Terbit: 14 Desember 2021 | Diperbarui: 18 Februari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Ada banyak cara untuk mengatasi masalah psikologi, salah satunya adalah dengan menjalani terapi humanistik. Terapi humanistik adalah pengembangan dari psikologi humanistik, sebuah cabang psikologi yang menganggap setiap manusia itu baik. Alih-alih memandang mereka dari satu sisi, terapi ini akan menyelesaikan masalah secara lebih holistik.

Mengenal Terapi Humanistik: Jenis, Teknik, dan Fungsinya

Apa Itu Terapi Humanistik?

Terapi humanistik adalah jenis psikoterapi yang fokus pada seseorang secara individual dengan keunikan, potensi, dan kemampuannya masing-masing. Alih-alih terfokus pada masalah seseorang, terapi ini akan membantu mereka untuk mengatasi persoalannya menggunakan kekuatan pribadi.

Dengan menghargai setiap karakteristik positif dan kemampuan seseorang, terapi humanistik akan mendorong mereka untuk menyembuhkan diri sendiri serta menemukan kekuatan terpendam masing-masing.

Baca Juga: Psikoterapi: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Manfaat

Jenis-Jenis Terapi Humanistik

Beberapa jenis terapi humanistik antara lain:

1. Terapi Berpusat pada Klien

Terapi berpusat kepada klien atau orang yang akan dibantu. Terapis psikologis akan terlibat dalam pendekatan tidak langsung untuk mencoba menerjemahkan persoalan yang sedang klien alami.

Terapis juga akan memberikan empati dan dukungan tanpa syarat, termasuk menyetujui dengan langkah yang akan dilakukan pasien—walaupun tadinya dia tidak setuju.

2. Terapi Eksistensial

Terapi eksistensial humanistik adalah cara terapis untuk membantu pasien memahami arti dan posisi mereka di alam semesta. Terapis psikologi juga akan membantu pasien mengeksplorasi hal-hal yang akan membawa arti di dalam hidup mereka.

Pasien akan belajar untuk tanggung jawab pada pilihan mereka. Serta memahami bahwa mereka memiliki kekuatan untuk mengubah hidup—dalam artian memberi makna lebih serta menentukan tujuan hidup mereka.

3. Terapi Gestalt

Terapis psikologi akan terfokus pada kehidupan pasien dan apa yang dialaminya saat ini, bukan apa yang mereka alami di masa lalu.

Jenis terapi humanistik ini akan mengajarkan pasien untuk memahami dan mengendalikan emosi diri—kemudian menyelesaikan konflik di dalam diri mereka sendiri.

Biasanya terapis akan meletakkan sebuah kursi kosong di depan tempat duduk pasien, lalu pasien akan mengobrol dengan ‘manusia imajinatif’ yang duduk disana. Terapi ini juga disebut terapi kursi kosong.

4. Logoterapi

Teknik terapi humanistik ini akan terfokus pada bagaimana membantu pasien untuk menemukan cara mereka dalam mengatasi masalah hidup, serta untuk menemukan arti dan tujuan hidup mereka.

Jenis terapi ini percaya bahwa menemukan arti hidup akan meningkatkan kemampuan  dan kesehatan mental—juga mengurangi gejala depresi, kesedihan yang mendalam, kecemasan, dan trauma.

5. Terapi Naratif

Terapis psikologi akan membantu pasien untuk mengidentifikasikan nilai dan kemampuan mereka. Caranya dengan memfokuskan diri kepada pengalaman dan kisah hidupnya.

Jenis terapi humanistik ini akan membantu pasien untuk melihat diri mereka secara terpisah dari masalah-masalah yang dihadapi.

Baca Juga: Terapi Konversi untuk Menyembuhkan LGBT, Efektifkah?

Teknik Terapi Humanistik

Dalam menjalankan setiap jenis terapi humanistik, terapis menggunakan beberapa teknik yang didesain untuk mendukung pasien menuju perubahan positif.

Teknik-teknik tersebut adalah:

  • Kongruen

Teknik ini adalah teknik dasar dalam terapi humanistik. Cara menggunakan teknik kongruen, terapis akan bersikap terbuka, otentik dan mendukung saat berinteraksi dengan pasien.

  • Pengertian dan Empati

Teknik ini akan menjadikan terapis tidak hanya mendengarkan dan mengerti perasaan dan perkataan klien, tetapi juga mengkomunikasikan pengertian mereka tersebut. Klien harus merasa bahwa mereka didengar, dimengerti, dan dilihat secara utuh.

  • Mendengar secara Reflektif

Teknik ini termasuk mendengarkan secara aktif keluhan dan cerita klien, kemudian meringkas kisah tersebut dengan bahasa terapis sendiri. Strategi ini dapat menguatkan apa yang dikatakan dan dirasakan klien.

Membuat mereka bisa merefleksikan kembali hal-hal tersebut dengan bahasa mereka sendiri, serta meluruskan kemungkinan salah paham antara klien dan terapis.

  • Penerimaan Positif Tanpa Syarat

Teknik penerimaan positif tanpa syarat dijalankan dengan cara terapis akan menerima klien tanpa penghakiman. Ciri-cirinya adalah terapis mampu menunjukkan sikap peduli dan tidak menggurui.

Hal ini sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri pasien dan mendorong kemampuan personal mereka, serta sikap mawas diri.

Teknik-teknik terapi humanistik di atas akan membantu mereka lebih menghargai diri sendiri. Terapis akan fokus pada pemecahan masalah tertentu dan mendorong pasien untuk melihat bahwa diri mereka mampu mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

Baca Juga: Sound Healing, Terapi Musik yang Mengobati Masalah Fisik dan Mental

Fungsi Terapi Humanistik

Terapi humanistik adalah salah satu bagian dari terapi narasi—artinya pasien akan bercerita lalu terapis akan menerima dan mendorong mereka untuk menyembuhkan diri sendiri. karena itu kegunaan terapi ini dapat mencakup masalah mental yang luas.

Misalnya:

Bahkan terapi ini cocok untuk mereka yang tidak memiliki gangguan mental spesifik, namun ingin meningkatkan potensi dan kemampuan mereka agar dapat lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Salah satu contoh kasus terapi humanistik adalah dalam mengatasi perilaku abusive atau menyakiti diri sendiri. Terapis dapat membantu menemukan apa tujuan pasien melakukan perilaku itu setelah mendengarkan cerita dari pasien.

Terapis lalu mengambil jenis terapi gestalt untuk diaplikasikan pada kasus. Pasien diminta menentukan siapa yang akan didudukkan di kursi kosong dan diajak bicara.

Terapis akan menemukan alasan-alasan dibalik perasaan dan pengalaman pasien untuk kemudian membantunya memetakan masalah, menemukan kekuatan diri, hingga akhirnya menemukan solusi.

Terapi humanistik akan melihat pasien atau klien sebagai manusia yang utuh dan unik. Masalah yang terjadi pada pasien sebenarnya memiliki solusi tersendiri yang sudah ada di dalam diri mereka. Terapis hanya sebagai penuntun jalan agar pasien dapat menemukan solusi tersebut.

 

  1. Cherry, Kendra. 2021. What Is Humanistic Therapy? https://www.verywellmind.com/humanistic-therapy-definition-types-techniques-and-efficacy-5203657. (Diakses pada 10 Desember 2021).
  2. Raypole, Crystal. 2019. Is Humanistic Therapy Right for You? https://www.healthline.com/health/humanistic-therapy. (Diakses pada 10 Desember 2021).
  3. WebMD Editorial Contributors. 2021. What is Humanistic Psychology and Humanistic Therapy? https://www.webmd.com/mental-health/humanistic-psychology-and-humanistic-therapy. (Diakses pada 10 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi