Terbit: 24 Februari 2018 | Diperbarui: 29 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Mengamati pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil. Apalagi saat bayi mulai aktif bergerak-gerak. Selain mulai merespon rangsangan yang Anda berikan, janin juga terkadang mengalami cegukan. Normalkah jika janin cegukan?

Normalkah Janin yang Sering Mengalami Cegukan?

Umumnya janin mulai cegukan saat memasuki trimester pertama atau kedua, meskipun ada juga yang merasakan bahwa janin cegukan ketika masuk di trimester ketiga. Saat bayi cegukan, perut ibu akan terasa seperti kejang. Setidaknya sekali dalam kehamilan ibu hamil akan merasakan janinnya cegukan. Namun ada juga janin yang mengalami cegukan hampir tiap hari atau dalam intensitas waktu tertentu. Ibu hamil tak perlu khawatir jika janin cegukan karena ini adalah hal yang normal terjadi.

Kadang ibu hamil tidak bisa membedakan antara tendangan atau janin yang mengalami cegukan karena sensasi keduanya terasa hampir sama. Salah satu cara yag paling mudah untuk membedakan janin cegukan atau menendang adalah dengan bergerak. Jika Anda merasa gerakan bayi berpindah-pindah, di sisi atas, bawah, kanan atau kiri, dan berhenti saat Anda bergerak, kemungkinan besar ini adalah tendangan bayi. Namun jika setelah Anda bergerak gerakan bayi tetap sama di suatu tempat, maka kemungkinan ini adalah cegukan bayi.

Belum dapat diketahui dengan pasti penyebab mengapa janin bisa mengalami cegukan. Sebagian ahli berpendapat bahwa janin yang cegukan menandakan sedang berlangsungnya pematangan paru-paru. Misalnya, air ketuban terhirup masuk ke paru-paru, lalu keluar lagi seiring gerakan memompa yang dilakukan oleh diafragma janin. Janin lalu cegukan untuk melatih otot pernapasannya.

Selain itu cegukan juga dapat terjadi karena janin tidak mendapat cukup udara. Jika Anda merasa kejang dalam waktu lama, sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksa kemungkinan tekanan dari tali pusat. Tekanan tali pusat terjadi saat tali pusat melilit area di sekitar leher janin sehingga menghambat pasokan udara.

Umumnya ibu hamil hanya merasakan 10 gerakan dalam waktu 30 menit. Jika Anda merasa bayi Anda terlalu banyak cegukan terutama setelah minggu ke-32, sebaiknya segera hubungi dokter untuk memeriksa kandungan Anda.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi