Terbit: 18 Maret 2022 | Diperbarui: 21 Maret 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Infeksi bakteri adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada segala usia. Apabila dibiarkan dan tanpa diobati, infeksi bisa mengancam nyawa! Simak lebih lanjut dalam penjelasan di bawah ini, mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya.

Infeksi Bakteri: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa itu Infeksi Bakteri?

Infeksi bakteri adalah masalah kesehatan yang terjadi akibat serangan bakteri. Mikroorganisme ini dapat menginfeksi bagian tubuh manapun. Penyakit yang mungkin disebabkan oleh bakteri berbahaya, beberapa di antaranya adalah pneumonia, meningitis, dan keracunan makanan.

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang sebagian besar tidak berbahaya dan banyak yang bermanfaat. Misalnya, bakteri di usus yang membantu memecah makanan dalam pencernaan. Namun, beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan infeksi bakteri, yang pada akhirnya dapat menyebabkan sepsis.

Tanda dan Gejala Infeksi Bakteri

Anak-anak dan orang dewasa dapat mengalami infeksi bakteri. Mikroorganisme ini dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, termasuk kandung kemih, otak, usus, paru-paru, dan kulit.

Infeksi juga dapat menyebar ke seluruh darah (septikemia), kemudian menyebabkan infeksi darah yang berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini dapat menyebabkan sepsis, suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh memiliki respons yang parah terhadap infeksi.

Gejala infeksi muncul dengan berbagai bentuk, tergantung pada bagian tubuh yang terkena bakteri merugikan dan jenis bakteri.

Namun, ada beberapa gejala umum yang memengaruhi seluruh tubuh akibat infeksi bakteri, berikut di antaranya:

  • Demam.
  • Menggigil dan berkeringat.
  • Merasa lelah atau lesu.
  • Rasa sakit yang baru atau tiba-tiba memburuk.
  • Kulit memerah, bengkak, atau nyeri.
  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, selangkangan, atau di bagian tubuh lain.
  • Gejala gastrointestinal, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut atau dubur.

Baca Juga: Apa Perbedaan Virus dan Bakteri? Begini Penjelasan Lengkapnya

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Apabila menduga atau merasa mengalami gejala infeksi yang telah dijelaskan di atas, segera periksakan ke dokter, terutama jika gejalanya menetap atau memburuk.

Sebagian besar infeksi akan sembuh dengan pengobatan sesegera mungkin dan tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Namun, infeksi yang tidak mendapatkan pengobatan atau tidak diobati dengan benar bisa menjadi berat dan dapat menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal.

Segera dapatkan perawatan medis apabila mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

  • Sakit berat.
  • Nyeri saat buang air kecil, buang air besar, atau berhubungan seks.
  • Keputihan abnormal.
  • Ruam abnormal.
  • Luka yang besar, sangat menyakitkan, atau mengeluarkan nanah.
  • Diare berat atau kronis.
  • Demam tinggi.
  • Detak jantung yang cepat atau lambat secara tidak normal.
  • Kesulitan bernapas yang berat.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Muncul warna biru atau ungu pada bibir; atau ekstremitas (anggota gerak tubuh).
  • Kebingungan atau disorientasi.
  • Penurunan kesadaran.

Orang tertentu lebih mungkin untuk mengalami infeksi berat atau komplikasi. Populasi berisiko yang umumnya membutuhkan perawatan atau pemantauan lebih intensif, termasuk meliputi:

  • Bayi dan anak kecil.
  • Orang berusia di atas 65 tahun.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang menggunakan perawatan atau obat imunosupresif.
  • Orang yang baru saja menjalani operasi atau masih dalam pemulihan pasca-operasi.

Penyebab Infeksi Bakteri

Penularan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Siapa pun dapat terpapar bakteri dari orang lain, lingkungan, atau dengan makan atau minum makanan atau air yang terkontaminasi bakteri.

Siapapun bisa sakit jika terkena bakteri, terutama bakteri yang merugikan. Tetapi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat meningkatkan risiko lebih terkena infeksi berat.

Kondisi dan obat-obatan tertentu bisa membantu menekan sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih lemah. Bahkan bakteri yang biasanya ada di tubuh dapat membahayakan kesehatan.

Baca Juga: 18 Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri (Harus Diwaspadai)

Diagnosis Infeksi Bakteri

Pola gejala bisa membantu dokter dalam mendiagnosis infeksi. Lokasi, waktu, dan tingkat keparahan gejala bisa menunjukkan infeksi.

Dokter mungkin akan memastikan diagnosis sebelum meresepkan obat apa pun. Juga mengambil sampel cairan seperti nanah atau lendir dan mengirimkannya ke laboratorium. Dokter juga dapat menggunakan sampel cairan untuk mengidentifikasi infeksi menular seksual (IMS).

Selain itu, dokter mungkin mengirimkan sampel swab untuk evaluasi. Sampel diambil dengan mengusap tenggorokan, telinga, atau area kulit yang terinfeksi.

Sedangkan sampel urine dapat mengidentifikasi infeksi bakteri kandung kemih dan ginjal. Sampel feses juga dapat membantu menentukan bakteri penyebab gastrointestinal yang persisten.

Metode lainnya yang dapat membantu diagnosis adalah tes darah dan pencitraan.

Pengobatan Infeksi Bakteri

Infeksi biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu singkat tanpa pengobatan. Apabila tidak kunjung sembuh, mungkin diperlukan antibiotik resep untuk mengobatinya.

Infeksi yang tidak diobati dapat menyebar atau bertahan lama, yang menyebabkan masalah kesehatan utama. Meskipun jarang, infeksi yang tidak diobati bahkan bisa mengancam jiwa.

Gejala seperti demam, nyeri, bengkak, batuk, atau dehidrasi bisa terjadi dengan infeksi. Dalam hal ini, dokter mungkin menganjurkan perawatan suportif (seperti obat antiinflamasi).

Berikut ini beberapa pengobatan untuk infeksi bakteri:

1. Antibiotik

Apabila jenis bakteri yang menginfeksi diketahui akan membantu menentukan jenis antibiotik yang perlu dikonsumsi. Biasanya antibiotik bekerja melawan beberapa jenis bakteri, tetapi tidak melawan semuanya.

Ada beberapa cara mengonsumsi antibiotik, termasuk meminumnya melalui mulut, secara topikal (mengoleskan di permukaan kulit atau area mata), atau melalui terapi intravena (IV).

Jika menggunakan antibiotik, pastikan menggunakannya sesuai petunjuk dari dokter atau pada label. Sangat penting untuk minum obat persis seperti yang ditentukan dan selama durasi resep.

2. Perawatan pendukung

Dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi. Obat-obatan ini bisa membantu meringankan rasa sakit dan pembengkakan akibat infeksi bakteri.

Jika demam, dokter mungkin juga menganjurkan obat penurun demam. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dapat meredakan demam, pembengkakan, dan nyeri.

Apabila mengalami batuk yang menyakitkan, dokter mungkin menyarankan obat batuk atau  mungkin membutuhkan cairan intravena jika mengalami dehidrasi.

3. Operasi

Jika memiliki abses, pasien mungkin perlu menjalani operasi untuk mengobatinya. Pengobatan ini bisa menjadi prosedur sederhana untuk abses superfisial di kulit. Tetapi abses yang terjadi jauh di dalam tubuh (seperti di otak atau usus), mungkin memerlukan operasi yang lebih luas untuk menghilangkannya.

Baca Juga: 12 Jenis Bakteri Baik (Probiotik) untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit

Komplikasi Infeksi Bakteri

Sangat penting untuk mendapatkan pengobatan karena infeksi ini jika tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Misalnya, luka infeksi yang tidak diobati akan menyebabkan selulitis dan kondisi yang mengancam jiwa yang disebut sepsis.

Sepsis adalah infeksi darah serius yang bisa menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian apabila tidak segera ditangani. Sepsis biasanya merupakan keadaan darurat medis.

Segera dapatkan pertolongan medis jika memiliki salah satu dari gejala berikut ini:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Gemetar tak terkendali.
  • Pernapasan dan detak jantung yang cepat.

Pencegahan Infeksi Bakteri

Menjaga kebersihan dengan baik adalah cara terbaik untuk membantu mencegah infeksi. Mempraktikan kebersihan yang baik dengan mencuci tangan dan tubuh secara menyeluruh dan rutin, serta menjaga semua barang pribadi tetap bersih.

Beberapa langkah pencegahan lainnya, termasuk:

  • Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
  • Menjaga semua luka tetap bersih dan ditutup dengan kasa steril atau perban
  • Tetap terhidrasi dan menggunakan pelembap untuk mencegah kulit pecah-pecah.
  • Tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain.
  • Memasak daging hingga matang
  • Menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan seks.

 

  1. Anonim. 2020. Bacterial infections. https://www.healthdirect.gov.au/bacterial-infection. (Diakses pada 18 Maret 2022)
  2. Duda, Kristina. 2021. An Overview of Bacterial Infections. https://www.verywellhealth.com/what-is-a-bacterial-infection-770565. (Diakses pada 18 Maret 2022)
  3. Huizen, Jennifer. 2020. What are the symptoms of a bacterial infection?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/bacterial-infection-symptoms. (Diakses pada 18 Maret 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi