Terbit: 13 April 2023 | Diperbarui: 9 August 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Sebagian orang percaya bahwa sering meremas payudara bisa menyebabkan kanker. Namun, bagaimana tinjauannya dari segi medis? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Benarkah Sering Meremas Payudara Memicu Kanker?

Payudara yang Sering Diremas Sebabkan Kanker Payudara?

Salah satu informasi yang beredar di masyarakat terkait kanker payudara adalah kebiasaan meremas payudara bisa menyebabkan kanker payudara.

Anggapan tersebut tentunya membuat keresahan tersendiri, khususnya bagi kaum wanita. Pasalnya, kejadian jenis kanker ini lebih rentan menyerang wanita dibandingkan dengan pria.

Satu hal yang pasti, sama seperti dengan jenis kanker lainnya, penyebab kanker payudara belum dapat diketahui secara pasti. Hal ini termasuk alasan dibalik mengapa wanita lebih rentan terkena jenis kanker ini.

Oleh karena itu, anggapan bahwa meremas payudara bisa menyebabkan kanker payudara tidak benar adanya. Tindakan ini tidak menyebabkan sel kanker tumbuh hingga akhirnya berkembang. Jadi, informasi tersebut hanya mitos belaka.

Meremas payudara justru dapat menjadi salah satu aktivitas untuk merangsang gairah seksual.

Baca Juga10 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Penderita Kanker Payudara

Faktor yang Memicu Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara memang tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit ini.

Hanya saja, meskipun Anda termasuk orang yang berisiko, belum tentu kanker payudara akan dialami.

Adapun beberapa faktor risiko penyakit ini, di antaranya:

  • Usia: Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi juga risiko Anda terkena kanker payudara. Biasanya, seseorang baru terdiagnosis setelah berusia 50 tahun.
  • Jenis kelamin: Tipe kanker ini lebih sering menyerang wanita, meskipun pria juga dapat mengalaminya.
  • Riwayat keluarga: Wanita yang mewarisi perubahan pada gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2, lebih rentan tergadap kanker payudara dan ovarium.
  • Masalah reproduksi: Wanita yang mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah berusia 55 tahun.
  • Pernah terapi radiasi: Bila pernah menjalani terapi radiasi dada sebelum berusia 30 tahun, seperti pada kasus pengobatan limfoma Hodgkin, Anda berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
  • Paparan obat DES (diethylstilbestrol): Wanita yang menggunakan obat-obatan ini lebih berisiko terkena kondisi ini.
  • Telat hamil: Peluang terkena kondisi ini akan meningkat bila Anda tidak pernah melahirkan atau jika Anda terlambat memiliki anak, misalnya di usia 30 atau 40-an.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan berkaitan dengan meningkatnya berbagai risiko penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Tak hanya itu, beberapa kebiasaan juga diketahui dapat memperbesar risiko Anda terkena penyakit ini, seperti kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan.

Baca Juga: Jenis Kanker yang Umum Menyerang Wanita

Tips Mencegah Kanker Payudara

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya kanker payudara pada tubuh. Pada umumnya, cara mencegah kondisi ini adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker payudara, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Tambahkan makanan laut, ayam, dan kalkun. Sebaliknya, kurangi konsumsi daging sapi.
  • Lebih aktif bergerak, misalnya dengan bergerak selama sekitar 10 menit setiap harinya.
  • Jaga berat badan ideal. Bila kesulitan mencapainya, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi terkait panduan yang tepat.
  • Tidak merokok dan konsumsi minuman beralkohol.
  • Rutin ke dokter untuk cek kesehatan tubuh.

Apabila Anda termasuk orang yang berisiko terkena kanker payudara, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mencegah kanker berkembang semakin parah.

 

  1. Anonim. Breast Pressing Causes Breast Cancer? https://sahyadrihospital.com/blog/breast-pressing-causes-breast-cancer/. (Diakses pada 23 Februari 2023).
  2. Anonim. 2022. What Are the Risk Factors for Breast Cancer? https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/risk_factors.htm. (Diakses pada 23 Februari 2023).
  3. Anonim. Breast Health, Breast Cancer Risk Factors and Symptoms, Breast Cancer Screening, and Resources. https://portal.ct.gov/DPH/Comprehensive-Cancer/Comprehensive-Cancer/Breast-Cancer-Facts. (Diakses pada 23 Februari 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi