Terbit: 31 Mei 2022
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Gigitan serangga adalah kasus yang umum terjadi dan biasanya hanya menimbulkan gejala atau iritasi ringan di kulit. Namun kondisi ini juga dapat mengancam jiwa bila Anda digigit jenis serangga berbahaya. Ketahui apa saja jenis gigitan serangga, cara mengobati, hingga pencegahannya di bawah ini.

Gigitan Serangga: Jenis, Gejala, hingga Cara Mengobati

Jenis Gigitan Serangga

Sebagian besar jenis serangga tidak akan menyengat jika Anda tidak mengganggunya, namun sebagiannya lagi memang sengaja menyengat karena hewan tersebut mengisap darah manusia dan memangsa hewan lain.

Anda mungkin sering menganggap sepele gigitan serangga ini, namun beberapa serangga ada yang menularkan virus dari gigitannya hingga menimbulkan gejala yang serius. Ketahui apa saja jenis serangga yang dapat membahayakan manusia mulai dari gejala ringan hingga iritasi serius, di antaranya:

  • Lalat: Lalat dapat membawa bakteri, virus, telur parasit, dan berbagai penyakit yang akan membahayakan bila hinggap di makanan.
  • Nyamuk: Nyamuk bukan hanya mengganggu namun jenis nyamuk tertentu dapat menyebarkan penyakit seperti demam berdarah dan malaria yang membahayakan.
  • Kutu liar: Ditemukan di alam terbuka, umumnya tidak membahayakan namun dapat membawa virus penyebab penyakit lyme dan Rocky Mountain spotted fever.
  • Kutu kepala: Kutu rambut akan menimbulkan reaksi gatal dan tidak nyaman di kulit kepala, jika digaruk berlebihan dapat menyebabkan infeksi dan rambut rontok.
  • Tungau: Hewan ini biasanya bersembunyi di balik kasur atau karpet. Gigitan serangga kasur ini menimbulkan reaksi gatal, merah, dan tidak nyaman di kulit.
  • Lebah: Sengatan lebah dapat menimbulkan infeksi dan bila sengatannya sangat kuat  dapat menyebabkan kematian.
  • Semut api: Terlihat seperti semut biasa namun dapat menyebabkan reaksi gatal, bentol, dan perih bila terkena gigitan serangga ini.
  • Kecoa: Ini adalah salah satu serangga paling ditakuti banyak orang dan menyebarkan penyakit salmonella yang dapat memicu reaksi alergi dan asma.
  • Kalajengking: Serangga paling mematikan yang biasanya ditemukan di alam liar.

Jenis gigitan serangga tersebut dapat menimbulkan reaksi mulai dari iritasi kulit ringan seperti kulit gatal, merah, bentol, atau ruam hingga gejala yang serius dan membahayakan.

Baca Juga: Jenis Serangga Berbahaya di Indonesia yang Patut Diwaspadai

Gejala Gigitan Serangga

Reaksi setiap orang saat digigit serangga berbeda-beda, ada yang hanya merasakan gatal ringan dan ada juga yang mengalami infeksi serius. Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis serangga yang menyengat Anda.

Inilah gejala gigitan serangga yang paling umum, yaitu:

  • Kulit perih.
  • Bengkak.
  • Bentol.
  • Gatal.
  • Nyeri.
  • Ruam merah.
  • Sensasi melepuh.
  • Timbul seperti jerawat dan bernanah pada gigitan semut api.
  • Gagal ginjal karena sengatan lebah yang sangat banyak.

Dalam beberapa kasus, bila Anda alergi pada sengatan tersebut akan menimbulkan syok anafilaktik atau reaksi alergi parah. Gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Gatal-gatal.
  • Sesak napas.
  • Pingsan.
  • Dapat menyebabkan kematian dalam 30 menit.

Jika Anda baru melakukan aktivitas di alam terbuka dan mengelami beberapa gejala seperti di atas, Anda harus segera mengoleskan krim atau salep untuk mengurangi efek sengatan serangga.

Penyebab Gigitan Serangga

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana sengatan serangga dapat menyebabkan gejala gatal, bentol serta reaksi lainnya yang dapat membuat Anda tidak nyaman. Berikut ini adalah penyebab gigitan serangga berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Lebah: Lebah akan menyengat jika Anda mengganggunya. Hewan ini akan menyerang dengan seluruh alat penyengatnya pada Anda lalu lebah tersebut mati.
  • Semut api: Semut api akan menggigit Anda dengan rahangnya dan menyuntikan racun berkali-kali pada.
  • Tawon: Tawon tidak menyengat dengan kuat karena tidak mau kehilangan alat penyengatnya. Jika serangga ini kehilangan alat penyengatnya maka tawon akan mati.
  • Nyamuk: Nyamuk menyengat untuk mengisap darah manusia, beberapa jenis nyamuk seperti malaria dan aedes aegypti membawa serta virus dan menularkannya ke manusia.

Contoh serangga lainnya adalah lalat. Serangga ini dapat menyebarkan infeksi saat hinggap di makanan.

Baca Juga: Gigitan Tomcat: Pertolongan Pertama dan Cara Mengobati

Cara Mengobati Gigitan Serangga

Gejala ringan dari gigitan serangga seperti gatal, bengkak, atau ruam merah biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari, namun untuk mengurangi risiko lebih lanjut Anda juga dapat mengatasinya dengan cara mengobati gigitan serangga berikut ini:

  • Kompres air dingin pada area kulit yang terkena gigitan.
  • Gunakan krim atau salep khusus anti serangga.
  • Oleskan secara merata sampai gejala sengatan mereda.
  • Jangan menggaruk area kulit yang gatal karena akan menimbulkan infeksi.
  • Bila timbul reaksi lokal yang besar, biasanya dokter akan memberikan steroid oral.

Jika gejala gigitan serangga memburuk, mungkin Anda harus segera mendapat bantuan medis dan tes lebih lanjut untuk mendiagnosis apabila gigitan serangga tersebut menyebarkan virus atau bakteri membahayakan lainnya.

Anda juga dapat mencoba cara mengobati serangga secara alami, yaitu:

  • Mengompres bagian kulit yang terkena sengatan dengan es batu. Es batu dapat meredakan saraf pemicu rasa gatal dan nyeri.
  • Mengaplikasikan lidah buaya pada kulit karena lidah buaya memiliki sifat antiinflamasi untuk membantu meredakan reaksi gatal dan bentol di kulit.
  • Bawang memiliki sifat antifungal untuk meredakan iritasi kulit. Potong bawang dan oleskan pada bagian yang terkena sengatan.

Nah, itulah cara mengobati gigitan serangga yang dapat Anda lakukan. Bila area kulit yang disengat terasa memburuk, harap hubungi dokter untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari serangga.

Baca Juga: Cara Membasmi Ulat Bulu dan Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Cara Mencegah Gigitan Serangga

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah gigitan, antara lain:

  • Gunakan losion anti nyamuk atau losion anti serangga.
  • Anda dapat juga menggunakan minyak telon atau minyak kayu putih.
  • Hindari pergi ke wilayah berhutan atau penuh dengan semak-semak.
  • Bila Anda ingin beraktivitas di luar atau wilayah yang terdapat banyak serangga, gunakan pakaian lengan panjang, kaos kaki, sarung tangan, topi, dan masker.
  • Bila perlu, gunakan pelindung khusus untuk menghindari serangga.
  • Bila Anda melihat sarang lebah atau sarang tawon, jangan panik. Bila Anda panik kemungkinan besar lebah dan tawon akan menyerang.
  • Jangan mengganggu sarang serangga-serangga tersebut.
  • Menjalani hidup sehat, membersihkan ruangan, dan tidak menyediakan tempat untuk serangga seperti nyamuk dan kecoa berkembang biak.
  • Lakukan pemberantasan nyamuk dan kecoa secara berkala dengan fogging.

Orang-orang yang bekerja di luar ruangan memiliki kemungkinan lebih besar terkena gigitan serangga, terlebih lagi yang berada di wilayah tropis. Bila Anda merasa Anda terkena gigitan serangga, harap segera mengatasinya dengan pertolongan pertama salep atau krim serta jangan menggaruknya.

 

  1. Anonim. 2019. Insect bites and stings. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/injuries/skin-injuries/insect-bites-and-stings. (Diakses pada 8 Oktober 2019).
  2. Anonim. 2019. Bad Bugs Slideshow: Identifying Bugs and Their Bites. https://www.webmd.com/allergies/ss/slideshow-bad-bugs. (Diakses pada 8 Oktober 2019).
  3. Brazier, Yvette. 2019. Insect and spider bites and how to deal with them. https://www.medicalnewstoday.com/articles/174229.php. (Diakses pada 8 Oktober 2019).
  4. Patrick Davis, Charles  MD, PhD. 2019. Insect Bites. https://www.emedicinehealth.com/insect_bites/article_em.htm#facts_on_insect_bites. (Diakses pada 8 Oktober 2019).
  5. Selner, Marissa, Elijah Wolfson, Marijane Leonard, dan Kathryn Watson. 2016. Bug Bites and Stings. https://www.healthline.com/health/bug-bites. (Diakses pada 8 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi