Terbit: 21 Januari 2022 | Diperbarui: 24 Mei 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Tanda kemoterapi berhasil dapat Anda ketahui melalui serangkaian prosedur pemeriksaan medis. Salah satu tandanya ketika ukuran tumor mengecil atau statis. Selain itu, kenali tanda lainnya dan cara mengetahui efektivitas kemo berikut ini!

Tanda Kemoterapi Anda Berhasil dan Cara Mengetahuinya

Apa itu Kemoterapi?

Kemoterapi atau kemo, adalah perawatan dengan obat yang menggunakan bahan kimia kuat untuk membunuh sel-sel kanker yang tumbuh cepat di tubuh. Kemoterapi biasanya untuk mengobati kanker.

Ada berbagai macam obat kemoterapi yang tersedia. Obat kemoterapi bisa digunakan sendiri atau dalam kombinasi untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Meskipun efektif mengobati banyak jenis kanker, pengobatan kemoterapi juga memiliki risiko efek samping. Beberapa efek samping kemoterapi ringan dan dapat diobati, sementara yang lain menyebabkan komplikasi serius.

Baca Juga: Apa Perbedaan dari Kemoterapi dan Radiasi dalam Mengobati Kanker?

Apa Tanda Kemoterapi Berhasil?

Pengobatan kemoterapi biasanya berlangsung selama tiga hingga enam bulan, meskipun ini dapat berbeda pada setiap penderita kanker.

Waktu pengobatan kemo tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis dan stadium kanker, kesehatan pasien secara keseluruhan, dan jenis obat kemoterapi yang digunakan oleh dokter.

Dokter melakukan tes pada interval untuk menilai apakah kemoterapi berhasil atau tidak. Mungkin dokter akan melakukan tes setiap beberapa bulan atau lebih selama kemo.

Tanda-tanda bahwa kemoterapi berhasil pada pasien kanker, berikut di antaranya:

  • Tumor tidak tumbuh atau menyusut.
  • Kanker tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh, suatu proses yang disebut metastasis.
  • Tanda dan gejala kanker tidak kembali atau kambuh.
  • Tidak ada gejala tambahan yang muncul.

Jika salah satu dari tanda tersebut terjadi, mungkin dokter tidak akan menganjurkan jenis pengobatan lainnya. Begitu sebaliknya, jika tidak mengalami tanda tersebut, itu artinya kemoterapi tidak berhasil.

Berikut ini beberapa tandanya:

  • Tumor tumbuh atau ukurannya tidak menyusut.
  • Tumor baru terus terbentuk.
  • Kanker menyebar ke bagian lain dari tubuh.
  • Gejala kanker kembali atau kambuh.
  • Munculnya gejala baru atau memburuk

Jika pasien kanker mengalami salah satu dari kondisi tersebut, dokter mungkin menghentikan pengobatan dan merekomendasikan jenis pengobatan lainnya.

Lantas, bagaimana cara mengetahui kemoterapi berhasil atau tidak? Untuk lebih jelasnya ketahui melalui penjelasan di bawah ini.

Mengenal Arti Respons Kemoterapi

Saat menentukan apakah ada tanda kemoterapi berhasil, dokter akan menentukan bagaimana tubuh pasien merespons perawatan kemo. Dokter mungkin akan menyatakan bahwa pasien memiliki salah satu respons berikut ini:

  • Respons lengkap. Ini menandakan bahwa tidak ada kanker yang terdeteksi tersisa di tubuh.
  • Respons parsial. Artinya bahwa kemoterapi telah membantu mengecilkan ukuran tumor kanker dan mencegah penyebaran kondisi tersebut, tetapi sel-sel kanker masih ada di dalam tubuh.
  • Penyakit stabil. Dengan stabilnya penyakit berarti bahwa kemoterapi tidak mengubah jumlah kanker di tubuh, dan tumor apa pun yang ada di tubuh sebelumnya tidak menyusut atau tumbuh.
  • Perkembangan penyakit. Kanker telah tumbuh dan ada bukti lebih banyak penyakit daripada sebelum dimulainya kemoterapi. Pengujian juga menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis).

Baca Juga: 13 Efek Kemoterapi yang Harus Diwaspadai

Cara Mengukur Efektivitas Kemoterapi

Dalam mengobati sel kanker dengan kemoterapi, dokter akan menentukan fase seluler terbaik untuk memberikan perawatan pada penderita kanker.

mengingat sel kanker berkembang dengan cepat, kemo dapat dianggap sebagai pengobatan pertama untuk bentuk kanker yang lebih agresif.

Berikut ini cara mengukur efektivitas kemoterapi:

Tes yang digunakan untuk mengukur efektivitas kemo

Sepanjang rencana perawatan kanker, dokter perlu memeriksa kemajuan kondisi untuk mengukur efektivitas kemoterapi. Tergantung pada jenis kanker dan stadiumnya, dokter mungkin akan menggunakan beberapa teknik, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik: Mengidentifikasi benjolan yang terlihat atau ukuran kelenjar getah bening menyusut.
  • Tes darah, termasuk hitung darah lengkap (CBC): Mengukur sel darah merah dan putih, trombosit, dan lainnya.
  • Magnetic resonance imaging (MRI), dan computed tomography (CT) scan: Mengukur ukuran tumor kanker untuk melihat apakah tumor telah menyusut, tumbuh, atau menyebar.
  • Tes penanda tumor (biomarker): Pemeriksaan untuk mengukur jumlah sel kanker melalui sampel darah, jaringan, atau urine.

Mungkin sulit untuk mengetahui sendiri apakah kemo bekerja tanpa melakukan tes diagnostik tersebut.

Tergantung pada jenis dan stadium kanker yang diderita, pasien kanker mungkin mengalami peningkatan pemulihan gejala kanker jika kondisi sedang menjalani perawatan. Contohnya peningkatan pemulihan yang mungkin terjadi, termasuk:

  • Mengalami peningkatan energi.
  • Lebih sedikit rasa sakit.
  • Berkurangnya pembengkakan di kelenjar getah bening.

Baca Juga: 10 Pantangan Makanan setelah Kemoterapi yang Harus Dipatuhi!

Faktor yang Membantu Efektivitas Kemoterapi

Kemoterapi diberikan selama beberapa minggu. Misalnya, dokter mungkin menganjurkan kemo setiap hari hingga seminggu, dan kemudian tiga minggu.

Tujuan tersebut adalah untuk menargetkan sel-sel kanker ketika sedang sangat aktif dan secara bersamaan juga memberikan waktu pemulihan bagi tubuh untuk sehat.

Namun, untuk melihat tanda kemoterapi berhasil atau tidaknya tergantung pada faktor berikut:

  • Jenis kanker yang diderita.
  • Stadium kanker.
  • Jenis obat kemoterapi yang digunakan dan apakah menggunakan obat lainnya.
  • Alasan utama menjalani pengobatan kemoterapi, misalnya untuk mencegah penyebaran tumor atau mengurangi rasa sakit.
  • Bagaimana pasien penderita kanker mentolerir pengobatan.
  • Bagaimana kanker merespons pengobatan.
  • Kemungkinan kondisi kesehatan lain yang mungkin diderita pasien, seperti diabetes atau kondisi jantung.

Itu dia penjelasan terkait tanda kemoterapi berhasil dan tidak, hingga cara mengukur keberhasilan kemoterapi yang bisa Anda kenali. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Cherney, Kristeen. 2021. How to Tell If Chemotherapy Is Working. https://www.healthline.com/health/cancer/signs-that-chemo-is-working. (Diakses pada 21 Januari 2022)
  2. Eske, Jamie. 2021. What happens if chemotherapy does not work?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324158. (Diakses pada 21 Januari 2022)
  3. Nazario, Brunilda. 2021. Chemotherapy: How It Works and How You’ll Feel. https://www.webmd.com/cancer/chemotherapy-what-to-expect. (Diakses pada 21 Januari 2022)
  4. Pietrangelo, Ann. 2021. Is Chemo Still Working for You? Things to Consider. https://www.healthline.com/health/signs-that-chemo-is-not-working. (Diakses pada 21 Januari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi