Terbit: 29 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Hewan penghisap darah penting untuk dikenali karena biasanya dapat menularkan penyakit. Apa saja hewan yang berbahaya bagi kesehatan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

7 Hewan Pengisap Darah yang Bisa Membahayakan Kesehatan

Hewan Pengisap Darah yang Berbahaya bagi Manusia

Pada dasarnya, serangga penghisap darah dapat dikelompokkan sebagai nyamuk, lalat, lice, dan true bugs. Hewan yang umumnya berukuran kecil ini dapat menembus kulit mangsanya, menyuntikkan antikoagulan/pengencer darah, dan menyedot darah yang kaya protein.

Berikut adalah beberapa hewan penghisap darah yang berbahaya bagi manusia dan harus diwaspadai, di antaranya:

1. Nyamuk

Dari semua serangga pengisap darah, nyamuk mungkin yang paling familiar. Hewan ini dapat ditemukan di seluruh dunia, kecuali di Antartika. Meski begitu, hanya nyamuk betina yang mengisap darah untuk menghasilkan telur.

Nyamuk tertarik pada panas, karbon dioksida, dan asam laktat yang dihasilkan hewan. Saat nyamuk betina mendarat di mangsanya, ia menyuntikkan tabung panjang yang disebut proboscis ke dalam kulit.

Saat nyamuk mulai mengisap darah, ia melepaskan air liur untuk mencegah darah membeku. Tubuh manusia memiliki reaksi alergi terhadap air liur ini, yang menyebabkan kulit membentuk benjolan merah gatal setelah gigitan nyamuk. Air liur inilah yang menularkan penyakit seperti demam berdarah, virus Zika, infeksi virus West Nile, dan malaria.

Hal ini menjadikan nyamuk sebagai hewan penghisap darah yang berbahaya bagi manusia.

2. Black Flies

Black flies atau lalat hitam sama halnya seperti seperti nyamuk, hanya jenis betina (Simuliidae) yang mengisap darah. Rahangnya mampu melukai kulit sehingga bisa menyedot darah. Meskipun ukurannya kecil (panjangnya sekitar 5 milimeter), dalam kelompok besar lalat ini menjadi gangguan parah bagi ternak dan satwa liar.

3. Horse Flies dan Deer Flies (Tabanidae)

Jenis lalat lainnya yang juga mengisap darah adalah horse flies (lalat kuda) dan deer flies (lalat rusa). Hewan ini memiliki panjang 10 hingga 25 milimeter.

Lalat rusa memiliki warna cokelat tua/hitam dan memiliki sayap berwarna gelap. Jenis betina mengisap darah, sedangkan yang jantan lebih suka nektar. Sementara lalat kuda kuda sering menjadi hama bagi hewan ternak. Akan tetapi, kedua serangga ini bisa menggigit manusia, meninggalkan luka dan pembengkakan yang menyakitkan.

4. Kutu

Meskipun ada banyak spesies kutu penghisap darah, hanya satu kelompok yaitu Pediculidae yang mengigit manusia. Kutu badan, kutu kepala, dan kutu kepiting adalah serangga kecil, bertubuh rata, serta tidak bersayap.

Kutu kepala dan kutu badan memiliki bentuk yang mirip memanjang, sedangkan kutu kepiting menyerupai udang. Sementara itu, kutu rambut dapat ditularkan dengan berbagi sisir, topi, atau melalui kontak langsung.

Kutu kepala betina menempelkan telurnya ke rambut sementara kutu tubuh betina meninggalkan telurnya di pakaian. Begitu telur menetas, kutu tetap berada di inangnya seumur hidup.

Kutu kepala tinggal di kepala manusia sementara kutu kepiting biasanya lebih suka di area kemaluan. Kedua serangga ini mengganggu tetapi tidak mengancam. Akan tetapi, kutu tubuh bisa menularkan penyakit, terutama tifus, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii dan menular dengan cepat.

Baca Juga: Alergi Hewan: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

5. Bedbugs

Bedbugs atau kutu kasur adalah hewan penghisap darah yang bersembunyi di lapisan kasur dan biasanya keluar di malam hari. Serangga ini dapat menggigit beberapa kali pada malam hari dan bisa bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makan. Gigitannya meninggalkan luka merah dan gatal pada tubuh.

6. Fleas

Fleas atau pinjal adalah kutu (Siphonaptera) yang umum terdapat pada kucing atau anjing. Namun, serangga ini tidak selalu spesifik pada satu inang saja. Kutu jenis ini dapat melompat dari inang yang satu ke inang yang lainnya

Bahkan, pinjal dapat berpindah dari hewan ke manusia. Beberapa spesies kutu merupakan vektor penyakit, terutama penyakit pes yang ditularkan oleh kutu tikus.

7. Tungau

Tungau tidak bisa melompat, jadi satu-satunya cara untuk mencapai mangsa adalah dengan kontak langsung. Saat mulai mengisap darah, serangga ini melakukannya hingga tubuhnya membengkak dan baru melepaskan gigitan saat sudah kenyang.

Meskipun sebagian besar gigitannya tidak berbahaya, ada kemungkinan bahwa tungau akan menyebarkan penyakit Lyme yang menyebabkan radang sendi, gangguan jantung dan sistem saraf seperti ensefalitis atau meningitis.

Sementara itu, sarcoptes scabiei adalah spesies tungau berbentuk bulat telur dengan 4 pasang kaki dan ukurannya hanya 400 mikron. Mangsanya adalah hewan mamalia dan manusia. Seseorang yang digigit oleh hewan ini dapat menyebabkannya terkena kudis.

Itulah beberapa hewan penghisap darah yang berbahaya bagi manusia karena membawa penyakit. Bersihkan lingkungan dan perhatikan kebersihan diri untuk terhindar dari serangga penghisap darah yang berbahaya tersebut!

 

  1. Anonim. Animals that feed on blood. https://www.megainteresting.com/nature/gallery/animals-that-feed-on-blood-991572887167/1. (Diakses pada 29 Oktober 2021).
  2. Godawa, Jean. 2018. Blood Sucking Insects & Bugs. https://sciencing.com/blood-sucking-insects-bugs-6210256.html. (Diakses pada 29 Oktober 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi