Terbit: 18 May 2018 | Diperbarui: 31 August 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Penggumpalan darah di kaki saat hamil adalah salah satu keluhan yang kerap ditemui. Kondisi ini disebut dengan trombosis vena dalam atau disingkat DVT (deep vein thrombosis). Kenali penyebab hingga cara mengobatinya berikut ini.

Seputar Penggumpalan Darah di Kaki saat Hamil

Penyebab Penggumpalan Darah di Kaki saat Hamil

Penggumpalan darah di dalam tubuh sebenarnya merupakan proses yang berbahaya dan justru dibutuhkan saat Anda terluka dan kehilangan banyak darah. Namun, Anda perlu waspada jika penggumpalan darah terjadi tanpa cedera apa pun.

Pada kehamilan, penggumpalan darah termasuk kondisi yang umum ditemui. Bahkan, wanita hamil lebih berisiko 5 kali lebih besar mengalaminya dibandingkan dengan wanita yang sedang tidak hamil.

Kejadian penggumpalan darah di kaki saat hamil disebabkan oleh meningkatnya jumlah produksi protein khusus yang bertindak dalam membekukan darah. Sementara itu, protein lain yang berperan dalam mengencerkan darah hanya diproduksi sedikit. Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan adanya gumpalan darah yang tidak kunjung larut.

Selain karena alasan tersebut, penggumpalan darah saat hamil juga dapat disebabkan oleh perubahan ukuran rahim. Dengan membesarnya rahim selama kehamilan, pembuluh darah di tubuh bagian bawah akan tertekan sehingga dapat menghambat aliran darah balik ke jantung.

Baca JugaRisiko Hamil Tua Usia 35 Tahun ke Atas

Faktor Risiko Penggumpalan Darah di Kaki saat Hamil

Seorang wanita akan lebih berisiko mengalami pembekuan darah saat hamil jika memiliki berbagai kondisi berikut:

  • Riwayat keluarga dengan pembekuan darah atau gangguan pembekuan darah.
  • Hamil saat berusia di atas 35 tahun.
  • Kurang aktif bergerak selama kehamilan.
  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, atau masalah paru.
  • Mengalami infeksi berat akibat luka, misalnya patah tulang.
  • Kehamilan kembar.
  • Menjalani persalinan dengan operasi caesar.
  • Kebiasaan merokok.
  • Memiliki varises pada kaki yang parah.
  • Dehidrasi.

Gejala Penggumpalan Darah di Kaki pada Ibu Hamil

Penggumpalan darah tidak selalu terjadi pada kehamilan. Namun, ibu hamil tetap berisiko mengalaminya.

Kondisi ini dapat menimpa di usia kehamilan berapa pun. Ibu yang baru 6 minggu melahirkan juga masih berisiko untuk mengalaminya.

Gejala penggumpalan darah di kaki tidak selalu tampak. Namun, masalah kesehatan ini dapat menimbulkan pembengkakan pada kaki.

Selain itu, kulit di daerah kaki bisa terasa hangat atau panas, kemerahan, dan terasa nyeri yang mirip kram parah. Sebagian besar kasus pembengkakan darah di kaki terjadi di kaki kiri.

Beda Penggumpalan Darah di Kaki saat Hamil dengan Kram Otot

Keluhan nyeri pada kaki sering kali terjadi selama kehamilan. Ibu hamil juga rentan mengalami kram otot pada bagian betis. Namun, penting untuk membedakan antara penggumpalan darah di kaki dengan kram otot.

Beberapa perbedaan yang dapat diamati, yaitu:

1. Gejala

Perbedaan pertama bisa terlihat dari gejala kemunculannya. Penggumpalan darah di kaki saat hamil biasanya diawali dengan gejala ringan, lalu meningkat secara bertahap dalam beberapa hari.

Sementara itu, kram otot umumnya muncul secara tiba-tiba dan sangat parah. Namun, keluhan hanya berlangsung dalam hitungan detik hingga menit sebelum akhirnya menghilang. Selain itu, kram otot juga sering kali berlangsung di malam hari.

Baca JugaPenyebab Kaki Bengkak saat Hamil dan Cara Mengatasinya

2. Pembengkakan

Pembengkakan akibat adanya penggumpalan darah di kaki bisa hanya menimpa sebelah kaki yang terkena. Kondisi ini akan terus bertahan, bahkan jika Bumil mengubah posisi kaki lebih tinggi selama beberapa jam.

Di sisi lain, kram kaki yang merupakan tanda suatu penyakit—misalnya penyakit ginjal—dapat memicu pembengkakan. Kondisi ini tergolong normal dan berlangsung sepanjang waktu.

3. Tampilan

Salah satu perbedaan yang bisa diamati dari penggumpalan darah dan kram otot adalah tampilan yang terkena. Adanya gumpalan darah bisa memicu kemerahan dan rasa hangat pada kaki. Kondisi ini jarang ditemukan pada kram kaki.

Adakah Efeknya untuk Bayi?

Gumpalan darah di kaki saat hamil tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi ibu hamil. Apakah kondisi ini memengaruhi janin di dalam kandungan?

Ternyata penggumpalan darah alias DVT yang menimpa ibu hamil biasanya tidak memengaruhi bayi, kecuali jika terjadi komplikasi serius.

Meski tidak berdampak khusus pada bayi Anda, adanya gumpalan darah sebaiknya ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan efek jangka panjang pada tubuh.

Apabila ukuran gumpalan kecil, ibu hamil mungkin tidak mengalami gejala yang mengganggu. Sebaliknya, penggumpalan yang cukup besar dapat terlepas, lalu berjalan balik ke arah paru-paru. Akibatnya, keluhan nyeri dada dan sulit bernapas dapat dirasakan.

Selain itu, penggumpalan darah yang tidak ditangani bisa menyebabkan pembengkakan permanen pada vena dan retensi cairan.

Baca JugaBeragam Penyebab dan Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Cara Mengobati Penggumpalan Darah di Kaki saat Hamil

Penanganan penggumpalan darah di kaki saat hamil dapat dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah seperti heparin. Obat ini diberikan melalui suntikan pada bagian kaki yang terdampak.

Obat tergolong aman bagi bayi di dalam kandungan sehingga dapat digunakan setiap hari oleh ibu hamil. Suntikan biasanya diberikan selama sisa kehamilan dan setidaknya sampai 6 minggu setelah kelahiran bayi.

Selain mencegah gumpalan darah semakin membesar, obat tersebut dapat membantunya cepat larut sehingga dapat menurunkan risiko gumpalan darah.

Selain perawatan medis, ibu hamil juga dapat melakukan berbagai upaya untuk menangani penggumpalan darah di kaki saat hamil, seperti selalu bergerak aktif dan menggunakan stoking kompresi.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu mengenai jenis aktivitas yang aman selama kehamilan dan penggunaan stoking kompresi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2021. Deep Vein Thrombosis in Pregnancy. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/complications/deep-vein-thrombosis/. (Diakses pada 20 Juli 
  2. Anonim. 2023. Blood Clots and Pregnancy. https://www.cdc.gov/ncbddd/dvt/pregnancy.html. (Diakses pada 20 Juli 2023).
  3. Anonim. DVT vs Leg Cramp: What’s the Difference? https://www.veinvascular.com/vein/dvt-vs-leg-cramp-whats-difference/. (Diakses pada 20 Juli 2023).
  4. Gillespie, Claire. 2023. What You Should Know About Deep Vein Thrombosis (DVT) in Pregnancy. https://www.healthline.com/health/dvt-in-pregnancyn the Leg? https://www.goodrx.com/conditions/deep-vein-thrombosis/leg-cramps-vs-dvt. (Diakses pada 20 Juli 2023).
  5. Jan, Joanna. 2021. How Do I Tell the Difference Between a Cramp and a Blood Clot in the Leg? https://www.goodrx.com/conditions/deep-vein-thrombosis/leg-cramps-vs-dvt. (Diakses pada 20 Juli 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi