Terbit: 2 May 2019 | Diperbarui: 4 September 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Kram perut setelah melahirkan adalah keluhan yang dapat dirasakan sebagian wanita. Apakah keluhan ini perlu diwaspadai? Yuk, ketahui penyebab dan cara mengatasi kram perut setelah melahirkan berikut ini!

Penyebab Kram Perut Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kram Perut Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, sebagian wanita bisa mengalami kram di bagian perut. Keluhan ini sejatinya merupakan kondisi yang wajar dialami karena rahim sedang menyesuaikan ke kondisi normal.

Namun, kram setelah melahirkan juga nyatanya bisa menandakan masalah kesehatan serius sehingga memerlukan penanganan medis.

Supaya waspada kapan harus bertindak, ketahui beberapa penyebab kram perut pascamelahirkan berikut ini:

1. Kontraksi Rahim

Penyebab utama kram perut setelah melahirkan adalah karena kontraksi rahim. Selama hamil 9 bulan, perkembangan janin membuat rahim semakin besar. Setelah melahirkan, tubuh Anda akan mengembalikan ukuran rahim kembali ke bentuk semula.

Pengembalian ukuran rahim tersebut memerlukan kontraksi rahim. Proses tersebutlah yang menyebabkan Anda merasa kram perut.

Di samping itu, menyusui bayi akan meningkatkan rasa nyeri ini. Pasalnya, aktivitas menyusui bayi akan merangsang produksi hormon oksitosin, pemicu adanya kontraksi rahim. Jadi, jangan heran bila Anda rasa nyeri meningkat saat menyusui bayi.

Namun, jangan sampai Anda menghentikan pemberian ASI. Faktanya, menyusui bayi bisa membuat kontraksi rahim ini segera hilang. Bagaimana bisa?

Rangsangan isapan bayi pada puting Anda berkontribusi pada kecepatan mengecilnya ukuran rahim sehingga kontraksi rahim bisa terhenti.

Baca JugaPerlu Dicoba, Ini 9 Cara Efektif Mengatasi Depresi Pascamelahirkan

2. Luka Bekas Operasi Caesar

Kram perut tidak hanya menimpa wanita yang menjalani persalinan normal. Nyatanya, wanita yang melalui proses operasi caesar juga bisa merasakannya.

Setelah menjalani operasi caesar, rahim akan tetap berkontraksi ke kondisi sebelum kehamilan. Inilah yang akan memicu nyeri di bagian perut.

Bahkan, kram bisa muncul disertai ketidaknyamanan di perut bagian bawah. Anda kemungkinan akan mengalami kram dan nyeri pada daerah sayatan bekas operasi.

3. Konstipasi

Penyebab kram perut setelah melahirkan lainnya adalah konstipasi atau susah buang air besar. Kondisi ini ternyata bisa memperparah tingkat nyeri perut Anda.

Penyebab konstipasi setelah melahirkan cukup beragam. Beberapa di antaranya, yaitu peningkatan kadar progesteron dan kurang bergerak. Selain itu, pola diet yang rendah serat juga dapat meningkatkan risiko konstipasi setelah melahirkan.

4. Infeksi

Pada kasus yang jarang terjadi, kram perut setelah melahirkan dapat terjadi karena infeksi. Kondisi ini menyebabkan kram atau nyeri yang tidak berhubungan dengan persalinan.

Beberapa penyakit akibat infeksi yang memicu kram pada perut, antara lain:

Baca Juga10 Pilihan Makanan yang Sehat setelah Melahirkan

Berapa Lama Kram Perut Terjadi?

Pada umumnya, kontraksi rahim yang memicu kram perut dapat terjadi sekitar 6-8 minggu setelah melahirkan. Namun, proses ini mungkin akan berbeda-beda bergantung pada kondisi ibu.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi lamanya gejala bertahan, yaitu lamanya proses persalinan, pernah menjalani persalinan sebelumnya, dan memiliki riwayat operasi caesar.

Ibu yang menyusui bayi cenderung mengalami kram perut yang lebih singkat. Pasalnya, isapan bayi di puting akan berkontribusi pada kecepatan mengecilnya ukuran rahim.

Nyeri perut setelah melahirkan juga bisa lebih lama terjadi jika Anda tidak menyusui bayi secara eksklusif, terlebih lagi bila Anda memiliki pola diet rendah serat.

Cara Mengatasi Kram Perut Setelah Melahirkan

Meskipun kram perut setelah melahirkan adalah hal yang normal terjadi, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya. Penanganan hendaknya disesuaikan dengan penyebab kondisi.

Secara umum, beberapa cara mengatasi kram perut setelah melahirkan yang mudah dilakukan, antara lain:

1. Relaksasi Tubuh

Tubuh yang tenang dapat membantu mengatasi nyeri perut setelah melahirkan. Jadi, cobalah untuk melakukan teknik relaksasi. Tariklah napas dalam-dalam dan tenangkan pikiran Anda sejenak.

Anda bisa melakukan teknik pernapasan di rumah. Lakukan secara teratur setelah melahirkan. 

Sebaiknya, latihan pernapasan dilakukan di tempat yang tenang dan tidak di dekat bayi. Ini dilakukan agar Anda bisa fokus menenangkan diri.

Penggunaan aromaterapi dan alunan musik spa bisa mendukung relaksasi tubuh. Akan tetapi, gunakanlah aromaterapi herbal yang aman untuk Anda dan jangan biarkan bayi terpapar aromaterapi ini.

2. Rutin Buang Air Kecil

Disadari atau tidak, rutin buang air kecil merupakan salah satu cara mengatasi kram perut setelah melahirkan.

Kandung kemih yang dibiarkan penuh untuk waktu lama dapat meningkatkan rasa nyeri akibat kontraksi rahim. Jadi, hindarilah menahan pipis agar keluhan kram di perut tidak menghinggapi.

Baca JugaUkuran Kaki Menjadi Lebih Besar Setelah Melahirkan? Ini Penyebabnya!

3. Rutin Berjalan Kaki

Cara mengatasi kram perut setelah melahirkan yang mungkin tidak Anda duga adalah rutin berjalan kaki. Ya, aktivitas ini dapat membantu mengurangi nyeri pada perut akibat kontraksi rahim.

Rutin berjalan kaki juga mencegah penumpukan urine di dalam kandungan kemih karena terganti dengan keringat. Dengan begitu, Anda bisa lebih rutin berkemih.

Tak hanya mengatasi kram perut, berjalan secara rutin juga bisa membantu Anda tetap bugar dan menurunkan berat badan setelah hamil.

4. Kompres Hangat

Kompres hangat bisa membantu meredakan kram perut setelah melahirkan. Sensasi hangat yang dihasilkan dapat membuat keluhan berkurang.

Caranya cukup mudah, Anda tinggal membasahi kain atau handuk bersih menggunakan air hangat. Setelah itu, letakkan di atas perut selama beberapa menit.

5. Pijat Perut

Pemijatan dapat menjadi cara mengatasi mengatasi kram perut setelah melahirkan. Anda bisa memijat perut bagian bawah setelah atau sebelum pengompresan air hangat.

Pijatlah bagian perut bawah secara lembut dengan menggunakan minyak zaitun. Anda bisa melakukannya sendiri atau pergi ke salon yang menyediakan jasa pijat ibu melahirkan.

Sedikit tips, lakukanlah pemijatan setelah Anda memberikan ASI agar payudara tidak bengkak saat Anda sedang dipijat.

Baca Juga10 Manfaat Pijat Setelah Melahirkan dan Panduannya

6. Konsumsi Jahe

Jahe adalah tanaman yang disebut-sebut berkhasiat untuk mengatasi masalah kram perut setelah melahirkan. Manfaat ini berasal dari kandungannya yang memiliki sifat antiinflamasi.

Sebelumnya, pastikan dulu bahwa tubuh Anda tidak memiliki masalah untuk mengonsumsi jahe. Anda bisa mengolahnya menjadi wedang jahe atau mencampurnya ke dalam aneka masakan.

7. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Cara mengatasi kram perut setelah melahirkan juga bisa dilakukan dengan menerapkan pola diet tinggi serat. Hal ini berkaitan dengan masalah konstipasi yang menjadi memicu kram.

Serat yang cukup dapat membantu mengatasi masalah konstipasi setelah melahirkan sehingga rasa nyeri tidak semakin parah.

Sumber makanan tinggi serat yang dapat Anda konsumsi, yaitu sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

8. Minum Obat Pereda Nyeri

Pada beberapa ibu, rasa nyeri perut setelah melahirkan bisa cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika keluhan yang dialami sangat parah, Anda bisa mengatasinya dengan minum obat pereda nyeri yang aman.

Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun setelah melahirkan karena beberapa jenis obat bisa meresap ke dalam ASI.

Baca JugaBolehkah Menggunakan Stagen usai Melahirkan?

Kapan Harus ke Dokter?

Kram di perut yang sangat parah sebaiknya mendapatkan penanganan medis. Pasalnya, keluhan yang dirasakan bisa saja merupakan tanda infeksi.

Anda sebaiknya memeriksakan kondisi ke dokter jika kram pada perut disertai dengan beberapa kondisi di bawah ini:

  • Demam dengan suhu tubuh yang mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.
  • Keputihan yang tidak normal, misalnya berwarna aneh atau mengeluarkan bau yang tidak biasa.
  • Perdarahan yang hebat.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Kram perut yang berlangsung parah, termasuk saat munculnya hilang-timbul.
  • Sayatan bekas operasi caesar berwarna kemerahan, mengeluarkan cairan, atau terasa hangat.

Demikian penjelasan seputar kram perut setelah melahirkan, mulai dari penyebab hingga cara mengatasinya. Untuk memantau kondisi kesehatan pascamelahirkan, Anda dianjurkan untuk tetap rutin periksa ke dokter dalam 3-6 minggu setelah melahirkan.

Dengan begitu, masalah kesehatan yang menimpa pascamelahirkan bisa dideteksi dini sehingga penanganan yang diberikan bisa maksimal.

 

  1. Marcin, Ashley. 2020. What Causes Cramping After Birth and What Can You Do to Treat It? https://www.healthline.com/health/postpartum-cramps. (Diakses pada 27 Juli 2023).
  2. Watson, Stephanie. 2022. Postpartum Cramping. babycenter.com/baby/postpartum-health/postpartum-cramps-afterpains_11723. (Diakses pada 27 Juli 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi