Terbit: 12 January 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Selain bisa menyebabkan kantuk dan kelelahan, begadang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah diabetes. Simak penjelasan lengkap kenapa aktivitas tersebut dikaitkan dengan diabetes dalam ulasan berikut.

Waspada, Sering Begadang Tingkatkan Risiko Diabetes

Kaitan Antara Begadang dan Peningkatkan Risiko Diabetes

Begadang adalah adalah aktivitas yang mengurangi waktu tidur malam. Tidak hanya karena alasan pekerjaan, terkadang aktivitas ini dilakukan demi menonton film, pertandingan sepakbola, atau bermain sosial media.

Selain membuat Anda menjadi kurang tidur, sering begadang ternyata juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai macam penyakit, termasuk diabetes.

Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kurang tidur (dibawah 6 jam per malam), membuat seseorang memiliki kebiasaan makan yang tidak teratur, lebih banyak ngemil, cenderung konsumsi makanan yang tidak sehat, jarang olahraga, dan berat badan bertambah.

Penelitian lainnya menemukan bahwa kurang tidur dapat secara langsung memengaruhi cara tubuh menghasilkan hormon lain; yang pada akhirnya memengaruhi gula darah.

Saat begadang, tubuh membuat lebih banyak hormon kortisol sehingga memengaruhi cara kerja insulin. Insulin adalah hormon alami tubuh yang mengatur metabolisme karbohidrat.

Ketika jam biologis tubuh (ritme sirkadian) terganggu dengan begadang, hal tersebut membuat sel lebih kebal terhadap insulin.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti mengubah ritme sirkadian dari 16 orang sehat dengan hanya memperbolehkan 5 jam tidur setiap malam selama 5 hari.

Saat partisipan makan di malam hari—saat tubuh tidak siap secara biologis untuk lonjakan gula darah—tubuhnya tidak mampu menggunakan insulin secara normal.

Baca Juga: 12 Bahaya Begadang bagi Kesehatan, Jangan Sepelekan!

Hubungan Gangguan Tidur dan Diabetes Melitus

Begadang tidak selalu dikaitkan dengan gaya hidup, tetapi juga bisa dikaitkan dengan masalah kesehatan. Berikut ini beberapa kondisi medis yang mungkin menjadi penyebab diabetes, di antaranya:

1. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang sering kali terjadi pada penderita diabetes. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada penderita diabetes tipe 2 yang kelebihan berat badan.

Gejala umum dari sleep apnea adalah merasa lelah di siang hari dan mendengkur di malam hari. Seseorang lebih berisiko mengalami kondisi ini jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat atau jika mengalami obesitas.

2. Sindrom Kaki Gelisah

Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS) ditandai dengan dorongan konstan untuk menggerakkan kaki di malam hari.

RLS dapat terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Sementara faktor yang meningkatkan risiko RLS adalah kadar glukosa darah tinggi, masalah ginjal, dan, gangguan tiroid.

Jika merasa mengalami RLS, segera kunjungi dokter untuk meninjau gejalanya. Langkah ini sangat penting terutama jika Anda memiliki riwayat anemia.

3. Insomnia

Anda mungkin lebih berisiko mengalami insomnia jika memiliki tingkat stres yang tinggi bersamaan dengan kadar glukosa yang tinggi.

Sebaiknya cari tahu penyebab Anda tidak bisa tidur, seperti pekerjaan yang membuat stres tinggi atau mengalami masalah keluarga. Mendapatkan perawatan medis yang tepat dapat membantu menentukan apa yang menjadi pemicu insomnia.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur, sebaiknya kunjungi dokter untuk mencari tahu penyebabnya dengan pasti. Langkah ini juga penting untuk membantu mencegah risiko terkena diabetes.

 

  1. Anonim. 2021. The Impact of Poor Sleep on Type 2 Diabetes. https://www.niddk.nih.gov/health-information/professionals/diabetes-discoveries-practice/the-impact-of-poor-sleep-on-type-2-diabetes. (Diakses pada 11 Januari 2023)
  2. Beil, Laura. 2021. How Sleep Affects Your Blood Sugar. https://www.webmd.com/diabetes/sleep-affects-blood-sugar. (Diakses pada 11 Januari 2023)
  3. Hodgson, Lisa. 2021. How Does Diabetes Affect Sleep?. https://www.healthline.com/health/diabetes/diabetes-and-sleep. (Diakses pada 11 Januari 2023)
  4. Newman, Tim. 2018. Just 6 hours of sleep loss increases diabetes risk. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323004. (Diakses pada 11 Januari 2023)


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi