Terbit: 4 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gejala kanker rahim yang paling umum adalah perdarahan abnormal dari vagina, meskipun kebanyakan orang dengan perdarahan abnormal tidak mengidap kanker. Selain itu, ada gejala lainnya yang patut untuk Anda kenali sebagai langkah untuk pencegahan kanker ini. Selengkapnya simak tanda dan gejala kanker rahim awal berikut ini!

7 Gejala Kanker Rahim yang Perlu Dikenali dan Cara Mengobatinya

Apa Itu Kanker Rahim?

Kanker rahim adalah jenis kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim, tepatnya di rongga, otot, dan dinding rahim. Rahim adalah organ berbentuk serupa buah pir yang merupakan tempat tumbuh janin selama kehamilan.

Kanker rahim mulai terjadi ketika sel-sel sehat di dalam rahim berubah dan tumbuh di luar kendali, kemudian membentuk massa atau tumor yang bisa bersifat kanker atau jinak. Kanker rahim terbagi dua jenis, termasuk kanker sarkoma uterus dan endometrium.

Gejala Kanker Rahim pada Wanita

Ciri kanker rahim mungkin berbeda pada setiap orang tergantung pada jenisnya, kanker endometrium atau sarkoma uterus. Kebanyakan wanita dengan kanker rahim, memiliki kanker endometrium, atau tumor yang berkembang di jaringan lapisan rahim (endometrium).  Sedangkan sarkoma uterus berkembang di otot atau jaringan lain dari usus, meskipun jarang terjadi.

Berikut ini beberapa gejala kanker rahim:

1. Nyeri Panggul

Gejala kanker rahim awal adalah nyeri panggul dan merasakan adanya massa (tumor) dalam rahim. Ini adalah gejala sarkoma uterus, jenis kanker rahim. Pengidapnya mungkin memiliki perasaan penuh di perut atau panggul dan mengalami rasa sakit di perut bagian bawah pusar yang hilang timbul atau terjadi secara terus menerus.

2. Perdarahan atau Bercak Abnormal

Sekitar 85% pasien yang mengidap kanker sarkoma uterus mengalami perdarahan pada vagina yang tidak teratur atau abnormal atau perdarahan setelah mengalami menopause. Gejala kanker rahim lebih sering terjadi oleh kondisi selain kanker, tetapi sangat penting untuk memeriksakan pendarahan yang tidak teratur sesegera mungkin.

3. Keputihan

Beberapa wanita yang mengidap kanker sarkoma uterus mengalami keputihan yang tidak mengandung darah, terkadang berbau. Keputihan cenderung menandakan infeksi atau kondisi non-kanker lainnya, tetapi juga bisa menjadi tanda kanker. Jika mengeluarkan cairan yang abnormal dari vagina, penting untuk memeriksakan diri ke dokter.

4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab

Penurunan berat badan tanpa sebab juga bisa menjadi gejala kanker rahim, terutama pada jenis kanker endometrium. Gejala ini lebih sering terjadi pada stadium lanjut kanker. Namun, keterlambatan mendapatkan perawatan medis dapat membuat kanker ini berkembang lebih jauh, sehingga menurunkan kemungkinan pengobatan efektif.

5. Sulit atau Nyeri Saat Buang Air Kecil

Tidak hanya menyebabkan nyeri selama berhubungan seksual, kanker rahim juga menyebabkan kesulitan atau nyeri saat buang air kecil. Gejala ini mungkin terjadi akibat pertumbuhan massa tumor rahim yang menekan saluran dan kantong kemih.

6. Nyeri Saat Berhubungan Seksual

Pengobatan kanker rahim biasanya dimulai dengan histerektomi, operasi pengangkatan rahim dan leher rahim. Karena hormon wanita, terutama estrogen, dapat berperan dalam perkembangan kanker rahim, pengobatan sering kali mencakup pengangkatan ovarium serta rahim. Prosedur ini bisa menjadi masalah terhadap seksual.

Hormon wanita yang diproduksi oleh ovarium berfungsi membantu menjaga jaringan vagina tetap lembap dan fleksibel. Pengangkatan ovarium dapat menghentikan produksi hormon tersebut, yang menyebabkan vagina kering dan kencang. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan nyeri ketika berhubungan seksual.

7. Gejala Lainnya

Gejala tumor di rahim biasanya terjadi pada wanita premenopause dan pascamenopause. Selain gejala yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa kondisi yang mungkin menjadi gejala kanker rahim, meliputi:

  • Sakit di perut.
  • Merasa kenyang setiap saat.
  • Tidak nafsu makan.
  • Lelah tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri punggung dan kaki.
  • Pembengkakan di kaki.
  • Sering buang air kecil.
  • Menstruasi yang lebih berat dari biasanya.
  • Pendarahan konstan (menstruasi yang berkelanjutan).
  • Pembesaran rahim (dapat terdeteksi selama pemeriksaan panggul).

 

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera temui dokter jika Anda mengalami pendarahan setelah menopause, mengalami perubahan pola normal menstruasi, atau mengalami gejala penyakit kanker rahim lainnya.

Sekitar 1 dari 10 kasus pendarahan vagina setelah menopause yang disebabkan oleh kanker rahim, kecil kemungkinan gejalanya disebabkan oleh hal ini.

Namun, jika mengalami pendarahan vagina yang abnormal, penting untuk mencari tahu penyebabnya. Pendarahan mungkin merupakan akibat dari beberapa kondisi kesehatan yang berpotensi serius lainnya, termasuk:

  • Endometriosis. Ini adalah kondisi di mana jaringan yang berkarakter seperti lapisan rahim terdapat di luar rahim.
  • Fibroid atau polip. Pertumbuhan non-kanker yang dapat berkembang di dalam rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Pembedahan (histerektomi dan salpingo-ooforektomi bilateral) akan menjadi satu-satunya pengobatan yang diperlukan bagi kebanyakan pengidap kanker rahim, terutama jika kanker terdeteksi sejak dini dan belum menyebar ke bagian lain dari tubuh. Namun tidak hanya pembedahan, ada pengobatan lainnya untuk gejala kanker rahim.

Berikut ini beberapa pengobatan lainnya untuk kanker rahim:

  • Terapi radiasi (radioterapi). Pengobatan ini menggunakan sinar-x untuk membunuh atau melukai sel kanker. Radioterapi ini biasanya sebagai pengobatan tambahan untuk mengurangi kekambuhan kanker.
  • Kemoterapi. Ini digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker rahim, atau ketika kanker kembali muncul setelah operasi atau radioterapi, atau jika kanker tidak merespons pengobatan hormon. Kemoterapi dengan obat yang disuntikan ke pembuluh darah bertujuan untuk mengendalikan kanker dan meredakan gejala.
  • Terapi hormon. Jika kanker telah menyebar atau jika kanker rahim gejalanya kambuh, biasanya terapi hormon diberikan. Terapi ini juga terkadang digunakan jika operasi bukan menjadi pilihan. Progesteron adalah pengobatan hormon utama untuk kanker rahim, dan tersedia dalam bentuk tablet atau injeksi.
  • Perawatan paliatif. Dalam beberapa kasus kanker rahim, dokter mungkin berbicara dengan pasien tentang perawatan paliatif. Perawatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengurangi gejala kanker. Ini menghilangkan rasa sakit dan membantu mengelola gejala lainnya. Perawatannya mungkin termasuk radioterapi, kemoterapi, atau terapi obat lainnya.

Itulah pembahasan tentang gejala penyakit kanker rahim. Semoga informasi ini bermanfaat!

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2019. Signs and Symptoms of Endometrial Cancer. https://www.cancer.org/cancer/endometrial-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html (Diakses pada 4 Agustus 2021)
  2. Anonim. 2021. Signs and symptoms of uterine cancer. https://www.cancercenter.com/cancer-types/uterine-cancer/symptoms (Diakses pada 4 Agustus 2021)
  3. Anonim. 2018. Womb (uterus) cancer. https://www.nhs.uk/conditions/womb-cancer/symptoms/ (Diakses pada 4 Agustus 2021)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Uterine Cancer. https://www.cancer.org.au/cancer-information/types-of-cancer/uterine-cancer (Diakses pada 4 Agustus 2021)
  5. Hanes, Elizabeth. 2009. Uterine Cancer and Your Sex Life. https://www.everydayhealth.com/uterine-cancer/uterine-cancer-and-sex.aspx (Diakses pada 4 Agustus 2021)
  6. The American Cancer Society medical and editorial content team. 2017. Signs and Symptoms of Uterine Sarcomas. https://www.cancer.org/cancer/uterine-sarcoma/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html#written_by (Diakses pada 4 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi