Terbit: 26 Februari 2018 | Diperbarui: 28 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Mimpi buruk saat tidur adalah hal yang biasa. Namun jika hal ini terjadi berkali-kali saat hamil tentu membuat Anda yang sedang hamil bertanya-tanya. Wajarkah wanita yang sedang hamil mengalami mimpi buruk?

Sering Mimpi Buruk Saat Hamil, Wajarkah?

Dilansir dari laman babycentre, mimpi buruk saat hamil ternyata adalah hal yang wajar terjadi. Mimpi aneh ini dapat berupa apa saja seperti hewan-hewan yang dapat berbicara, mimpi tentang seks, dan hal-hal aneh lainnya disebabkan oleh pikiran ibu hamil sendiri.

Ketika hamil, ibu hamil banyak mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikis. Kadang ibu hamil menyimpan ketakutan saat menghadapi persalinan atau kekhawatiran lain. Di balik kekhawatiran tersebut ibu hamil juga merasa tak sabar untuk segera menimang buah hatinya. Mimpi yang dialami ibu hamil bisa dikatakan merupakan cerminan dari semua perasaan bahagia dan kekhawatiran yang dialami oleh ibu hamil. Bermimpi adalah cara otak untuk membantu Anda mengatasi emosi yang Anda rasakan.

Selain itu, gangguan-gangguan saat tidur seperti kaki kram, posisi tidur yang kurang nyaman dan sering buang air kecil membuat Anda tidak nyaman sehingga lebih mudah mengingat mimpi buruk yang Anda alami.

Mimpi-mimpi aneh mungkin akan berubah seiring dengan perkembangan kehamilan Anda. Semakin mendekati kelahiran, Anda mungkin akan bermimpi tentang hal-hal yang membuat Anda panik, seperti Anda takut kehilangan anak Anda, atau anak Anda sendirian tanpa pengawasan, dan sebagainya. Mimpi ini seolah memberi sinyal pada Anda bahwa Anda takut pada tuntutan menjadi ibu, namun di sisi lain mimpi ini juga menunjukkan bahwa Anda memiliki kepedulian pada bayi Anda.

Meskipun terdengar menyeramkan, namun Anda tidak perlu terlalu terpengaruh pada mimpi buruk yang Anda alami. Jangan biarkan mimpi buruk mempengaruhi rasa percaya diri dan keyakinan Anda. Jika Anda merasa gangguan ini cukup parah, sebaiknya bicarakan pada pasangan, teman, atau psikolog untuk membantu mengatasi keluhan Anda.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi