Terbit: 25 March 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Bayi belum bisa mengutarakan keinginannya melalui ucapan. Oleh sebab itu, tangisan menjadi cara bagi si Kecil untuk berkomunikasi. Namun, apa jadinya jika ketika sedang nyenyak tidur, bayi Anda tiba-tiba menangis? Apakah bayi menangis saat tidur berbahaya? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut.

Kenali Penyebab Bayi Menangis saat Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Menangis saat Tidur

Saat Anda mendapati bayi tiba-tiba menangis di tengah malam, wajar saja jika Anda khawatir. Mungkinkah kondisi ini menandakan kondisi medis yang serius?

Faktanya pada kebanyakan kasus, bayi yang menangis ketika sebelumnya tertidur merupakan sebuah fase yang umum dilalui dan tidak membahayakan.

Mengapa bayi tiba tiba menangis saat tidur? Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya, di antaranya:

1. Siklus tidur yang belum teratur

Bayi baru lahir cenderung sering tidur, bahkan sampai 20 jam setiap harinya. Hal ini terjadi akibat jam tidurnya yang belum teratur.

Para ahli merekomendasikan bayi untuk tidur 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Jika Anda mendapati si Kecil tidur lebih dari anjuran waktu tersebut, pastikan untuk membangunkannya setiap 3 atau 4 jam sekali.

Pasalnya, bayi baru lahir harus mendapatkan nutrisi yang cukup. Maka dari itu, dalam beberapa minggu pertama, Anda harus memastikan ia memperoleh nutrisi tersebut dari ASI.

Lantas, apa hubungan masalah tidur dengan bayi menangis saat tidur di malam hari? Kondisi ini akibat siklus tidurnya tersebut.

Karena siklus tidur yang belum teratur, bayi bisa saja tiba-tiba terbangun dan merengek.

2. Masalah tidur pada bayi

Adanya masalah tidur pada bayi dapat menjadi alasan mengapa bayi tiba tiba menangis saat tidur. Masalah tidur ini tentu akan membuat cemas para orang tua.

Menurut penelitian, masalah tidur umum terjadi pada anak dan memengaruhi sebanyak 30 persen anak. Gangguan tidur yang dimaksud dapat berupa sulit untuk tidur atau sulit untuk mempertahankan tidur.

Gangguan tidur ini dapat berujung pada bayi yang menangis tiba-tiba saat tidur.

3. Rapid eye movement (REM)

Masih berkaitan dengan masalah tidur, bayi yang memasuki rapid eye movement (REM) dalam tidurnya dapat menangis secara tiba-tiba.

Melansir WebMd, siklus tidur terdiri dari dua tahapan, yaitu REM dan non-REM. Berikut rinciannya:

Non-REM

Memasuki non-REM, ada 3 tahapan yang akan dilalui seseorang saat tidur, yaitu:

  • Tahap 1: mata sudah terpejam, tetapi Anda akan mudah bangun. Tahap ini berlangsung sekitar 5 sampai 15 menit.
  • Tahap 2: detak jantung melambat dan suhu tubuh Anda turun. Tubuh tengah bersiap-siap untuk tidur nyenyak. Tahapan ini umumnya terjadi selama 10 hingga 25 menit.
  • Tahap 3: Pada tahap ini, Anda sudah tidur nyenyak. Jika seseorang membangunkan, Anda akan kebingungan.

REM

Bayi sering kali tertidur dalam fase REM, terutama bayi yang baru lahir. Melansir WebMd, bayi tertidur dalam fase ini ditemukan sebesar 50 persen, sedangkan pada dewasa hanya 20 persen.

REM sendiri adalah tahapan akhir dari tidur. Fase ini akan terjadi 90 menit setelah Anda tertidur.

Pada tahap REM, otak menjadi lebih aktif sehingga Anda bisa saja bermimpi. Tahap tidur ini juga dikenal sebagai active sleep.

Bayi yang memasuki fase REM akan mengalami beberapa hal berikut:

  • Lengan atau kaki yang tiba-tiba tersentak.
  • Kelopak mata bergerak-gerak dari sisi kiri ke kanan di balik kelopak mata yang tertutup.
  • Bayi bernapas tidak beraturan, bahkan terhenti selama 5 sampai 10 detik. Kondisi ini adalah pernapasan periodik normal pada masa bayi.

Baca Juga: Purple Crying, Ketika Bayi Menangis Terus-menerus

4. Popok basah

Mendapati bayi menangis saat tidur, mungkin membuat Anda bertanya-tanya, apa yang menjadi penyebabnya? Namun, sudahkah Anda mengecek popok si Kecil? Bisa jadi ia menangis karena minta ganti popok.

Seperti yang Anda ketahui, bayi belum bisa menyampaikan keluhannya. Oleh karena itu, jika merasa tidak nyaman akibat popok yang sudah basah, bayi bisa menangis secara tiba-tiba.

5. Suhu ruangan terlalu dingin atau panas

Suhu kamar bisa menentukan kenyamanan bayi Anda saat tidur. Ketika terlalu dingin atau panas, bisa saja bayi tiba-tiba menangis saat tidur.

6. Kelaparan

Bayi bisa saja merasa kelaparan saat sedang nyenyak tidur. Melansir Parenting First Cry, Anda bisa mengetahui jika bayi kelaparan saat ia tiba-tiba merintih, tetapi belum sepenuhnya bangun.

7. Nyeri akibat tumbuh gigi

Penyebab lain bayi menangis saat tidur adalah nyeri pada saat akan tumbuh gigi. Biasanya rasa sakit akan membuatnya terbangun. Untuk mengatasi nyeri pada bayi, konsultasikan kepada dokter anak.

8. Mimpi buruk (nightmare) atau night terror

Nightmare dan night terror tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bayi yang lebih besar (balita) juga bisa mengalaminya.

Seiring berjalannya waktu, imajinasi pada bayi akan lebih berkembang. Hal inilah yang bisa memicu mimpi buruk dan night terror.

Mimpi buruk terjadi pada fase REM, sedangkan night terror terjadi ketika anak sangat gelisah selama fase tidur yang lebih dalam.

Ketika mengalami night terror, si Kecil dapat menangis saat tidur, bergerak-gerak di tempat tidur, atau membuat kegaduhan lain.

Night terror jarang terjadi dan umumnya menimpa anak berusia 4 hingga 12 tahun. Kendati begitu, menurut laporan, kondisi ini juga bisa terjadi pada bayi yang masih berusia 18 bulan. 

Selain itu, jika anak sedang sakit atau kurang tidur, risiko munculnya kondisi ini dapat meningkat.

Apa yang Harus Dilakukan?

Bingung menghadapi bayi menangis saat tidur? Tidak perlu khawatir, Anda bisa melakukan cara-cara berikut ini untuk menenangkannya:

1. Biarkan selama beberapa saat

Biarkan bayi hingga beberapa saat. Pasalnya, bisa saja penyebab kondisi ini adalah masalah tidur akibat otak yang sedang berkembang. Hal ini akan membuat si Kecil gelisah saat tidur dan membuatnya menangis.

Jadi, perhatikan apakah si Kecil kembali tertidur atau justru menangis terus-menerus.

2. Memberikan sentuhan lembut

Jika tangisan bayi tidak kunjung mereda setelah Anda membiarkan selama beberapa saat, cobalah ajak si Kecil berbicara dengan lembut atau usap punggung dan perutnya secara perlahan.

Cara ini dapat membantu mengalihkan perhatian sekaligus menenangkannya. Tangisan bayi pun kemungkinan akan mereda.

3. Mengganti popok bayi segera

Salah satu penyebab bayi tiba-tiba menangis saat tidur adalah ketidaknyamanan akibat popok sudah basah. Oleh karena itu, ganti popok bayi segera untuk menenangkan tangisannya.

4. Menyusui

Lapar dapat membuat bayi Anda menangis ketika tidur. Perlu diketahui, bayi akan menyusu setiap beberapa jam sekali. Jika si Kecil tidur sebelum Anda memberikan ASI, kemungkinan besar ia akan menangis karena lapar.

Baca Juga6 Tips Menciptakan Tempat Tidur Bayi yang Aman dan Nyaman

5. Menyalakan musik yang menenangkan atau white noise

Alunan musik yang lembut bisa membantu si Kecil lebih tenang saat menangis. Jadi, tidak ada salahnya untuk menyalakan musik.

Selain itu, Anda juga bisa membiarkan white noise untuk menciptakan kenyamanan.

White noise adalah bunyi yang dihasilkan oleh kondisi di sekitar, misalnya suara jangkrik, vacuum cleaner, pendingin udara, dan masih banyak lagi.

6. Membedong bayi

Cara mengatasi bayi menangis saat tidur selanjutnya adalah membedong bayi. Cara ini diharapkan bisa memberikan si Kecil kenyamanan. Anda juga bisa menggendong bayi sembari mengayun-ayunkan tubuhnya perlahan.

Demikian penjelasan seputar penyebab bayi tiba-tiba menangis saat tidur dan cara untuk mengatasinya. Jika tangisan bayi menjadi lebih parah, atau si Kecil kesulitan untuk tidur, segera periksakan ke dokter.

 

  1. Anonim. Frequent Night Awakenings: Why Is My Baby Crying During Sleep? https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/parenting/parenting-articles/baby-crying-sleep/. (Diakses pada 25 Maret 2022).
  2. Anonim. Why Does My Baby Cry in Their Sleep? https://www.nct.org.uk/baby-toddler/crying/why-does-my-baby-cry-their-sleep. (Diakses pada 25 Maret 2022).
  3. Hiscock, Harriet. & Davey, Margot J. Sleep disorders in Infants and Children. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/jpc.12033. (Diakses pada 25 Maret 2022).
  4. Nair, Anisha. 2018. Baby Crying in Sleep – Causes and Ways to Soothe. https://parenting.firstcry.com/articles/baby-crying-in-sleep-causes-and-ways-to-soothe/. (Diakses pada 25 Maret 2022).
  5. Timmons, Jessica. 2019. How to Soothe a Baby Who’s Crying in Their Sleep. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-crying-in-sleep. (Diakses pada 25 Maret 2022).
  6. Villines, Zawn. 2019. How to Soothe A Baby Crying in Their Sleep. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324327#. (Diakses pada 25 Maret 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi