Terbit: 2 August 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Polihidramnion atau polyhydramnios adalah kelebihan air ketuban di dalam rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang patut diwaspadai selama kehamilan. Simak selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya dalam penjelasan di bawah ini!

Polihidramnion: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Polihidramnion?

Polihidramnion adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak air ketuban di dalam kandungan selama kehamilan. Kelebihan air ketuban paling sering terjadi pada trimester ketiga.

Air ketuban adalah cairan yang melingkupi bayi di dalam rahim. Fungsi air ketuban adalah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan janin, memungkinkan janin bergerak, melindungi tali pusar, mempertahankan suhu hangat, serta melindungi benturan atau tekanan dari luar.

Normalnya kantong ketuban memiliki sekitar 800 mililiter air ketuban pada 34 minggu kehamilan, tetapi jumlah cairan akan berkurang menjadi sekitar 600 mililiter pada 40 minggu kehamilan.

Sebagian besar polihidramnion tidak menyebabkan masalah serius, baik bagi ibu maupun janin. Namun, kondisi yang berat dapat menyebabkan sesak napas hingga persalinan prematur.

Gejala Polihidramnion

Air ketuban menumpuk perlahan dan sebagian besar ibu hamil hampir tidak menyadari kelebihan air ketuban. Gejala polyhydramnios yang berat dapat terjadi akibat tekanan yang diberikan di dalam rahim dan organ di sekitarnya.

Berikut ini adalah gejala yang umum terjadi, di antaranya:

  • Pembesaran rahim.
  • Sesak di perut.
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Heartburn.
  • Sembelit.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya.
  • Pembengkakan di pinggul, paha, tungkai, atau kaki.
  • Kenaikan berat badan lebih dari yang diiharapkan.
  • Ketidaknyamanan atau kontraksi rahim.
  • Kesulitan merasakan bayi dalam kandungan.
  • Malposisi janin, di mana janin bergerak ke posisi yang salah dalam rahim.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Jika perut ibu hamil menjadi lebih besar dalam waktu yang sangat singkat, segera ke dokter untuk mengevaluasi kondisi karena hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Air Ketuban Merembes yang Mudah Anda Kenali

Penyebab Polihidramnion

Tidak jelas apa yang menjadi penyebab kelebihan air ketuban selama kehamilan. Dalam kasus ringan hanya 17% yang dikaitkan dengan penyakit yang mendasarinya

Meskipun penyebab pastinya sulit untuk diketahui, ada beberapa penyebab yang dapat meningkatkan risiko kondisi ini.

Berikut ini kemungkinan penyebab polihidramnion, di antaranya:

  • Suatu kondisi yang menyebabkan janin buang air kecil terlalu banyak.
  • Masalah menelan, seperti penyakit sumbing langit-langit atau tumor.
  • Cacat lahir yang memengaruhi sistem pencernaan atau saraf bayi, seperti spina bifida atau sindrom Down.
  • Anemia, infeksi, atau masalah jantung pada bayi.
  • Kehamilan dengan lebih dari satu bayi.
  • Kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan atau diabetes gestasional.
  • Masalah dengan plasenta.
  • Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi.
  • Masalah detak jantung pada bayi.
  • Infeksi selama kehamilan.

Diagnosis Polihidramnion

Dokter kandungan mungkin akan memeriksa dan menanyakan gejala yang Anda keluhkan. Beri tahu dokter jika janin bergerak lebih dari biasanya, atau jika ada cairan yang keluar dari vagina.

Selain itu, beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda gunakan. Pemeriksaan lainnya mungkin diperlukan untuk membantu mendiagnosis kelebihan air ketuban.

Berikut ini adalah tes diagnosis yang mungkin direkomendasikan:

  • Ultrasonografi (USG). Tes ini digunakan untuk mengetahui jumlah air ketuban di dalam rahim. Gambar USG juga dapat menunjukkan ukuran janin dalam kandungan.
  • Amniosentesis. Ini adalah prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel air ketuban dari rahim. Cairan tersebut mengandung sel-sel yang dapat diuji untuk mengetahui cacat lahir dan masalah lainnya.
  • Tes tantangan glukosa. Tes digunakan untuk menemukan jumlah glukosa (gula) dalam darah. Jumlah yang meningkat mungkin tanda diabetes gestasional. Ibu hamil harus berpuasa semalaman dan kemudian minum cairan manis. Kadar gula darah akan diuji setiap jam selama 3 jam berturut-turut.
  • Fetal nonstress test (BST). Tes BST digunakan untuk memeriksa bagaimana detak jantung janin berubah ketika bergerak. Ibu hamil akan memakai alat khusus di perut yang berguna untuk mengukur detak jantung janin. Mungkin ibu hamil perlu makan atau minum sesuatu untuk membuat bayi lebih aktif.
  • Profil biofisik. Selain berguna untuk memeriksa jumlah cairan ketuban di dalam rahim, tes ini juga berguna untuk memeriksa pernapasan dan gerakan bayi.

Cara Mengatasi Polihidramnion

Kelebihan air ketuban yang ringan dapat menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi biasanya tidak memerlukan perawatan dan akan sembuh seiring waktu. Terkadang, mengobati penyebab yang mendasarinya (seperti diabetes) dapat mengatasi polihidramnion.

Jika memiliki polyhydramnios yang berat, Anda mungkin mengalami persalinan dini, masalah pernapasan, atau sakit perut. Dalam kondisi seperti itu, mungkin Anda memerlukan perawatan sesegera mungkin dan bahkan rawat inap.

Berikut ini beberapa cara mengatasi polihidramnion, meliputi:

1. Drainase cairan ketuban

Dokter akan mengalirkan kelebihan air ketuban dari rahim menggunakan cara amniosentesis untuk mengeluarkan cairan.

Namun, prosedur drainase memiliki beberapa risiko komplikasi seperti persalinan dini, pelepasan plasenta, dan pecahnya kantung ketuban.

2. Obat-obatan

Anda mungkin akan diresepkan obat-obatan oral seperti indomethacin. Obat ini membantu mengurangi produksi urine janin dan jumlah air ketuban. Namun, obat ini harus dikonsumsi sebelum 31 minggu kehamilan.

Obat-obatan bagaimanapun dapat menimbulkan risiko masalah jantung pada bayi. Dokter mungkin akan memantau jantung bayi menggunakan ekokardiogram dan USG. Obat mungkin memiliki beberapa efek samping seperti mual, muntah, mulas, dan gastritis atau peradangan di perut.

Setelah perawatan, dokter akan terus memantau jumlah air ketuban setiap beberapa minggu.

Baca Juga: Emboli Air Ketuban: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dll

Komplikasi Polihidramnion

Jika ibu hamil mengalami polyhydramnios yang berat pada minggu-minggu awal kehamilan, Bumil mungkin berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Berikut ini komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Kelahiran prematur.
  • Pertumbuhan bayi yang berlebihan.
  • Ketuban pecah dini.
  • Solusio plasenta, plasenta terlepas dari rahim sebelum melahirkan.
  • Prolaps tali pusat, tali pusat keluar dari rahim sebelum bayi.
  • Operasi caesar.
  • Pendarahan hebat.
  • Bayi lahir mati (stillbirth).

Apakah Polihidramnion Bisa Dicegah?

Kelebihan air ketuban selama kehamilan mungkin sulit untuk dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa membantu Anda mengurangi risiko mengalami kondisi ini, di antaranya:

  • Minum vitamin untuk kehamilan, misalnya asam folat.
  • Makan makanan bergizi, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, daging rendah lemak, dan produk susu rendah lemak.
  • Mengontrol masalah kesehatan atau penyakit yang dimiliki.
  • Berhenti merokok jika Anda perokok.

 

  1. Anonim. 2022. Polyhydramnios. https://www.drugs.com/cg/polyhydramnios.html. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  2. Anonim. 2019. Polyhydramnios. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17852-polyhydramnios. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  3. Anonim. 2020. Polyhydramnios. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polyhydramnios/symptoms-causes/syc-20368493. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  4. Kunde, Roma. 2022. What to Know About Polyhydramnios. https://www.webmd.com/baby/what-to-know-about-polyhydramnios. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  5. Marple, Kate. 2021. Too much amniotic fluid (polyhydramnios). https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/excessive-amniotic-fluid-polyhydramnios_1200199. (Diakses pada 2 Agustus 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi