Terbit: 27 March 2023 | Diperbarui: 7 August 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Istilah tumor dan kanker sering digunakan oleh kita secara bergantian dan dapat membingungkan. Sebenarnya tumor dan kanker merupakan hal yang berbeda. Kata tumor hanya mengacu pada massa atau benjolan pada tubuh. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya dalam ulasan berikut.

Tumor: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Tumor?

Tumor adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan adanya suatu benjolan pada tubuh yang berasal dari pertumbuhan jaringan normal—atau jaringan yang seharusnya mati—secara berlebihan.

Tumor dapat terjadi pada semua bagian tubuh dan dapat bersifat jinak ataupun ganas. Apabila mendapat rangsangan atau stimuli yang berlebihan, tumor jinak dapat berubah menjadi ganas atau kanker.

Sebuah tumor jinak (benign tumor) masih dapat berkembang dan biasanya hanya menyebabkan kerusakan pada jaringan atau organ di dekatnya saja. Sedangkan tumor ganas (kanker), biasanya sudah ditemukan penyebaran di tempat lain.

Sebagai contoh, benjolan berisi cairan, jaringan parut atau bahkan lemak dapat memenuhi definisi suatu tumor. Sedangkan kanker sendiri adalah suatu jenis tumor yang mengancam. 

Jenis-jenis Tumor

Masing-masing jenis diberi nama berdasarkan bentuk dan jenis jaringan di mana kondisi ini muncul. Secara umum, kondisi tersebut dibedakan menjadi tiga, di antaranya: 

1. Tumor Jinak 

Tumor jenis ini tidak dapat menyebar atau tumbuh dengan sangat lambat. Selain itu, tumor jinak tidak berbahaya dan tidak berisiko memengaruhi bagian tubuh yang lain.

Meski demikian, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit atau masalah lain jika kondisinya menekan saraf atau pembuluh darah. Misalnya seperti: 

  • Fibroid

Fibroid atau fibroma merupakan tumor jinak yang dapat tumbuh pada jaringan fibrosa. Beberapa fibroma bisa menyebabkan gejala dan mungkin membutuhkan tindakan operasi. Dalam kasus yang cukup langka, fibroid dapat berubah menjadi fibrosarkoma yang merupakan kanker. 

  • Hemangioma

Tumor jinak ini terbentuk ketika jumlah pembuluh darah berlebihan. Kondisi ini bisa muncul dengan tanda seperti bentuk strawberry merah pada kulit atau pada beberapa kasus berkembang dalam tubuh. Umumnya, kondisi hemangioma muncul saat kelahiran dan menghilang seiring masa kanak-kanak. 

  • Adenoma

Benjolan atau tumor ini berekembang di jaringan epitel kelenjar, yang merupakan selaput tipis yang menutupi kelenjar, organ, dan struktur lain dalam tubuh. 

  • Lipoma

Kebanyakan lipoma berukuran kecil, tidak sakit, lembut saat disentuh, dan bisa bergerak. Jenis tumor jinak yang satu ini terbentuk dari sel-sel lemak. Biasanya, muncul di punggung, bahu, lengan, bokong, atau kaki bagian atas. 

2. Tumor Semi Ganas (Pra-Kanker) 

Pada kondisi ini sel-sel tumor belum berkembang menjadi kanker, tetapi punya potensi untuk menjadi ganas. Misalnya seperti: 

  • Displasia Serviks

Pada kondisi ini, perubahan terjadi pada sel yang melapisi serviks. Kemungkinan sel-sel ini ditemukan saat pemeriksaan pap smear. Tumor semi ganas displasia sering berasal dari human papillomavirus (HPV) infeksi yang umumnya menyerang usia muda. 

  • Actinic Keratosis

Actinic keratosis dikenal juga sebagai solar keratosis, yaitu pertumbuhan yang melibatkan bercak-bercak kulit berkerak, bersisik, dan tebal. Actinic keratosis cenderung terjadi pada orang berkulit putih. Paparan sinar matahari bisa meningkatkan risiko kondisi tumor ini. 

  • Metaplasia Paru-paru

Pertumbuhan tumor ini terjadi di bronkus (tabung yang membawa udara ke paru-paru). Terdapat lapisan pada bronkus yang mengandung sel kelenjar. Pada beberapa  orang, termasuk perokok,  sel kelenjar ini dapat berubah menjadi kanker.  

3. Tumor Ganas

Tumor ganas dapat disebut juga dengan kanker. Proses pertumbuhan tumor ganas cenderung cepat dan menyebar ke jaringan tubuh yang lain atau disebut dengan metastasis. 

Sel kanker bisa berpindah ke bagian tubuh yang lain dengan sel yang sama, namun sayangnya sel tersebut punya kemampuan menyerang organ lain. Contoh kondisi ini seperti: 

  • Karsinoma

Karsinoma terbentuk dari sel epitel. Sel ini terletak di kulit dan jaringan yang melapisi organ tubuh. Tumor ganas karsinoma dapat terjadi di perut, pankreas, prostat, usus besar, paru-paru, atau payudara. 

  • Sarkoma

Meski terdengar serupa, sarkoma berbeda dengan karsinoma. Kondisi ini muncul di jaringan penghubung di dalam tubuh, seperti tulang, tulang rawan, lemak, dan saraf. Sel tumor ganas ini diketahui berasal dari  sel-sel di luar sumsum tulang. 

  • Blastoma

Blastoma terbentuk dari jaringan atau sel embrionik yang berkembang. Kondisi penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan menyebabkan tumor di otak, mata, atau sistem saraf pusat. 

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Tumor Ganas dan Jinak

Gejala Tumor

Gejala utama dari tumor adalah terbentuknya benjolan yang dapat terlihat dengan mata pada bagian luar tubuh, namun tidak menutup kemungkinan dapat timbul pula pada bagian dalam tubuh sehingga tidak dapat terlihat secara kasat mata.

Selain itu, tumor dapat pula menimbulkan gejala lain tergantung jenis, lokasi dan derajat keparahan dari tumor itu sendiri.

Gejala tumor lainnya yang mungkin dapat disebabkan oleh tumor antara lain:

  • Demam.
  • Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Perdarahan atau memar yang tidak diketahui sebabnya.
  • Nyeri pada lokasi tumor itu berada.
  • Lemas atau pucat.
  • Sakit kepala.
  • Kadang dapat disertai penurunan kesadaran untuk kasus tumor yang berat.
  • Perubahan warna kulit tempat tumor itu berada.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter? 

Apabila ditemukan gejala seperti di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin. Terutama bila benjolan tersebut terus membesar ukurannya.

Meski banyak kondisi benjolan yang tergolong jinak, ada baiknya Anda tetap periksakan diri ke dokter setelah mendeteksi pertumbuhan atau gejala baru yang merujuk pada kondisi tumor. Misalnya lesi kulit atau bentuk tahi lalat yang tampak tidak biasa. 

Penyebab Tumor

Penyebab pasti suatu tumor masih belum diketahui secara pasti, dan dapat berbeda-beda tergantung jenis tumornya. Massa ini biasanya timbul sebagai akibat adanya ketidak-seimbangan antara pertumbuhan dan regenerasi sel.

Pertumbuhan sel baru yang yang berlebihan ataupun sel yang seharusnya mati namun tetap hidup dapat menyebabkan terbentuknya suatu tumor.

Faktor Risiko Tumor

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya suatu tumor, antara lain:

  1. Pola makan yang buruk, misalnya sering mengonsumsi makanan dengan pemanis buatan (aspartam, sakarin, dan natrium siklamat), makanan berlemak, makanan yang gosong (karena mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons dan yang bersifat karsinogenik), makanan dengan bahan pengawet.
  2. Merokok.
  3. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  4. Sering terpapar sinar matahari.
  5. Usia.
  6. Genetik (riwayat keluarga yang pernah menderita tumor sebelumnya)
  7. Infeksi virus atau bakteri
  8. Paparan sinar radiasi, seperti rontgen atau CT scan.
  9. Paparan bahan kimia (arsen atau asbes).
  10. Konsumsi obat-obatan imunosupresif.

Seberapa Umum Penyakit Tumor? 

Tumor merupakan kondisi yang umum terjadi, tidak hanya pada orang dewasa, tumor juga dapat dialami oleh anak-anak. Jutaan orang didiagnosis dengan berbagai jenis tumor setiap tahunnya.

Meski demikian, tumor dapat diatasi dengan mengurangi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko serta konsultasi dengan dokter sedini mungkin. 

Diagnosis Tumor

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari wawancara pasien (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya.

Berikut beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang umumnya diperlukan oleh dokter untuk menentukan tumor, di antaranya:

1. Pemeriksaan Darah Lengkap

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk melihat apakah ada salah satu komponen darah yang mengalami gangguan atau tidak, seperti pada penderita leukemia.

2. Tes Urine

Pemeriksaan ini juga sering dimintakan oleh dokter bila dicurigai adanya masalah pada sistem perkemihan.

3. Tumor Marker

Merupakan pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi adanya sel tumor. Pemeriksaan ini biasanya spesifik untuk jenis penyakit tumor tertentu.

4. Foto rontgen, USG, CT Scan, dan MRI

Pemeriksaan ini biasanya diperlukan untuk mengetahui lokasi, ukuran, dan penyebaran dari tumor tertentu.

5. Biopsi

Merupakan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyakit tumor tersebut jinak atau ganas.

Baca juga: Mengenal Biopsi, Porsedur untuk Menganalisis Jaringan Abnormal dalam Tubuh

Pengobatan Tumor

Penanganan setiap tumor berbeda-beda tergantung lokasi, bentuk, ukuran, sifat, jenis dan penyebarannya. Untuk tumor jinak yang memiliki ukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, biasanya tidak memerlukan penanganan apapun.

Dokter biasanya menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan berkala untuk melihat perkembangan tumor tersebut.

Namun apabila tumor tersebut menimbulkan gejala seperti nyeri, mengganggu estetika atau mengganggu fungsi organ tertentu, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan pengangkatan tumor mulai dari teknik pembedahan atau laser.

Sedangkan untuk tumor ganas atau kanker, biasanya pasien perlu mendapatkan penanganan khusus seperti:

  1. Kemoterapi. Terapi menggunakan obat-obatan antikanker.
  2. Radioterapi. Terapi kanker dengan menggunakan sinar khusus berenergi tinggi untuk menekan perkembangan sel kanker dan untuk mencegah penyebaran sel kanker.
  3. Hormonal terapi. Terapi yang menggunakan obat-obat hormonal untuk menekan pertumbuhan sel kanker.
  4. Pembedahan. Metode ini biasanya dikombinasikan dengan terapi lain seperti kemoradioterapi.
  5. Imunoterapi. Terapi dilakukan dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan perkembangan sel kanker itu sendiri.

Pada dasarnya, pengobatan dilakukan dengan derajat keparahan dan komplikasi yang ditimbulkan oleh sel tumor tersebut.

Pencegahan Tumor

Sebagian besar jenis kanker bisa dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Mengurangi makanan berlemak.
  • Meningkatkan asupan makanan berserat, sayuran berwarna hijau serta buah-buahan.
  • Konsumsi banyak makanan segar.
  • Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seksual
  • Jangan merokok
  • Kelola stres dengan baik.
  • Periksakan kesehatan tubuh secara berkala.

 

  1. Anonim. Tumor. https://medlineplus.gov/ency/article/001310.htm. (Diakses pada 17 Februari 2023) 
  2. Anonim. 2021. Tumor. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21881-tumor. (Diakses pada 17 Februari 2023) 
  3. Anonim. 2022. Benign Tumors. https://www.healthline.com/health/benign. (Diakses pada 17 Februari 2023) 
  4. Selchick Faith. 2022. What are The Different Types of Tumor?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249141. (Diakses pada 17 Februari 2023) 


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi