Terbit: 5 Oktober 2021 | Diperbarui: 6 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa makan makanan yang gosong bisa memicu kanker! Lantas, apakah hal ini benar adanya? Lebih jelasnya simak paparan lengkapnya berikut ini.

Benarkah Makanan Gosong Bisa Memicu Kanker? Cek Faktanya!

Makanan Gosong Bisa Memicu Kanker?

Makanan yang dibakar atau makanan yang digoreng terlalu lama mungkin agak menghitam karena sedikit gosong di luar. Meskipun agak gosong, cita rasa makanan dianggap menjadi lebih enak dan renyah.

Namun, makanan gosong mengandung akrilamida. Senyawa akrilamida biasa digunakan untuk menghasilkan berbagai produk, termasuk kosmetik, perlengkapan mandi, pewarna, kertas, kain, dan tekstil. Bahan kimia ini dikenal sebagai racun dan karsinogen.

Molekul ini terbentuk secara alami ketika makanan dimasak dengan suhu tinggi.
Itu artinya semakin lama makanan dibakar, semakin banyak kandungan akrilamida yang mungkin terkandung di dalamnya.

Awalnya diyakini bahwa burger menjadi sumbernya, lalu kadar akrilamida yang tinggi ditemukan dalam kentang goreng dan kopi. Kemudian akrilamida juga ditemukan terbentuk dalam makanan yang kaya karbohidrat dan makanan yang telah dipanaskan di atas 120°C, yaitu makanan yang telah digoreng, dibakar, atau dipanggang. Akrilamida juga terbentuk ketika merokok tembakau.

Akrilamida dapat terbentuk dalam reaksi antara asparagin asam amino yang secara alami dalam makanan dan beberapa karbohidrat (ini terjadi secara alami).

Akrilamida dapat ditemukan dalam makanan mentah atau direbus. Beberapa contoh makanan seperti produk susu, daging, atau ikan jauh lebih sedikit kemungkinannya mengandung akrilamida.

 

Kaitan antara makanan gosong dan kanker

Akrilamida dalam makanan yang gosong terkait dengan beberapa efek negatif bagi kesehatan, termasuk kanker.

Faktanya, di tahun 1994 sebuah Badan Internasional untuk Penelitian Kanker menggolongkan akrilamida sebagai kemungkinan karsinogen pada manusia.

Beberapa penelitian pada hewan percobaan telah menunjukkan bahwa mengonsumsi akrilamida dalam jumlah banyak dapat meningkatkan pertumbuhan tumor payudara dan tiroid, serta memicu kanker endometrium dan mesothelioma testis.

Namun, penelitian mengenai efek akrilamida terhadap perkembangan kanker pada manusia telah memberikan hasil yang beragam.

Misalnya, satu penelitian dari 32 penelitian menyimpulkan bahwa diet akrilamida tidak terkait dengan risiko jenis kanker yang paling umum.

Sementara penelitian besar lainnya mengamati temuan serupa, yang mencatat bahwa tidak ada kaitan yang signifikan antara akrilamida makanan dan kanker.

Namun, si sisi lain penelitian baru-baru ini terhadap 4.000 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa peningkatan asupan makanan akrilamida terkait dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi pada orang dewasa yang lebih tua.

Penting untuk Anda ingat bahwa sebagian besar penelitian berdasarkan pada riset observasional, yang menentukan apakah ada kaitan antara asupan akrilamida dan kanker. Namun, tidak memperhitungkan faktor lain yang mungkin berperan.

Meski begitu, hal ini masih memerlukan uji klinis jangka panjang pada manusia untuk mengevaluasi apakah mengonsumsi makanan yang gosong bisa memicu kanker.

 

Haruskah Menghindari Makan yang Dibakar?

Sampai saat ini, belum jelas bagaimana akrilamida bisa memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan kanker pada manusia. Namun, makan makanan yang dibakar, misalnya roti bakar, tidak mungkin menyebabkan kanker jika mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Oleh sebab itu, mungkin tidak perlu menghindari makanan yang dibakar.

Cara Mengurangi asupan Akrilamida

Meskipun tidak jelas apakah sedikit asupan akrilamida dari makanan gosong bisa memicu kanker. Namun, jika khawatir terhadap paparan akrilamida berlebih, ada beberapa langkah untuk mengurangi atau mungkin mengurangi paparannya.

Berikut ini cara mengurangi asupan akrilamida:

  • Waktu memanggang. Memanggang makanan dalam waktu yang lebih singkat hingga warnanya kuning atau keemasan. Cara ini mengurangi pembentukan akrilamida. Namun, jangan memasak dengan suhu yang terlalu rendah karena kemungkinan besar tidak akan membunuh bakteri, sehingga meningkatkan risiko keracunan makanan.
  • Memisahkan bagian yang gosong. Memotong makanan bagian luar yang gosong atau terbakar juga bisa membantu membatasi konsumsi akrilamida.
  • Cara memasak. Pertimbangkan untuk memilih metode memasak selain dibakar, seperti merebus atau mengukus jika memungkinkan.
  • Tidak merokok. Jika seorang perokok, berhentilah merokok dan cobalah untuk mengurangi paparan asap rokok, mengingat asap rokok mengandung.
  • Memilih kopi. sebaiknya pilih kopi panggang gelap dan hindari kopi instan dan alternatif kopi.

 

Berdasarkan fakta dari sejumlah penelitian yang disinggung di atas, belum jelas apakah makanan gosong bisa memicu kanker atau tidak. Oleh karena itu, masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya!

 

Anonim. Tanpa Tahun. Does burnt food give you cancer?. https://www.birmingham.ac.uk/research/perspective/does-burnt-food-give-you-cancer.aspx (Diakses pada 5 Oktober 2021)

  1. Anonim. 2019. Acrylamide and Cancer Risk. https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/acrylamide.html (Diakses pada 5 Oktober 2021)
  2. Anonim. 2017. Acrylamide and Cancer Risk. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/acrylamide-fact-sheet#how-are-people-exposed-to-acrylamidenbsp (Diakses pada 5 Oktober 2021)
  3. Link, Rachael. 2021. Can Eating Burnt Toast Cause Cancer?. https://www.healthline.com/nutrition/burnt-toast-cancer#bottom-line (Diakses pada 5 Oktober 2021)
  4. West, Helen. 2020. Acrylamide in Coffee: Should You Be Concerned?. https://www.healthline.com/nutrition/acrylamide-in-coffee (Diakses pada 5 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi