Terbit: 7 December 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Kehamilan membuat seorang wanita tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat-obatan karena hal tersebut bisa memengaruhi perkembangan janin. Lantas, bagaimana aturannya jika ibu hamil konsumsi antibiotik? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Minum Antibiotik saat Hamil, Ini Aturannya agar Kondisi Tetap Aman

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Antibiotik?

Selama hamil, tubuh janin dilindungi oleh plasenta. Plasenta merupakan organ yang terbentuk selama hamil dan menjadi “penyaring” antara ibu dan janin. Apa pun makanan, minuman, dan obat-obatan yang dikonsumsi ibu dapat sampai ke janin lewat plasenta. 

Namun, ketika ibu hamil menghadapi kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan dengan antibiotik, keputusan untuk mengonsumsinya sering kali menimbulkan kekhawatiran; apakah obat tersebut membahayakan janin.

Antibiotik sendiri merupakan kelompok obat yang mampu melawan infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan dua cara: membunuh bakteri atau membuat bakteri sulit untuk berkembang. 

Lantas, apakah ibu hamil boleh minum antibiotik? Jawabannya adalah boleh. Namun, konsumsi obat harus sesuai instruksi dokter.  

Saat ibu hamil terkena infeksi bakteri, dokter bisa saja memberikan antibiotik. Anda tidak perlu khawatir, karena beberapa antibiotik diketahui aman dikonsumsi selama hamil jika memang penggunaannya diperlukan. 

Sebagai contoh, ibu hamil dengan usia kandungan 6 sampai 24 minggu cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi saluran kemih (ISK), kondisi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus

Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang perlu ditangani dengan obat antibiotik. Jika tidak diobati dengan tepat, maka risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah bisa meningkat.

Selain ISK, ibu hamil juga rentan untuk mengalami tipes, radang usus buntu, radang kantung empedu, atau infeksi ginjal.

Dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik dengan beberapa pertimbangan, misalnya ketika tidak ada pilihan pengobatan lain. Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan dampak pada janin dan ibu jika antibiotik diberikan atau tidak diberikan.

Selain itu, dokter akan mempertimbangkan dosis dan durasi konsumsi obat berdasarkan usia kehamilan. 

Baca JugaSeberapa Penting Tablet Penambah Darah untuk Ibu Hamil?

Jenis Antibiotik yang Aman dikonsumsi saat Hamil

Sebelum konsumsi antibiotik, perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis antibiotik aman untuk ibu hamil. Beberapa jenis antibiotik yang aman diminum ibu hamil, di antaranya:

1. Clindamycin

Clindamycin merupakan salah satu obat antibiotik yang umum diresepkan selama hamil. Antibiotik ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dan mencegah bakteri untuk menyebar ke organ lainnya. 

Dokter umumnya memberikan obat clindamycin saat ibu hamil mengalami infeksi telinga, infeksi paru, amandel, dan radang tenggorokan. 

Clindamycin termasuk dalam kategori aman dikonsumsi pada masa awal kehamilan.

2. Penisilin

Antibiotik lain yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil adalah penisilin. Antibiotik ini juga umum diresepkan selama hamil. Beberapa contoh antibiotik penisilin, antara lain amoxicillin dan ampicillin. 

Penisilin dapat bergerak melalui plasenta tetapi dikategorikan aman untuk dikonsumsi selama hamil. 

Anda perlu memberi tahu dokter jika memiliki riwayat alergi, demam, eksim, dan asma, karena Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami reaksi serius terhadap penisilin.

3. Cephalosporins

Dokter juga mungkin akan memberikan antibiotik cephalosporins kepada ibu hamil. Antibiotik ini memiliki cara kerja yang sama dengan penisilin. 

Dokter dapat memberikan obat ini pada ibu hamil yang menderita ISK, infeksi telinga, pneumonia, gonore, dan infeksi sinus. 

Namun, antibiotik ini tidak cocok untuk Anda yang memiliki penyakit ginjal. Reaksi alergi yang dapat timbul dari konsumsi cephalosporins adalah ruam pada kulit. 

4. Erythromycin

Jika Anda mengalami pecah ketuban dini, maka dokter akan memberikan antibiotik erythromycin untuk mencegah risiko infeksi dan persalinan prematur. Oleh sebab itu, antibiotik ini tergolong aman diminum saat hamil. Erythromycin bekerja dengan menghentikan infeksi bakteri.

Beberapa penyakit seperti difteri, infeksi kulit, dan gangguan pernapasan dapat diobati dengan antibiotik ini. Meskipun antibiotik boleh diminum oleh ibu hamil, tetapi Anda tetap perlu minum obat ini sesuai dengan petunjuk dan anjuran dokter. 

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kategori obat bagi ibu hamil. Pada umumnya, obat yang beredar di pasaran dikelompokkan menjadi 5 kategori, yaitu kategori A, B, C, D, dan X. Obat dengan kategori A dianggap paling aman untuk bumil, sedangkan obat dalam kategori X sudah terbukti berbahaya bagi janin. 

Oleh sebab itu, penting untuk bertanya kepada dokter tentang kategori obat yang hendak dikonsumsi. 

Bumil memang tidak boleh sembarangan minum obat. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh minum obat sama sekali. Beberapa jenis antibiotik diketahui aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Oleh sebab itu, Bumil tidak perlu khawatir minum antibiotik asal konsumsinya sesuai dengan petunjuk dokter.

 

  1. Anonim. 2022. Overview: Antibiotics. https://www.nhs.uk/conditions/antibiotics/. (Diakses pada 19 April 2023). 
  2. Cieri-Hutcherson, Nicole E.. 2022. What Antibiotics Can I Take While I’m Pregnant? https://www.goodrx.com/conditions/pregnancy/antibiotics-safe-during-pregnancy. (Diakses pada 19 April 2023).
  3. Fetters, K. Aleisha. 2023. Are Antibiotics Safe During Pregnancy? https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/antibiotics-and-pregnancy/. (Diakses pada 19 April 2023). 
  4. Lake, Kandis. 2021. Are Antibiotics Safe To Take During Pregnancy? https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/is-it-safe-to-take-antibiotics-during-pregnancy_1362964. (Diakses pada 19 April 2023).
  5. Schulman, Jill Seladi. 2019. Cephalosporins: A Guide. https://www.healthline.com/health/cephalosporins. (Diakses pad 19 April 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi