Terbit: 20 Januari 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Jika Anda menghabiskan malam dengan berguling-guling di kasur karena insomnia, bisa dipastikan keesokan harinya badan akan terasa lelah, pusing, hingga emosi tidak stabil. Apa saja bahaya insomnia bagi kesehatan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

10 Bahaya Insomnia bagi Kesehatan (Jangan Diabaikan)

Bahaya Insomnia bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Efek jangka panjang dari kurang tidur adalah sesuatu yang nyata, namun banyak orang tidak menyadarinya. Beberapa masalah yang bisa muncul adalah gangguan mental hingga membahayakan kesehatan fisik.

Berikut adalah berbagai bahaya penyakit insomnia bagi tubuh, di antaranya:

1. Kelelahan

Efek insomnia yang paling umum adalah tubuh akan terasa lelah atau seperti tidak memiliki banyak energi. Rasa lelah yang Anda alami bahkan bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Efek insomnia kronis ini terkadang disertai sakit kepala, pusing, atau otot menjadi lemah.

2. Gangguan Suasana Hati

Apabila jadwal tidur malam sering terganggu, hal tersebut dapat menyebabkan emosi yang berlebihan. Seiring waktu, insomnia kronis dapat menyebabkan gangguan suasana hati seperti  depresi atau kecemasan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita insomnia lima kali lebih mungkin mengalami depresi dibanding seseorang yang tidak mengalami gangguan tidur.

3. Stres

Efek samping insomnia berikutnya yang umum terjadi adalah stres. Menurut American Psychological Association, orang dewasa yang waktu tidurnya kurang dari 8 jam cenderung menunjukkan tanda-tanda stres, seperti putus asa atau tidak sabaran.

Baca Juga: 10 Tips untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas dan Nyenyak

4. Menurunnya Kinerja Otak

Brain fog atau kabut otak bisa terjadi saat tidur malam Anda tidak nyenyak. Kabut otak adalah kondisi yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengingat.

Gangguan tidur seperti insomnia kronis dapat membuat Anda lebih sulit untuk mengingat sesuatu, berkonsentrasi, dan membuat keputusan yang baik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur hanya 5 jam setiap malam dapat menyebabkan penilaian yang buruk dan perilaku yang lebih berisiko hanya dalam waktu seminggu.

5. Peningkatan Berat Badan

Apabila Anda secara teratur tidur kurang dari 7 jam setiap malam, kebiasaan tersebut ternyata dapat membuat berat badan bertambah. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang tidur memengaruhi hormon yang  mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Kurang tidur jangka panjang dapat menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk obesitas dan masalah kesehatan terkait seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

6. Menurunnya Minat pada Aktivitas Seksual

Insomnia kronis dapat memengaruhi hormon testosteron yang berfungsi untuk mengontrol dorongan seksual. Saat tidur tubuh seorang pria akan memproduksi testosteron. Kurang tidur membuat produksi hormon seks berkurang.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kurang tidur selama dua malam dapat mengurangi kadar testosteron di pagi hari.

Baca Juga: 8 Jenis Gangguan Tidur yang Umum Terjadi tapi Berbahaya

7. Sistem Imun Tubuh Melemah

Saat Anda tidur, tubuh Anda melepaskan protein yang membantu melindungi tubuh dari penyakit dan peradangan. Insomnia kronis dapat memengaruhi proses tersebut, sehingga mengurangi antibodi dan sel yang membantu tubuh melawan infeksi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang tidak cukup tidur lebih mungkin untuk sakit jika ia berada di sekitar seseorang yang sedang terinfeksi virus, seperti pilek atau flu.

8. Meningkatkan Risiko Diabetes

Bahaya insomnia bagi kesehatan yang jarang disadari adalah bisa menyebabkan seseorang terkena diabetes. Kurang tidur secara teratur dapat memengaruhi cara tubuh memproses gula darah. Hal inilah yang dapat meningkatkan Anda terkena diabetes.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang tidur 5 jam semalam atau kurang, dua kali lebih mungkin terkena diabetes dibandingkan mereka yang tidur 7-8 jam.

9. Penyakit Jantung

Dalam sebuah penelitian, waktu tidur malam yang sedikit menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi pada pria dewasa yang sehat.

Jika hal ini sering terjadi dari waktu ke waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri. Kondisi ini bisa membuat jantung bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Selain itu, keadaan ini dapat meningkatkan peluang Anda terkena serangan jantung atau gagal jantung.

Baca Juga: 27 Obat Tidur Alami untuk Mengatasi Susah Tidur Paling Ampuh

10. Meningkatkan Risiko Kecelakaan

Insomnia jangka panjang bisa meningkatkan peluang Anda untuk mengalami kecelakaan. Hal ini sebagian besar disebabkan karena masalah kelelahan dan konsentrasi yang dapat disebabkan oleh kurang tidur. Dalam satu penelitian, penderita insomnia hampir dua kali lebih mungkin mengalami kecelakaan.

Selain dengan cara medis, terdapat perawatan rumahan yang juga bisa Anda coba untuk mengatasi insomnia, salah satunya adalah mengonsumsi obat herbal agar dapat tidur lelap bangun segar.

Lelap terbuat dari bahan alami Valerianae Radix, Myristicae semen, Eleuthroginseng Radix, dan Polygalae Radix untuk membantu meringankan gangguan sulit tidur. Lelap dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas, namun tidak dapat dikonsumsi oleh wanita hamil dan menyusui.

obat insomnia Lelap doktersehat

Lelap merupakan obat tradisional yang sudah mendapatkan izin Badan POM dan berlogo “Obat Herbal Terstandar”. Logo “Obat Herbal Terstandar” dapat dilihat di kemasan kiri atas berupa lingkaran berisi jari-jari daun 3 pasang. Ketika suatu obat sudah mendapatkan logo tersebut, artinya keamanan dan khasiatnya sudah dibuktikan melalui uji praklinik dan bahan bakunya telah terstandarisasi. 

Nah, itulah berbagai bahaya insomnia bagi kesehatan yang harus Anda tahu. Pada akhirnya, jika masalah tidur ini mulai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

  1. Anonim. How Insomnia Can Affect Your Health. https://www.webmd.com/sleep-disorders/insomnia-21/slideshow-chronic-insomnia-health-impacts. (Diakses pada 17 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi