Terbit: 19 July 2022 | Diperbarui: 20 July 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Bayi rewel di malam hari mungkin membuat stres dan kelelahan bagi orang tua baru. Oleh sebab itu, penting untuk mencari tahu penyebab dan bagaimana cara menenangkan bayi rewel di malam hari. Bunda, yuk, simak penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasinya di bawah ini!

10 Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Penyebab Bayi Rewel di Malam Hari

Orang tua mungkin khawatir apabila si Kecil sering rewel di malam hari. Bukan tanpa sebab, bayi bisa rewel karena penyebab tertentu yang bisa diatasi.

Berikut ini penyebab bayi rewel di malam hari, di antaranya:

1. Kelelahan

Dalam kebanyakan kasus, bayi menangis yang berlebihan bisa menandakan bahwa ia lelah dan perlu sedikit tenang sebelum tertidur. Selama beberapa minggu pertama kehidupan, bayi dibebani dengan rangsangan, sensasi yang tidak biasa ia alami serta tidak tahu cara mengelolanya.

Oleh karena itu, Anda harus membuat lingkungan lebih tenang, menjaga pencahayaan, kebisingan, dan tetap dekat dengannya sampai tertidur.

Anda tidak perlu menggendongnya, cukup menghibur atau membelainya saat anak berada di buaian.

2. Popok basah atau kotor

Penyebab bayi rewel di malam hari bisa saja karena popoknya basah atau sudah kotor. Kondisi ini mungkin membuatnya merasa tidak nyaman.

Biasanya, bayi membuat popok basah sebanyak enam kali atau lebih dalam sehari, jadi sering-seringlah memeriksa popok si Kecil. Jika sudah basah, segera ganti dengan popok yang baru.

3. Kelaparan

Karena bayi memiliki perut yang kecil, itu berarti si Kecil akan lebih sering lapar daripada balita. Apabila merasa lapar, biasanya bayi akan rewel. Bayi baru lahir umumnya akan menyusui setiap satu atau dua jam.

4. Sakit perut (kolik)

Penyebab bayi rewel pada malam hari biasanya karena sakit perut alias kolik. Bayi yang mengalami kolik sering kali menangis selama tiga jam atau lebih. Kondisi ini dapat berlangsung tiga hari dalam seminggu, dan bisa berlangsung selama tiga minggu atau lebih.

Apabila bayi Anda mengalami kolik dengan durasi tersebut, periksakan ke dokter anak sesegera mungkin.

5. Tumbuh gigi

Ketika bayi berusia 3 atau 4 bulan, mungkin mulai tumbuh gigi pertamanya. Apabila bayi rewel di malam hari dan gusinya merah atau meradang, kemungkinan besar si Kecil sedang tumbuh gigi.

Jika sering rewel karena pertumbuhan gigi, cobalah berikan perawatan sederhana, seperti pijat gusi, cold teething toys, dan obat pereda nyeri (sebaiknya tanyakan kepada dokter terlebih dahulu).

6. Pengeluaran ASI lebih lambat

Sebagian besar ibu menganggap bahwa bayi yang rewel di malam hari karena tidak cukup makan, tetapi itu mungkin tidak selalu terjadi.

Namun, komposisi ASI berubah di malam hari dan mungkin Bunda mengalami aliran ASI yang lebih lambat. Perubahan volume ASI ini mungkin menjadi penyebab bayi rewel di malam hari.

Baca Juga: Bayi Sering Menangis saat Diletakkan? Ini 9 Penyebabnya

7. Perut kembung

Mengepalkan tangan dan menggeliat juga merupakan tanda-tanda perut kembung.  Bayi yang mengalami kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang signifikan. Jadi, konsultasikan dengan dokter anak tentang penanganan apabila kondisi ini sering terjadi.

8. Kecemasan akan perpisahan

Sekitar usia 9 bulan, bayi biasanya menjadi lebih dekat dan lebih memilih pengasuhnya daripada orang lain atau bahkan anggota keluarga lainnya.

Bayi selalu melekat erat dan tidak ingin pengasuhnya pergi, bahkan jika ditinggal sebentar ke ruangan lain. Hal ini disebut kecemasan terhadap perpisahan.

9. Regresi tidur

Sepanjang tahun pertama, bayi mungkin akan mengalami kemunduran tidur. Perubahan dalam tidur bayi ini mungkin disebabkan oleh gangguan dalam rutinitasnya, seperti perjalanan atau lompatan perkembangan. Perbedaan kesadaran bisa menyebabkan regresi tidur juga.

Sebagian besar bayi baru lahir bisa tidur di mana saja, tanpa memperhatikan rangsangan di lingkungannya.

Seiring bertambahnya usia, bayi menjadi lebih peka akan lingkungannya dan cahaya, kebisingan, dan kurangnya rutinitas akan membuatnya sulit untuk tidur nyenyak. Itulah sebabnya kenapa bayi rewel di malam hari.

10. Penyakit ringan

Bayi mengandalkan tangisan sebagai salah satu cara berkomunikasi untuk kebutuhannya. Bunda mungkin melihat perubahan suasana hati, perubahan nafsu makan, demam, dan rewel jika bayi sedang tidak sehat.

Penyakit ringan biasanya bisa diatasi tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun, jika bayi demam tinggi terus-menerus, lesu, muntah, diare, atau muncul gejala infeksi, segera konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Purple Crying, Ketika Bayi Menangis Terus-menerus

Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Menenangkan bayi yang rewel mungkin sulit bagi sebagian orang tua. Namun, Anda tidak perlu khawatir, ada banyak tips yang dapat Bunda praktikkan untuk membuat si Kecil tenang dan merasa nyaman.

Berikut ini cara mengatasi bayi rewel di malam hari, di antaranya:

1. Gendong bayi

Menggendong bayi dan berjalan-jalan adalah cara yang bagus untuk menenangkannya ketika rewel. Bayi akan menikmati perasaan kedekatan dan ritme langkah. Bunda juga merasa nyaman, karena tangan tetap bebas untuk aktivitas lain.

Cobalah posisikan bayi menghadap tubuh Bunda dalam gendongan. Anda juga dapat menggunakan gendongan saat sedang menyusui, terutama ketika sedang melakukan aktivitas lain.

2. Variasikan posisi menyusui

Jika bayi lapar dan terus ingin menyusu, coba ganti posisi menyusui dari posisi sebelumnya. Perubahan posisi menyusui yang sederhana dapat membantu memengaruhi aliran ASI.

Posisi tersebut juga membuat bayi merasa nyaman, sehingga tidak lagi rewel saat malam hari.

3. Kurangi stimulasi

Cara menenangkan bayi rewel di malam hari bisa dengan mengurangi stimulasi apabila bayi sangat peka terhadap lingkungannya.

Caranya dengan mematikan lampu, kurangi kebisingan, dan bedong bayi agar sistem sarafnya lebih mudah tenang. Teknik ini juga bisa dilakukan untuk membantu bayi lekas tidur

4. Pijatan lembut

Memijat bayi bisa menjadi terapi yang menenangkan Bunda dan si Kecil, dan ini adalah cara yang bagus untuk menenangkan tangisan bayi. Bunda bisa menggunakan losion atau minyak pijat khusus bayi.

Baca Juga: Kenali Penyebab Bayi Menangis saat Tidur dan Cara Mengatasinya

5. Perdengarkan suara yang menenangkan

Sama seperti suara keras yang dapat membuat bayi menangis, suara yang lembut juga dapat menenangkannya. Dalam kandungan, bayi sudah terbiasa mendengar detak jantung.

Bayi juga dapat merespons suara yang dikenalnya. Bunda juga bisa nyanyikan pengantar tidur yang lembut atau bersenandung pelan saat menggendongnya.

6. Bawa ke ruang terbuka

Pergi ke ruang terbuka, misalnya halaman, mungkin yang akan membantu menenangkan si Kecil, ditambah perubahan pemandangan dapat membuat kondisinya lebih baik.

Ruang terbuka dengan cahaya, udara, dan suhu; ditambah pemandangan, suara, dan aroma baru akan meningkatkan suasana hati baik Bunda maupun si Kecil.

7. Menghiburnya

Seperti orang dewasa, bayi juga bisa mengalami rasa bosan. Jika bayi merasa bosan, hal tersebut bisa menyebabkannya rewel.

Sebagai salah satu cara mengatasi bayi rewel di malam hari, cobalah untuk bercerita menggunakan suara-suara yang lucu dan bermain dengan ekspresi wajah. Selain itu, Bunda juga bisa bermain dengannya di lantai dengan mainan-mainan favoritnya.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak jika bayi Anda selalu rewel dan tidak membaik walaupun sudah melakukan anjuran di atas, terutama jika bayi Anda memiliki gejala lain seperti demam tinggi, lesu, terus muntah, dan BAK berkurang.

 

  1. Anonim. 2022. How to Calm a Fussy Baby: Tips for Parents & Caregivers. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Calming-A-Fussy-Baby.aspx. (Diakses pada 18 Juli 2022)
  2. Anonim. 2021. Fussy crying newborn baby at night: why it happens and what can you do?. https://koalababycare.com/blogs/koalavibes/fussy-crying-newborn-baby-at-night-why-it-happens-and-what-can-you-do. (Diakses pada 18 Juli 2022)
  3. Anonim. 2021. How to Soothe a Crying Baby. https://www.webmd.com/parenting/baby/colic-remedies. (Diakses pada 18 Juli 2022)
  4. Crider, Catherine. 2020. Why Is My Baby Fussy at Night?. https://www.healthline.com/health/baby/fussy-baby-at-night. (Diakses pada 18 Juli 2022)
  5. Geddes, Jennifer K. How to Soothe a Crying Baby. https://www.whattoexpect.com/first-year/care/how-to-make-baby-stop-crying. (Diakses pada 18 Juli 2022)
  6. Sauer, Mary. 2022. Why your baby or toddler wakes up screaming at night. https://www.babycenter.com/toddler/sleep/why-is-my-toddler-suddenly-waking-up-hysterical-at-night_1292621. (Diakses pada 18 Juli 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi