Terbit: 4 May 2023
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Kanker pankreas adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya karena sering kali sulit dideteksi dan biasanya baru terasa saat sudah stadium lanjut. Simak informasi lengkap tentang gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya di bawah ini. 

Kanker Pankreas: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Kanker Pankreas? 

Kanker pankreas adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam jaringan pankreas. Pankreas adalah kelenjar atau organ endokrin yang berada di belakang lambung. Pankreas berperan penting dalam pencernaan untuk memproduksi enzim yang dibutuhkan tubuh dalam mencerna lemak, karbohidrat, dan protein.

Pankreas juga memproduksi dua hormon penting yaitu glukagon dan insulin. Kedua hormon ini berfungsi dalam mengendalikan metabolisme glukosa (gula).

Insulin bekerja membantu sel memetabolisme glukosa untuk menghasilkan energi, sedangkan glukagon membantu meningkatkan kadar glukosa.

Kanker pankreas lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Umumnya, dialami oleh pasien yang sudah lanjut usia. 

Jenis kanker ini dapat memengaruhi bagian pankreas yang menghasilkan enzim pencernaan (pankreas eksokrin) atau bagian pankreas yang menghasilkan hormon seperti insulin dan glukagon.

Keganasan pankreas eksokrin lebih umum terjadi dengan jenis yang paling sering muncul yakni kanker jaringan kelenjar atau adenokarsinoma. 

Gejala Kanker Pankreas

Kanker jenis ini biasanya terlalu kecil untuk menyebabkan gejala dan gejalanya kemudian sering kali tidak spesifik. Bahkan ketika kanker tumbuh, beberapa gejala yang paling umum menjadi tidak tampak.

Adapun gejala kanker pankreas yang jarang disadari, antara lain:

  • Tidak nafsu makan.
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas.
  • Sakit perut yang menjalar ke punggung bawah.
  • Penggumpalan darah.
  • Kulit dan mata tampak kuning (penyakit kuning).
  • Kulit gatal.
  • Urine berwarna gelap.
  • Feses berwarna terang.
  • Kelelahan.

Selain tanda-tanda di atas, penyakit ini sering kali memicu masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan depresi. Meski demikian, penyakit tersebut umumnya tidak disadari oleh penderita sebagai bagian dari gejala kanker pankreas. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala yang tidak dapat dijelaskan dan mengkhawatirkan. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala-gejala ini, untuk itu dokter mungkin dapat memeriksa kondisi apakah hal tersebut terkait dengan kanker pankreas.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Pankreas bagi Tubuh dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Penyebab Kanker Pankreas

Apa yang menjadi penyebab kanker ini belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini, termasuk merokok dan memiliki mutasi gen bawaan.

Mutasi gen bisa diwariskan dari orang tua, bisa juga dimiliki seseorang setelah dilahirkan. Beberapa jenis gen yang rentan bermutasi dan menyebabkan penyakit kanker pankreas yaitu p16, TP53, KRAS, BRAF, dan DPCA (SMAD4)

Meski tidak diketahui dengan jelas apa saja penyebab kondisi ini, kanker ini dapat terjadi ketika sel-sel di pankreas mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA. DNA memberikan instruksi pada sel-sel untuk tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel-sel normal akan mati. Sel yang menumpuk ini dapat membentuk tumor.

Jika dibiarkan dan tidak segera diobati, sel-sel kanker dapat menyebar ke organ dan pembuluh darah di sekitarnya dan dapat menjalar ke bagian tubuh yang lebih jauh.

Faktor Risiko

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker pankreas, antara lain:

  • Merokok.
  • Kegemukan (obesitas).
  • Diabetes.
  • Peradangan kronis pankreas (pankreatitis).
  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Riwayat keluarga dengan kanker pankreas.
  • Riwayat keluarga dari sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch, dan familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM) syndrome.

Sebuah penelitian mengungkapkan, kombinasi merokok, riwayat diabetes, dan pola makan yang buruk dapat meningkatkan risiko kanker ini.

Seberapa Umum Penyakit Kanker Pankreas Terjadi?

Penyakit kanker pankreas cukup umum menyerang masyarakat Indonesia. Melansir dari Globocan, di tahun 2018, tercatat sekitar  4.940 jiwa dengan angka kematian mencapai 4.812 jiwa. 

Diagnosis Kanker Pankreas

Jika pasien diduga memiliki ciri-ciri kanker pankreas, dokter mungkin meminta pasien menjalani satu atau beberapa tes. Sebelumnya, dokter akan bertanya tentang gejala, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Berikut ini beberapa tes yang mungkin disarankan oleh dokter untuk mendiagnosis kanker pankreas, di antaranya:

1. Tes Pencitraan

Tes ini membantu memudahkan dokter melihat organ dalam pasien melalui gambar, termasuk pankreas. Tes yang digunakan untuk mendiagnosis kanker termasuk ultrasound, computed tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI), atau dengan positron emission tomography (PET).

2. Endoscopic Ultrasound (EUS)

Tes ini menggunakan perangkat ultrasonografi (USG) untuk menghasilkan gambar pankreas melalui perut. Alat ini berupa selang tipis fleksibel (endoskopi) yang disematkan lampu dan kamera mikro, yang kemudian dimasukkan melalui kerongkongan sampai ke perut untuk menghasilkan gambar pankreas.

3. Biopsi

Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Sering kali sampel jaringan dikumpulkan selama EUS dengan melalui alat khusus melalui endoskop. Terkadang sampel jaringan dikumpulkan dari pankreas dengan memasukkan jarum ke kulit dan masuk ke pankreas (aspirasi jarum halus).

4. Tes Darah

Tes selanjutnya pengujian darah untuk protein spesifik (penanda tumor) yang dikeluarkan oleh sel-sel kanker. Salah satu tes penanda tumor yang digunakan pada kanker pankreas disebut CA19-9.

Tes ini mungkin bermanfaat untuk memahami bagaimana kanker merespons pengobatan. Namun tes darah tidak selalu dapat diandalkan bagi beberapa penderita kanker pankreas yang tidak memiliki kadar CA19-9 yang meningkat. Dari pemeriksaan lab darah juga bisa didapatkan peningkatan enzim amilase dan lipase.

Baca juga: Diabetes dan Kaitannya dengan Peningkatan Risiko Kanker

Jenis Kanker Pankreas

Pada dasarnya kanker ini memiliki dua jenis, tentu dengan gejala penyebab, faktor risiko, diagnosis, dan perawatan yang berbeda-beda.

1. Adenokarsinoma Pankreas

Jenis ini berkembang di kelenjar eksokrin pankreas. Kebanyakan sel di pankreas adalah sel eksokrin yang membuat enzim pankreas atau membentuk saluran pankreas. Sekitar 95 persen kanker pankreas adalah adenokarsinoma pankreas.

2. Pancreatic Neuroendocrine Tumors (NETs)

Jenis kanker yang kurang umum ini dapat berkembang dalam sel-sel endokrin pankreas. Sel ini berfungsi membuat hormon, termasuk membantu mengontrol gula darah.

Pengobatan Kanker Pankreas

Pengobatan tergantung pada stadium kanker yang dialami. Langkah ini memiliki dua tujuan, yakni membunuh sel kanker dan mencegah penyebarannya.

Berikut adalah beberapa perawatan untuk menyembuhkan kanker pankreas, di antaranya:

1. Operasi

Operasi kanker dapat dilakukan berdasarkan lokasi dan stadium kanker. Operasi dapat mengangkat seluruh atau sebagian pankreas. Prosedur ini dapat menghilangkan tumor, tetapi tidak akan menghilangkan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, operasi mungkin tidak cocok bagi penderita kanker stadium lanjut.

2. Terapi Radiasi

Kanker yang menyebar di luar pankreas harus sesegera mungkin mendapatkan pengobatan, yakni terapi radiasi atau radioterapi. Terapi radiasi adalah pengobatan yang menggunakan sinar X dan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

3. Kemoterapi

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menggabungkan perawatan lain dengan kemoterapi, yang menggunakan obat pembunuh kanker untuk membantu mencegah pertumbuhan sel kanker di kemudian hari.

4. Targeted Therapy

Jenis pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan atau tindakan lain yang secara khusus menargetkan sel-sel kanker dan bekerja untuk menghancurkannya. Obat-obatan ini dirancang untuk tidak merusak sel-sel sehat atau normal.

5. Pengobatan Alternatif

Penderita kanker stadium lanjut yang tidak menunjukkan respons terhadap pengobatan medis, pengobatan alternatif mungkin dapat membantu meringankan gejala kanker pankreas atau perawatan paliatif.

Berikut sejumlah terapi alternatif yang dapat membantu mengatasi kesulitan menghadapi kanker pankreas:

  • Akupunktur.
  • Terapi pijat.
  • Meditasi.
  • Latihan relaksasi.
  • Olahraga.
  • Terapi seni.
  • Terapi musik.
  • Kerohanian.

Baca Juga: Tanda Kemoterapi Anda Berhasil dan Cara Mengetahuinya

Komplikasi Kanker Pankreas

Ketika kanker berkembang dan menjalar ke bagian tubuh yang lebih jauh, kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi seperti:

1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan dapat terjadi karena kanker mengambil energi tubuh. Mual dan muntah yang disebabkan oleh perawatan kanker atau tumor yang menekan perut mungkin membuatnya sulit untuk makan. Inilah yang membuat bobot tubuh berkurang.

2. Penyakit Kuning (Jaundice)

Kanker yang menyumbat saluran empedu hati dapat menyebabkan penyakit kuning. Penyakit ini ditandai kulit dan mata yang kuning, urine berwarna gelap, dan tinja berwarna pucat.

3. Mengalami Rasa Sakit

Tumor yang tumbuh dapat menekan saraf di perut dan menyebabkan rasa sakit yang bisa menjadi parah. Biasanya, penggunaan obat pereda nyeri dapat membantu pasien merasa lebih nyaman.

Perawatan lainnya seperti radiasi dan kemoterapi dapat membantu memperlambat pertumbuhan tumor dan mengurangi rasa sakit.

4. Penyumbatan di Usus

Pertumbuhan kanker ini dapat menekan usus kecil (duodenum) dan pada akhirnya menghambat aliran makanan yang dicerna dari perut ke usus. Dokter mungkin akan menyarankan peletakan selang (stent) di usus kecil untuk menahannya.

Pencegahan Kanker Pankreas

Penyebab kanker ini tidak diketahui secara pasti, yang berarti belum diketahui bagaimana langkah-langkah untuk mencegah kanker. Namun, beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker ini dapat dicegah, kecuali jenis kelamin, usia, dan DNA.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup atau pola hidup sehat yang dapat mengurangi risiko kanker:

  • Berhenti merokok.
  • Rajin berolahraga.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  • Mengurangi konsumsi daging merah.

Segera lakukan pemeriksaan dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda kanker pankreas, terlebih jika Anda termasuk dalam kategori orang yang lebih berisiko.

Konsultasikan pada dokter mengenai riwayat kesehatan Anda dan keluarga agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat.

 

  1. Anonim. 2020. Pancreatic cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatic-cancer/symptoms-causes/syc-20355421. (Diakses pada 28 Februari 2023)
  2. Anonim. 2019. What Is Pancreatic Cancer?. https://www.cancer.org/cancer/pancreatic-cancer/about/what-is-pancreatic-cancer.html. (Diakses pada 28 Februari 2023) 
  3. Anonim. 2020. Indonesia. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf. (Diakses pada 28 Februari 2023) 
  4. Anonim. Providing Unwavering Support To Families Fighting Pancreatic Cancer. https://www.npcf.us/. (Diakses pada 28 Februari 2023) 
  5. Brazier, Yvette. 2018. What you should know about pancreatic cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323423#diagnosis. (Diakses pada 28 Februari 2023)
  6. Moore, Kristeen dan Kimberly H. 2019. Everything You Need to Know About Pancreatic Cancer. https://www.healthline.com/health/pancreatic-cancer. (Diakses pada 28 Februari 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi