Terbit: 2 February 2022 | Diperbarui: 4 February 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Vernix caseosa adalah lapisan putih yang biasanya menyelimuti bayi baru lahir. Lapisan seperti lilin ini memiliki banyak manfaat yang bagus untuk bayi, baik masih dalam kandungan maupun ketika sudah lahir. Bunda, yuk intip manfaat lainnya di bawah ini!

Vernix Caseosa, Lapisan Pelindung Bayi Baru Lahir yang Memiliki Banyak Manfaat

Apa Itu Vernix Caseosa?

Vernix caseosa adalah lapisan putih seperti keju yang berfungsi sebagai lapisan pelindung pada kulit bayi. Lapisan ini berkembang untuk melindungi kulit bayi saat berada di dalam kandungan. Bekas vernix biasanya tetap ada setelah melahirkan.

Verniks caseosa berkembang secara perlahan selama kehamilan dan berkembang sepenuhnya selama trimester ketiga. Verniks terdiri dari 80% air, 10% lipid, dan 9% protein.
Lipid dan protein membuat vernix sedikit berminyak.

Air tidak dapat bergerak dengan mudah melalui lipid, sehingga vernix melindungi kulit bayi agar tidak menarik terlalu banyak air dari cairan ketuban. Verniks menjaga kulit bayi tetap lembut dan melindungi kulit dari infeksi di dalam rahim.

Ketika vernix sepenuhnya berkembang, lapisan ini mencapai ketebalan yang maksimal. Saat mendekati tanggal persalinan, vernix mulai menipis. Jika bayi lahir di sekitar tanggal persalinan, kemungkinan akan ada lapisan tipis vernix yang tersisa.

Warna Vernix Caseosa

Sebagian besar vernix berwarna putih tetapi terkadang warnanya bisa berubah. Vernix bisa tampak berwarna cokelat kekuningan atau kadang-kadang bahkan bisa berwarna kehijauan.

Warna vernix bisa berubah setelah bayi buang air besar untuk pertama kalinya. Inilah saatnya Bunda bisa menyeka vernix dari kulit si kecil.

Manfaat Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir

Manfaat utama dari vernix adalah untuk melindungi dan menghidrasi kulit bayi dalam rahim. Berdasarkan penelitian, kemungkinan ada beberapa manfaat lainnya.

1. Melumasi jalan lahir

Tekstur vernix yang berlilin dapat membantu selama proses melahirkan. Berkat teksturnya yang menjadi pelumas, ini membantu mengurangi gesekan saat bayi bergerak melalui jalan lahir.

2. Mengatur suhu tubuh bayi

Bayi memerlukan beberapa saat untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri untuk keluar dari rahim. Inilah salah satu alasan mengapa bayi terbungkus selimut dan terlihat setelah lahir.

Penelitian menunjukkan bahwa meninggalkan vernix caseosa pada bayi baru lahir dapat membantu menstabilkan suhu tubuh bayi lebih cepat. Vernix juga mengurangi risiko hipotermia dan kebutuhan menggunakan inkubator untuk pemanasan.

3. Melindungi bayi dari infeksi

Bayi yang baru lahir mulai mengembangkan sistem kekebalan tubuh setelah lahir, yang berarti bayi lebih rentan pada penyakit. Lapisan pelindung yang dibentuk oleh vernix dapat melindungi bayi dari penyakit dalam beberapa cara, berikut di antaranya.

  • Verniks sebagai penghalang. Lapisan verniks tidak membiarkan bakteri langsung masuk ke kulit bayi. Ini membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan baru dan memberi waktu bagi sistem imun untuk memperkuat.
  • Verniks mengandung imuno-peptida, enzim, dan lipid dengan
    sifat antimikroba. Kandungan ini melindungi bayi dari patogen (mikroorganisme parasit), serta sebagai antioksidan dan mengurangi peradangan.

Baca Juga: Bayi yang Baru Lahir Sangat Rentan Terkena Masalah Kesehatan Berikut

4. Mengurangi tangisan yang kuat pada bayi

Ketika bayi baru lahir, menunda mandi untuk pertama kali bisa mengurangi tangisan kuat pada bayi.

Satu penelitian menunjukkan bahwa menunda mandi pertama bagi bayi dan membiarkan vernix tetap utuh dikaitkan dengan berkurangnya tangisan kuat pada bayi baru lahir.

5. Melembapkan kulit bayi

Vernix caseosa pada bayi baru lahir juga bagus untuk kulit yang lebih lembut dan terasa halus. Vernix adalah zat seperti keju yang merupakan pelembap alami untuk bayi, mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

Baca Juga: 5 Fakta Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orang Tua

Berapa Lama Vernix Tetap Melapisi Bayi?

Sebaiknya jangan terlalu cepat membersihkan vernix dari kulit bayi. Penelitian menunjukkan bahwa menghilangkan vernix tidak diperlukan untuk alasan higienis dan menghilangkannya dapat membantu mencegah infeksi bakteri dan menyembuhkan luka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk menunda mandi pertama bagi bayi setidaknya selama 6 jam, meskipun 24 jam adalah waktu yang ideal. Terkecuali jika bayi terlapisi mekonium (tinja) atau jika ibu menderita HIV atau hepatitis, segera mandikan bayi.

Setelah lapisan vernix dibersihkan, kulit bayi mungkin akan mengering dan mengelupas, biasanya di kaki dan tangan. Sebaiknya biarkan serpihan vernix hilang sendiri, biasanya dalam beberapa minggu.

Sisa vernix sering kali tersembunyi di lipatan kulit selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah persalinan. Jika Bunda menemukannya, bersihkan dengan lembut atau biarkan saja.

Baca Juga: Mengapa Bayi Baru Lahir Perlu Disuntik Vitamin K?

Bagaimana Jika Vernix Caseosa Hilang?

Jika persalinan tertunda, lapisan vernix mungkin hampir tidak ada pada kulit bayi. Lapisan ini juga bisa hilang sama sekali, yang mungkin terjadi karena vernix perlahan-lahan larut dalam cairan ketuban seiring waktu, terutama ketika waktu persalinan semakin dekat.

Bunda, itulah penjelasan tentang vernix caseosa yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Achwal, Aarohi. 2018. Vernix Caseosa – Must Know Things for Parents. https://parenting.firstcry.com/articles/vernix-caseosa-must-know-things-for-parents/ (Diakses pada 2 Februari 2022)
  2. Braun, Ashley. 2021. What Is Vernix Caseosa?. https://www.verywellhealth.com/vernix-caseosa-5185577 (Diakses pada 2 Februari 2022)
  3. Higuera, Valencia. 2016. Benefits of the Vernix Caseosa During Pregnancy and Delivery. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vernix-caseosa (Diakses pada 2 Februari 2022)
  4. Pevzner, Holly. 2020. What is Vernix Caseosa?. https://www.parents.com/baby/care/skin/10-things-you-never-knew-about-vernix/ (Diakses pada 2 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi