Terbit: 2 December 2019 | Diperbarui: 28 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Cegukan adalah hal yang wajar, namun bisa menyebabkan sensasi tidak nyaman. Ternyata tidak bisa disepelekan, kita harus tahu apa saja penyebab cegukan tidak berhenti. Apakah berbahaya?

5 Penyebab Cegukan Tak Berhenti, Tanda Penyakit Bahaya?

Mekanisme Tubuh yang Menyebabkan Cegukan

Pakar kesehatan menyebut cegukan sebagai kondisi yang dipicu oleh kontraksi pada diafragma. Sebagai informasi, diafragma adalah otot berukuran besar di bagian paru-paru yang bisa mempengaruhi fungsi pernapasan kita.

Jaringan diafragma juga mempengaruhi epiglottis, jaringan di dalam tenggorokan yang bisa menutup atau terbuka sehingga akan membagi fungsi saat makan atau bernapas. Saat diafragma mengalami kontraksi, epiglottis akan melakukan gerakan menutup secara mendadak yang akhirnya membuat kita mengalami cegukan.

Normalnya, cegukan akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit atau beberapa jam. Hanya saja, dalam beberapa kasus, cegukan tak kunjung bisa berhenti hingga berhari-hari lamanya. Jika sampai hal ini terjadi, ada baiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Penyebab Cegukan Tidak Berhenti

Sebuah penelitian yang diunggah hasilnya dalam jurnal berjudul US National Institutes of Health’s National Library of Medicine mengungkap fakta tentang berbagai penyebab cegukan yang sulit dihentikan dan harus kita waspadai.

Berikut adalah beberapa penyebab cegukan tidak berhenti:

  1. Terjadi Masalah pada Saluran Pencernaan

Salah satu penyebab utama dari masalah cegukan adalah gangguan asam lambung atau GERD. Hal ini akan mempengaruhi kondisi tenggorokan dan akhirnya memicu gejala seperti sensasi nyeri dan panas pada perut dan dada, sulit menelan, batuk-batuk, dan suara serak. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan cegukan dalam waktu yang cukup lama.

Penelitian membuktikan bahwa hampir 8 persen pria dan 10 persen wanita yang menderita masalah GERD akan mengalami cegukan dalam waktu yang lama.

  1. Efek Operasi

Pakar kesehatan menyebut prosedur operasi berjenis kolektomi atau whipple bisa memberikan efek samping pada beberapa pasien. Selain operasi, pemberian obat anestesi atau bius juga bisa menyebabkan gejala cegukan dalam waktu yang cukup lama. Hanya saja, dampak ini memang tidak dialami oleh setiap orang.

  1. Dampak Kanker

Sebuah penelitian yang dilakukan di Italia menghasilkan fakta bahwa 3,9 persen dari pasien kanker yang menjalani rawat inap dan 4,5 pasien kanker yang melakukan perawatan di rumah menalami gejala cegukan dalam waktu yang lama. Tak hanya terkait dengan penyakit ini, hal ini sepertinya juga dipicu oleh kemoterapi.

Beberapa jenis obat untuk kemoterapi seperti cisplatin bisa menyebabkan cegukan yang cukup parah. Jika obat ini dikombinasikan dengan obat lainnya seperti deksametason, dampak cegukannya bahkan bisa lebih buruk.

  1. Terjadi Kerusakan pada Pembuluh Darah Otak

Mereka yang mengalami cegukan dalam waktu yang lama sebaiknya mewaspadai masalah stroke atau iskemia otak. Bisa jadi, hal ini terkait dengan rusaknya pembuluh darah yang menuju otak dan bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan yang sangat berbahaya tersebut.

  1. Gangguan pada Sistem Saraf Pusat

Selain kerusakan pada pembuluh darah, pakar kesehatan menyebut cegukan berkepanjangan juga bisa jadi muncul pada mereka yang menderita tumor otak, kanker otak berjenis astrositoma, serta kelainan pada sistem saraf pusat berjenis cavernoma. Berbagai hal ini bisa mempengaruhi fungsi diafragma yang kemudian memicu datangnya cegukan.

Jika pemicunya adalah gangguan pada batang otak, gejalanya bahkan tak hanya cegukan berkepanjangan, namun juga mual-mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2016. Hiccups. www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiccups/symptoms-causes/syc-20352613. (Diakses pada 2 Desember 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi