Terbit: 19 November 2021 | Diperbarui: 19 November 2022
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Amoxicillin adalah antibiotik penisilin. Golongan obat ini bermanfaat untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui selengkapnya tentang antibiotik ini mulai dari manfaat, dosis, hingga efek sampingnya di bawah ini

Amoxicillin: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Rangkuman Informasi Obat Amoxicillin

Nama Obat Amoxicillin
Kelas Terapi Obat Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Kapsul, Tablet, Injeksi, Sirup, Sirup Kering
Merek Dagang Amobiotic, Amobiotic Drops, Amodix, Amofion, Amoksisilin, Amosterra 500, Amoxil, Amoxil Forte, Amoxillin, Amoxsan, Amoxsan Forte, Ancla Forte, Amoxsan Paed Drops, Arcamox, Arcamox Forte, Bannoxilin, Bellacid, Bintamox, Broadamox,  Bufamoxy, Camoksil, Corsamox, Danoxilin, Decamox, Decamox Forte, Dexymox, Dexymox Forte, Erlamoxy, Erphamoxy, Erphamoxy Forte, Etamox, Etamox Forte, Ethimox, Farmoxyl, Goxallin, Holimox, Holimox Forte, Hufanoxil, Inamox, Inamox Granul, Intermoxil,   Intermoxil Forte, Kalmoxilin, Kamox, Kimoxil, Lapimox, Lauramox, Lauramox Forte, Leomoxyl, Leomoxyl Forte, Liskoma, Medimox, Mestamox, Mexylin, Mokbios 500, Moxaxil, Moxigra, Moxtid 500, Novamox, Novax, Novax Forte, Nufamox, Opimox, Opimox Forte, Ospamox, Pehamoxil, Pehamoxil Forte, Penmox, Pharmamox, Primoxil 250, Pritamox, Ramoxyl, Rimoxa, Rindomox, Robamox, Sammoxin, Sammoxin Forte, Scannoxyl, Sirimox, Supramox, Surpas 500, Topcillin, Vibramox, Wiamox, Widecillin, Xiltrop, Yusimox, Yusimox Forte, Zemoxil

 

Apa itu Amoxicillin?

Amoxicillin adalah obat antibiotik yang termasuk kelas antibiotik penisilin. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti pneumonia, bronkitis, radang amandel, infeksi telinga, hingga infeksi saluran kemih.

Amoxicillin bekerja melawan bakteri dengan cara menghentikan bakteri tumbuh. Obat ini mencegah bakteri membentuk dinding sel sehingga bakteri akan mati dan infeksi pun dapat diatasi.

Manfaat Amoxicillin

Amoxicillin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi kulit.
  • Infeksi gigi.
  • Infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Infeksi paru-paru.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi bakteri lainnya.

Amoxicillin juga dapat digunakan bersama dengan antibiotik lain untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti tukak lambung atau usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan mencegah kondisi ini datang kembali.

Antibiotik ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti COVID-19, pilek, dan flu.

Baca JugaMolnupiravir (Obat COVID-19): Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Cara Menggunakan Amoxicillin

Amoxicillin harus digunakan sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Selain itu, hindari mengubah dosis dan menghentikan penggunaan obat tanpa sepengetahuan dokter.

Pastikan untuk minum antibiotik ini di jam yang sama setiap harinya. Bila lupa menggunakan obat, Anda bisa mengonsumsinya langsung, asalkan jarak ke jadwal minum obat berikutnya belum terlalu dekat. Hindari menggandakan dosis.

Simpan amoxicillin di tempat sejuk dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Jangan lupa jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Obat ini tersedia dalam bentuk sirop, tablet, kapsul, dan injeksi (suntik). Bila menggunakan sediaan sirop, tablet, dan kapsul, Anda bisa mengonsumsinya sebelum atau setelah makan.

Secara umum, berikut ini adalah aturan penggunaan obat:

1. Obat Sirup

Cara menggunakan amoxicillin sirop, antara lain:

  • Kocok hingga merata.
  • Tuangkan ke dalam sendok takar yang sudah tersedia di dalam kemasan.
  • Pastikan untuk meminumnya sesuai dosis yang disarankan.
  • Obat biasanya dapat dikonsumsi bersamaan dengan cairan lain, seperti susu, jus buah, air, dan sebagainya. Segera habiskan obat setelah dicampur.

2. Obat Tablet dan Kapsul

Bila menggunakan amoxicillin tablet atau kapsul, telan seluruh obat. Bila perlu, Anda bisa minum air setelahnya. Hindari menggerus obat atau mengunyahnya.

3. Obat Injeksi

Amoxicillin injeksi diberikan oleh tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Peringatan Penggunaan Amoxicillin

Sebelum menggunakan antibiotik ini, beritahu kepada dokter jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Sedang menggunakan pil KB. Obat ini bisa mengurangi efektivitas pil.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap amoxicillin, antibiotik golongan penisilin, atau obat lain.
  • Berencana melakukan vaksinasi.
  • Sedang mengonsumsi obat lain, baik kimia maupun herbal.
  • Menderita asma, masalah hati, penyakit ginjal, masalah pengenceran dan pembekuan darah, mononukleosis.
  • Mengidap diare yang disebabkan oleh antibiotik.
  • Sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Sedang menyusui. Antibiotik ini bisa terserap ke dalam ASI.

Dosis Penggunaan Amoxicillin

Amoxicillin tergolong obat resep sehingga harus digunakan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter.nSecara umum, berikut ini adalah dosis penggunaan sesuai dengan kondisi:

1. Infeksi Bakteri

Bentuk: Sirop, Tablet, atau Kapsul

  • Dewasa: 250-500 mg, setiap 8 jam atau 500-1.000 mg, setiap 12 jam. Jika infeksi berat, dosis yang bisa diberikan, yaitu 750-1.000, setiap 8 jam.
  • Anak usia > 3 bulan, BB <40 kg: 20-90 mg/kgBB setiap hari.

Bentuk: Injeksi

  • Dewasa: 500 mg, setiap 8 jam melalui otot (intramuskular) atau pembuluh darah (intravena).
  • Anak usia > 3 bulan, BB <40 kg: 20-200 mg/kgBB. Suntikan bisa diberikan 2-4 kali dalam sehari.

2. Gonore

Bentuk: Sirop, Tablet, atau Kapsul

  • Dewasa: 3.000 mg dosis tunggal.

3. Tonsilitis atau Faringitis akibat Streptococcus

Bentuk: Sirop, Tablet, atau Kapsul

  • Dewasa: 500 mg, setiap 8 jam atau 750-1.000 mg setiap 12 jam. Bila infeksi berat, dosis yang bisa diberikan adalah sebanyak 750-1.000 mg setiap 8 jam. Obat bisa digunakan selama 10 hari.
  • Anak usia > 3 bulan, BB <40 kg: 40-90 mg/kgBB setiap hari dalam beberapa kali konsumsi.

4. Tukak Lambung akibat H. pylori

Bentuk: Sirop, Tablet, atau Kapsul

  • Dewasa: 750-1.000 mg dalam 2 kali penggunaan. Obat digunakan selama 7-14 hari.

Efek Samping Amoxicillin

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah efek penggunaan amoxicillin yang mungkin timbul:

1. Efek Samping Umum

Amoxicillin biasanya menimbulkan beberapa efek samping berikut:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Ruam kulit.

2. Reaksi Alergi

Antibiotik ini bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Segera periksakan kondisi ke dokter bila mengalami berbagai tanda alergi berikut:

  • Gatal-gatal.
  • Sesak napas.
  • Bengkak di wajah atau tenggorokan.

3. Reaksi Kulit

Efek samping juga bisa mengakibatkan reaksi kulit. Beberapa reaksi tersebut, antara lain:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Ruam kulit.
  • Kulit kemerahan atau keunguan disertai adanya lepuh atau kulit mengelupas.
  • Mata rasa terbakar.

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efeknya bisa terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Baca JugaAntikolinergik: Fungsi, Jenis, Efek Samping, Aturan Pakai, dll

Interaksi Obat Amoxicillin

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan antibiotik ini:

  • Antikoagulan.
  • Probenecid.
  • Allopurinol.
  • Kloramfenikol.
  • Makrolida.
  • Sulfonamide.
  • Tetracycline.
  • Methotrexate.
  • Obat pelemas otot.
  • Vaksin typhoid oral.
  • Obat kontrasepsi.

Itulah penjelasan seputar amoxicillin, mulai dari manfaat hingga efek samping obat. Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat ini dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

  1. Anonim. Amoxicillin. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html. (Diakses pada 18 November 2022).
  2. Anonim. Penicillin. https://www.healthdirect.gov.au/penicillin. (Diakses pada 18 November 2022).
  3. Anonim. 2021. Amoxicillin. https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/. (Diakses pada 18 November 2022).
  4. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Amoksisilin. https://pionas.pom.go.id/monografi/amoksisilin. (Diakses 18 November 2022).
  5. Durbin, Kaci. 2022. Amoxicillin. https://www.drugs.com/amoxicillin.html. (Diakses 18 November 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi