Terbit: 25 November 2021 | Diperbarui: 7 December 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Diafragma adalah sekat yang berada di antara dada dan perut. Fungsi diafragma sangat penting dalam proses pernapasan. Karena itulah kesehatan diafragma harus dijaga. Ketahui apa fungsi diafragma, gangguan yang mengancam, serta cara menjaga agar diafragma tetap sehat.

Mengenal Fungsi Diafragma dan Masalah Kesehatan yang Dapat Terjadi

Mengenal Fungsi Diafragma

Diafragma adalah otot rangka yang berbentuk kubah. Letaknya di bawah paru-paru, tepat di dasar rongga dada. Diafragma membentang memisahkan organ dalam perut dan organ dada.

Fungsi utama diafragma adalah membantu proses pernapasan. Saat seseorang menarik napas, otot-otot di rongga dada mengembang. Diafragma pun akan menjadi lebih datar.

Dengan perubahan bentuk tersebut, tekanan di rongga dada menurun dan udara akan lebih mudah masuk ke paru-paru. Sebaliknya saat menghembuskan napas, diafragma kembali ke posisi semula dan membuat paru-paru mengecil.

Peran diafragma tidak hanya mempengaruhi proses pernapasan dan pencernaan saja. Tetapi juga mengatur tekanan saat batuk, hingga membantu mengejan saat melahirkan.

Fungsi diafragma lainnya adalah meningkatkan tekanan pada rongga perut. Hal ini akan mempermudah seseorang saat buang air besar dan kecil serta saat muntah.

Otot diafragma juga berfungsi untuk menjaga tekanan pada kerongkongan agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

Cara Menjaga Kesehatan Diafragma

Ternyata fungsi diafragma lebih dari sekadar membantu proses pernapasan. Mengingat pentingnya diafragma bagi manusia, bijak rasanya jika kesehatan dan kondisinya selalu dijaga. Caranya adalah:

  • Kurangi makan makanan pedas, terlalu asam atau berlemak tinggi. Serta semua makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung. Selain menjaga kesehatan diafragma, langkah ini juga akan menjaga kesehatan organ pencernaan.
  • Jangan makan dalam porsi yang terlalu banyak. usahakan masih ada sedikit ruang di lambung untuk udara. Lebih baik makan dalam porsi sedikit namun teratur. Daripada makan sekali dalam porsi besar.
  • Sebelum berolahraga, melakukan pemanasan dengan benar. Hal ini dapat menjaga kondisi diafragma sekaligus mencegah otot jadi kaku dan cedera.
  • Jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas berat.
  • Belajar untuk melakukan pernapasan perut. Pernapasan perut dapat membantu paru-paru memasok udara yang lebih banyak. memperkuat diafragma dan mengurangi stress serta menstabilkan tekanan darah.

Pernapasan diafragma

Sama seperti pernapasan perut, pernapasan ini juga dapat membantu kesehatan diafragma. Bedanya pada pernapasan diafragma, otot yang menegang dan membantu pernapasan adalah diafragma.

Hal ini dapat dirasakan dengan memegang bagian kiri dan kanan tubuh. Saat menarik napas, bagian perbatasan perut dan dada mengembang. Lalu kencangkan otot perut dan biarkan turun ke bawah saat mengeluarkan napas.

Pernapasan diafragma memang melelahkan di awal-awal. Namun dengan latihan yang teratur, akan terasa lebih lega. Pernapasan diafragma juga akan membantu tubuh memanfaatkan oksigen lebih optimal serta membantu ketahanan jantung.

Baca Juga: Perbedaan Pernapasan Dada dan Perut: Manfaat dan Cara Melatih Napas

Gangguan pada Fungsi Diafragma

Berikut ini beberapa gangguan yang bisa menyerang organ diafragma seseorang:

1. Hiatal hernia

Hiatal hernia atau hernia hiatus adalah kondisi dimana bagian organ perut naik ke rongga dada melalui lubang yang terdapat pada diafragma. Kondisi ini sering dialami mereka yang obesitas dan manula. Pemicunya beragam, diantaranya adalah:

  • Otot diafragma melemah karena pertambahan usia.
  • Terjadi cedera di bagian diafragma.
  • Tekanan yang kuat dan terus menerus pada otot diafragma. Misalnya karena muntah-muntah dan batuk terlalu keras. Juga mengangkat benda yang terlalu berat dan mengejan saat buang air besar.
  • Hiatal hernia juga membuat asam lambung mudah naik. Kondisi ini akan memicu terjadinya GERD serta komplikasi pada perut dan tenggorokan.

2. Hernia diafragmatik

Kondisi ini seringkali merupakan bawaan sejak lahir. Pada saat di dalam kandungan, diafragma tidak terbentuk secara sempurna. Akibatnya sebagian organ perut pun naik ke dalam dada dan menempati ruang dimana paru-paru seharusnya berada.

Anak dengan kondisi ini rentan terkena pneumonia, komplikasi sistem pencernaan dan masalah paru-paru kronis. Selain itu organ dada seperti jantung dan paru-parunya tidak dapat berfungsi dengan baik.

Selain karena bawaan lahir, hernia diafragmatik juga dapat terjadi karena luka fisik seperti kecelakaan, hantaman benda tumpul atau tembakan. Dapat juga terjadi jika ada komplikasi akibat operasi pada perut dan dada.

3. Cegukan

Cegukan sebenarnya adalah kondisi kejang otot pada diafragma. Hal ini menyebabkan berhentinya aliran napas seseorang secara tiba-tiba pada penutupan pita suara. Itu sebabnya saat cegukan keluar suara ‘hiks’.

Cegukan terjadi akibat makan terlalu cepat atau terlalu kenyang. Atau saat seseorang minum minuman bersoda. Pada umumnya, cegukan tidak memerlukan obat apapun agar bisa berhenti. Namun jika terlalu lama atau terjadi terlalu sering, dapat menyebabkan nyeri pada dada dan mengganggu aktivitas.

4. Kelumpuhan pada diafragma

Kondisi ini terjadi karena kerusakan saraf. Saraf yang mengatur diafragma dan otot pernapasan lain tidak berfungsi. Kelumpuhan pada diafragma dapat terjadi sebagian atau seluruhnya. Penyebabnya bisa jadi karena:

Lumpuh diafragma menyebabkan proses pernapasan terganggu bahkan terhenti. Gejala lumpuh diafragma adalah sesak napas, sulit tidur, mudah lelah dan mual serta muntah. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang benar.

Dengan menjaga kesehatan dan kondisi diafragma, kualitas kesehatan tubuh akan meningkat secara umum. Hal ini karena fungsi diafragma yang luas dengan menjaga organ dada, perut serta tenggorokan.

 

  1. Cleveland Clinic. 2020. Diaphragm. https://my.clevelandclinic.org/health/body/21578-diaphragm. (Diakses pada 21 November 2021).
  2. Medline Plus. 2019. Diaphragm and lungs. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19380.htm. (Diakses pada 21 November 2021).
  3. Santos-Longhurst, Adrienne. 2018. Diaphragm Overview. https://www.healthline.com/human-body-maps/diaphragm. (Diakses pada 21 November 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi