarna merah dan hitam. Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan semut.

Serangga ini memiliki gigitan beracun yang sangat menyakitkan. Gigitannya menyebabkan bengkak, rasa panas perih dan ngilu pada bekas gigitan atau sentuhannya.

Sebenarnya tomcat adalah serangga yang menguntungkan. Karena makanannya adalah serangga hama pemakan tumbuhan milik petani. Namun racunnya menjadikan serangga ini juga berbahaya bagi manusia.

4. Megalara Garuda

Megalara Garuda pertama kali terkenal karena serangannya pada tahun 2011 di Sulawesi. Laron ini memiliki ukuran yang sangat besar. Karena itulah nama Garuda disematkan padanya.

Serangga dewasa bisa mencapai ukuran 2,5 inci atau 6,35 cm dengan sengat yang sama panjang dengan kaki depannya.

Kini serangga ini tidak banyak lagi ditemukan di pemukiman manusia. Pengetahuan tentangnya juga belum banyak terpublikasi.

Baca Juga: 7 Hewan Pengisap Darah yang Bisa Membahayakan Kesehatan

Indonesia masih memiliki banyak serangga yang indah, unik, dan langka. Serangga-serangga berbahaya di atas juga dapat diatasi dengan menjaga kondisi lingkungan. Salah satunya adalah dengan tidak membiarkan tumbuhan terlalu rimbun di halaman.

Setiap kali akan keluar rumah, pakailah pakaian yang lebih tertutup dan gunakan alas kaki. Jangan  lupa untuk mendatangi dokter jika bekas gigitan terasa sangat sakit, bengkak, atau menyebabkan demam.

Bila memang melihat seringga yang sepertinya mengancam, jangan coba mendekat atau mengganggunya karena ada risiko yang tidak Anda sadari. Bila ada serangga di lingkungan rumah, segera bersihkan lingkungan terutama tempat yang kotor, gelap, dan lembap.

 

  1. Antara News. 2012. Poisonous Insects Still Spreading Horror in Java. https://en.antaranews.com/news/80834/poisonous-insects-still-spreading-horror-in-java. (Diakses pada 25-11-2021).
  2. Bauhaus, Jean Marie. 2019. Dangerous Insects and Lizards in Indonesia. https://animals.mom.com/dangerous-insects-lizards-indonesia-8426.html. (Diakses pada 25-11-2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi