Terbit: 25 Januari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat kehamilan, ada beberapa kemungkinan gangguan janin, salah satunya adalah hidrops fetalis. Secara singkat, hidrops fetalis adalah kelainan pada janin yang ditandai dengan masuknya cairan ke dalam dua atau lebih rongga pada jaringan tubuh.

Mengenal Penyebab dan Gejala Kelainan Hidrops Fetalis pada Janin

Penumpukan ini bisa terjadi di rongga perut, rongga sekitar paru (efusi pleura), rongga sekitar jantung (efusi perikardium), dan jaringan di bawah kulit (edema kulit). Biasanya pemeriksaan USG sudah mampu mendeteksi kondisi kelainan ini. Hidrops fetalis juga kerap dikaitkan dengan produksi air ketuban yang berlebihan (polihidroamnion) dan penebalan plasenta.

Dilihat dari penyebabnya, hidrops fetalis dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:

1. Hidrops fetalis imun
Hal ini sering terjadi pada ibu yang memiliki rhesus darah berbeda dengan darah janin (Rh incompatibility). Keadaan ini menyebabkan tubuh ibu membentuk antibodi terhadap janin yang kemudian disalurkan melalui plasenta. Akibatnya, sel darah merah pada janin akan rusak sehingga janin mengalami anemia dan berbagai gangguan mekanisme keseimbangan cairan di seluruh tubuh janin. Hal ini juga disertai beberapa penumpukan cairan di beberapa jaringan tubuh janin.

2. Hidrops fetalis non-imun
Hidrops fetalis non-imun lebih sering terjadi dibandingkan jenis hidrops fetalis imun. Hal ini terjadi ketika janin terkena penyakit atau kelainan yang memngaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur cairan tubuh. Kondisi yang sering mendasari kondisi ini adalah adanya penyakit jantung atau paru, anemia, atau kelainan genetik pada kromosom.

Sejauh ini belum dapat ditemukan penyebab utama hidrops fetalis, namun para ahli menduga beberapa penyebab kelainan ini menjadi dua sumber utama yaitu riwayat kelainan ibu dan riwayat kelainan keluarga. Dari riwayat kelainan ibu, hal-hal yang memengaruhi antara lain rhesus negatif pada darah ibu, riwayat transfusi darah, masalah pembekuan darah, pernah melakukan transplantasi organ, virus, kelainan hemoglobin dan lain-lain.

Sedangkan dari riwayat kesehatan keluarga, hal-hal yang memengaruhi antara lain adalah riwayat anak kembar, riwayat bayi lahir dengan gejala kuning, pernah mengalami kematian janin, atau kelainan jantung bawaan pada kelahiran bayi sebelumnya.

Kelainan hidrops fetalis ini dapat dideteksi sejak kehamilan maupun saat bayi sudah lahir. Beberapa gejala yang tampak saat hamil di antaranya jumlah air ketuban berlebihan, penumpukan cairan di bagian perut, jantung, dan paru milik janin, penebalan plasenta dan pembesaran organ hati, limpa, dan jantung pada janin.

Sedangkan pada bayi yang sudah lahir, gejala yang ditampakkan adalah bayi yang tampak pucat, bayi kesulitan bernafas, dan penumpukan cairan pada seluruh bagian tubuh terutama di dalam perut bayi, juga pembesaran organ hati dan limpa bayi.

Pemeriksaan hidrops fetalis ini biasanya sudah bisa dilakukan pada trimester pertama atau kedua. Selain pemeriksaan USG, pemeriksaan darah janin juga dapat dilakukan untuk dapat mendeteksi hidrops fetalis. Cara lain yang sering digunakan adalah prosedur amniocentesis, yaitu mengambil sejumlah cairan ketuban untuk mengetahui ada tidaknya kelainan.

Mengingat hidrops fetalis adalah suatu kelainan yang serius, maka sebaiknya para ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sejak hamil untuk mendeteksi kelainan sejak dini.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi