Terbit: 1 April 2022 | Diperbarui: 5 April 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Giant cell arteritis (GCA) adalah kondisi medis yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan atau stroke. Simak penjelasan selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya di bawah ini!

Giant Cell Arteritis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Giant Cell Arteritis?

Giant cell arteritis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan arteri. Peradangan paling sering menyerang arteri di kepala, terutama di pelipis. Oleh sebab itu, kondisi ini terkadang disebut arteritis temporal.

Temporal arteritis biasanya menyebabkan gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, kulit kepala perih, nyeri rahang, dan gangguan penglihatan. Apabila kondisi ini tidak diobati—terutama jika muncul gejala pada mata—hal tersebut dapat menyebabkan kebutaan.

Tanda dan Gejala Giant Cell Arteritis

Gejala GCA yang paling sering dikeluhkan adalah sakit kepala dan nyeri tekan (sering kali parah) yang biasanya terjadi pada kedua pelipis. Sakit kepala bisa semakin memburuk, hilang timbul, atau mereda sementara.

Tanda dan gejala giant cell arteritis yang sering kali terjadi, meliputi:

  • Sakit kepala berat yang persisten, biasanya di area pelipis.
  • Kulit kepala terasa lembek.
  • Sakit rahang saat mengunyah atau membuka mulut lebar-lebar.
  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan permanen di satu mata.
  • Kehilangan penglihatan atau penglihatan ganda, terutama pada orang yang juga menderita nyeri rahang.
  • Masalah dengan pusing atau keseimbangan.
  • Sakit tenggorokan atau nyeri dada (jarang terjadi)

Perlu diketahui juga, nyeri dan kekakuan di leher, bahu, atau pinggul merupakan gejala yang biasa terjadi dari gangguan terkait polimialgia reumatik, gangguan peradangan yang menyebabkan nyeri otot dan kekakuan di banyak bagian tubuh. Sekitar 50 persen penderita arteritis temporal juga menderita polimialgia reumatik.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke dokter?

Jika Anda mengeluhkan sakit kepala yang terus-menerus atau mengalami salah satu dari gejala GCA yang telah disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter.

Apabila didiagnosis mengalami kondisi ini, sesegera mungkin untuk memulai pengobatan untuk membantu mencegah kehilangan penglihatan.

Baca Juga: Penyakit Arteri Karotis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Penyebab Giant Cell Arteritis

Meskipun ada berbagai dugaan terhadap penyebab GCA, kondisi ini diyakini sebagai gangguan peradangan yang berdampak pada pembuluh darah, seperti arteri temporal. Sampel arteri temporal dari seseorang yang memiliki kondisi ini menunjukkan dinding arteri dipenuhi oleh sel darah putih

Pada akhirnya, peradangan dapat enyebabkan dinding pembuluh darah menjadi tebal dan menghambat aliran darah ke area tertentu di kepala.

Faktor Risiko Giant Cell Arteritis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena GCA, termasuk:

  • Usia. GCA hanya menyerang orang dewasa, dan jarang terjadi pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Kebanyakan penderita mengalami tanda dan gejala antara usia 70 dan 80 tahun.
  • Ras dan wilayah geografis. GCA paling sering terjadi pada orang berkulit putih di populasi Eropa Utara atau keturunan Skandinavia.
  • Jenis kelamin. Wanita sekitar dua kali lebih mungkin mengembangkan kondisi ini daripada pria.
  • Polymyalgia rheumatica/polimialgia reumatik. Memiliki kondisi ini berisiko mengembangkan GCA.
  • Riwayat keluarga. Terkadang GCA diturunkan dalam keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat GCA, kemungkinan berisiko mengalami penyakit ini juga.

Bagaimana Mendiagnosis Giant Cell Arteritis?

GCA bisa saja sulit didiagnosis karena gejala awalnya mirip dengan kondisi umum lainnya. Oleh karena itu, dokter mungkin akan mencoba mengesampingkan kemungkinan penyebab lain dari kondisi tersebut.

Selain menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan memberikan perhatian khusus pada  pasien. Biasanya, satu atau kedua arteri terasa lunak, dengan denyut nadi yang berkurang dan penampilan yang keras dan seperti tali.

Dokter mungkin juga akan merekomendasikan tes tertentu, berikut di antaranya:

1. Tes darah

Tes ini mungkin digunakan untuk membantu mendiagnosis kondisi pasien dan mengikuti kemajuan kondisinya selama perawatan. Tes darah mencakup:

  • Erythrocyte sedimentation rate (ESR) atau tes laju endap darah. Biasanya disebut sebagai sed rate, tes untuk mengukur seberapa cepat sel darah merah jatuh ke dasar tabung darah. Sel darah merah yang turun cepat dapat mengindikasikan peradangan di tubuh
  • C-reactive protein (CRP) atau tes C-reaktif protein. Tes ini untuk mengukur zat yang dihasilkan hati pasien ketika ada peradangan.

2. Tes pencitraan

Tes ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosis giant cell arteritis dan untuk memantau respons pasien terhadap pengobatan. Tes yang mungkin direkomendasikan, termasuk:

  • USG Doppler.
  • Magnetic resonance angiography (MRA).
  • Positron emission tomography (PET)

3. Biopsi

Metode terbaik untuk memastikan diagnosis GCA adalah dengan mengambil sedikit sampel (biopsi) dari arteri temporal. Arteri ini terletak di dekat kulit tepat di depan telinga dan berlanjut hingga ke kulit kepala.

Prosedur biopsi dilakukan secara rawat jalan menggunakan anestesi lokal, biasanya menyebabkan sedikit ketidaknyamanan atau jaringan parut (bekas luka). Kemudian sampel tersebut diperiksa di bawah mikroskop di laboratorium.

Baca Juga: Patent Ductus Arteriosus (PDA): Penyebab, Gejala, Pengobatan

Pengobatan Medis untuk Giant Cell Arteritis

Perawatan untuk GCA harus sesegera mungkin karena berisiko mengalami kehilangan penglihatan. Apabila dokter mencurigai pasien memiliki GCA, pengobatan bisa segera dimulai sebelum mendapatkan hasil biopsi.

Berbeda dengan pengobatan untuk polymyalgia rheumatica, yang hanya memerlukan obat kortikosteroid dosis rendah, sementara pengobatan untuk GCA biasanya membutuhkan kortikosteroid dosis tinggi.

Biasanya, dosis prednison (salah satu jenis kortikosteroid) sebanyak 40-60 miligram (mg) per hari. Sakit kepala dan gejala lainnya akan cepat mereda dengan pengobatan, dan tingkat sedimentasi menurun ke kisaran normal.

Kortikosteroid dosis tinggi biasanya dikonsumsi berlanjut selama satu bulan, dan kemudian dosisnya dikurangi secara perlahan. Aturan menurunkan dosis bisa berubah jika pasien memiliki gejala giant cell arteritis yang berulang atau peningkatan dalam tingkat sedimentasi.

Namun dalam banyak kasus, dosis prednison bisa dikurangi menjadi sekitar 5-10 mg per hari selama beberapa bulan. Pasien biasanya dapat mengurangi obat ini satu sampai dua tahun.

Pengobatan GCA dengan Perubahan Gaya Hidup

Ketika GCA didiagnosis dan diobati lebih awal, prognosis biasanya sangat baik. Gejala mungkin akan membaik dengan cepat setelah memulai pengobatan dengan kortikosteroid, dan penglihatan mungkin tidak akan terpengaruh.

Anjuran berikut mungkin bisa membantu mengelola kondisi dan mengatasi efek samping obat:

  • Makan makanan yang sehat.
  • Pastikan untuk mendapatkan kalsium dan vitamin D yang cukup.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Rutin periksa kesehatan ke dokter.
  • Konsultasikan tentang penggunaan aspirin ke dokter.

Komplikasi Giant Cell Arteritis

GCA dapat menyebabkan komplikasi serius, berikut di antaranya:

  • Kebutaan. Aliran darah yang berkurang ke mata dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba tanpa rasa sakit di satu atau kedua mata. Meski begitu hal ini jarang terjadi.
  • Aneurisma aorta. Aneurisma merupakan tonjolan pada pembuluh darah yang melemah, biasanya di arteri besar yang mengalir di tengah dada dan perut (aorta). Aneurisma aorta mungkin bisa pecah, menyebabkan perdarahan internal yang mengancam jiwa.
  • Stroke. Ini adalah kerusakan otak yang disebabkan gangguan suplai darah. Namun, stroke akibat kondisi ini jarang terjadi.

Apabila mengalami salah satu komplikasi giant cell arteritis, periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

 

  1. Anonim. 2022. Giant Cell Arteritis. https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Giant-Cell-Arteritis. (Diakses pada 31 Maret 2022)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. What is giant cell arteritis (GCA)?. https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/giant-cell-arteritis-gca/. (Diakses pada 31 Maret 2022)
  3. Hiss, Kimberly. 2019. What Is Giant Cell Arteritis? These Are the Signs You Could Have It. https://creakyjoints.org/education/giant-cell-arteritis/. (Diakses pada 31 Maret 2022)
  4. Mayo Clinic Staff. 2021. Giant Cell Arteritis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/giant-cell-arteritis/symptoms-causes/syc-20372758. (Diakses pada 31 Maret 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi