Terbit: 24 February 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tidak sedikit ibu hamil bertanya bahwa normalkah janin sering aktif di malam hari? Wanita hamil biasanya mulai merasakan janin bergerak di trimester kedua baik siang maupun malam. Terkait bayi aktif di malam hari, yuk, ketahui sebab dan cara mengatasinya dalam penjelasan di bawah ini!

Janin Sering Aktif Bergerak di Malam Hari, Normalkah?

Janin Aktif di Malam Hari Normalkah?

Berdasarkan penelitian sejauh ini, Bunda tidak perlu khawatir bahwa merasakan gerakan dan tendangan janin dalam kandungan lebih sering di malam hari adalah hal yang normal.

Penelitian yang dilakukan oleh American Pregnancy Association menunjukkan bahwa bayi lebih aktif di malam hari. Ibu hamil mungkin merasakan tendangan yang sangat keras jika janin rewel tentang sesuatu. Ini mungkin karena ketidaknyamanan atau kurangnya ruang bagi janin untuk melakukan peregangan.

Dokter meyakini bahwa ketika janin tumbuh, ia lebih sadar akan sekitarnya dan kemudian mulai seperti bayi yang baru lahir, baik secara fisik maupun psikologis.

Bayi yang aktif dalam kandungan pada malam hari tidak dianggap berbahaya. Apalagi ketika hamil tua, janin 9 bulan aktif bergerak di malam hari.

Baca Juga: Hamil 21 Minggu, Gerakan Bayi Semakin Terkoordinasi

Kenapa Janin Aktif Bergerak di Malam Hari?

Ada beberapa teori utama mengapa bayi dalam kandungan lebih aktif di malam hari, berikut di antaranya:

1. Wanita hamil lebih peka gerakan janin di malam hari

Teori pertama menunjukkan bahwa ibu lebih sering merasakan adanya aktivitas janin di malam hari karena ibu biasanya lebih banyak diam tidur untuk istirahat, sehingga lebih peka terhadap gerakan janin dalam kandungan.

Sementara pada siang hari, di mana janin mungkin juga aktif bergerak dalam kandungan, ibu hamil mungkin kurang sadar gerakan janin karena sama-sama bergerak untuk beraktivitas.

2. Janin lebih waspada di malam hari

Teori kedua menunjukkan bahwa janin di dalam kandungan menjadi lebih waspada dan menendang lebih sering ketika si kecil tidak merasakan aktivitas apa pun di luar kandungan.

Setelah bayi lahir, ibunya secara naluriah membuat gerakan dan suara untuk membantu menenangkannya. Misalnya dengan menepuk, mengayun, dan mendiamkan adalah gerakan untuk membantu menenangkan bayi.

Jadi, masuk akal bahwa bahkan di dalam kandungan, janin lebih cenderung tidur untuk waktu yang lebih lama di siang hari ketika si kecil merasakan guncangan lembut di perut ibu.

3. Ritme sirkadian janin

Teori selanjutnya menunjukkan ada pola ritme sirkadian yang dimulai sejak janin masih dalam kandungan.

Ritme sirkadian adalah pada pola tidur-bangun alami selama periode 24 jam. Biasanya bayi baru lahir membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mengembangkan ritmenya sendiri.

Ketika menggunakan ultrasound dalam penelitian pada hewan, penelitian telah menemukan bahwa ritme sirkadian normal janin telah menunjukkan peningkatan gerakan janin aktif di malam hari.

Profesor Lesley McCowan, kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Auckland mengatakan bahwa jika bayi biasanya aktif di malam hari, yakinlah ini mungkin jam istirahat untuk orang dewasa, tetapi ini adalah jam aktif untuk janin.

Baca Juga: Mengapa Bayi Menendang di Dalam Perut? Berikut Faktanya!

Bagaimana Cara Membuat Janin Berhenti Menendang di Malam Hari?

Mungkin tidak ada yang bisa Bunda lakukan untuk menghentikan janin menendang perut di malam hari, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu Bunda tidur meskipun janin aktif sepanjang malam.

Berikut ini cara membuat janin berhenti menendang di malam hari:

  • Menggunakan bantal hamil yang dirancang khusus.
  • Batasi asupan cairan di malam hari, untuk menghindari bangun yang tidak perlu dan sering ke kamar mandi.
  • Hindari minuman berkafein setelah tengah hari, karena dapat membuat ibu dan janin lebih terjaga di malam hari.
  • Hindari makanan pedas dan makan besar di malam hari, gangguan pencernaan dan mulas lebih parah ketika ibu berbaring.
  • Berolahraga yang ringan secara teratur, setidaknya 30 menit per hari.

Ibu hamil mungkin pernah merasakan janin kurang aktif ketika berbaring telentang, tetapi sebagian besar pakar kesehatan menyarankan ini bukan cara yang baik.

Berat rahim selama kehamilan memberi tekanan pada vena cava inferior, merupakan vena yang membawa darah kembali ke jantung dari tubuh bagian bawah. Ini berarti berkurangnya aliran darah ke ibu dan janin.

 

  1. Brittingham, Emily. 2021. Why Is My Baby So Active At Night In The Womb?. https://www.bellybelly.com.au/pregnancy/why-is-my-baby-so-active-at-night-in-the-womb/ (Diakses pada 24 Februari 2022)
  2. Romita P. 2019. Baby Moves or Kicks in the Night During Pregnancy– Is it Safe?. https://parenting.firstcry.com/articles/baby-moves-or-kicks-in-night-when-you-are-pregnant-is-it-safe/ (Diakses pada 24 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi