Terbit: 9 December 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Setiap kehamilan memiliki risiko untuk mengalami keguguran. Pada beberapa kondisi, seorang wanita ada yang mengalaminya hingga lebih dari satu kali. Lantas, apa yang menjadi penyebab keguguran berulang? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut.

7 Faktor yang Bisa Menyebabkan Keguguran Berulang

Mengenali Berbagai Penyebab Keguguran Berulang

Keguguran merupakan kondisi yang ternyata cukup umum ditemui. Bahkan, menurut studi dalam jurnal Rev Obstet Gynecol, sekitar 15 persen kehamilan berujung pada keguguran.

Kasus kematian bayi di dalam janin ini tentu akan berdampak pada pasangan, baik secara fisik maupun mental. Apalagi jika keguguran terjadi lebih dari satu kali.

Keguguran yang terjadi berulang dikenal sebagai recurrent pregnancy loss (RPL). Ini adalah keguguran yang terjadi lebih dari dua kali.

Sebelum Anda dan pasangan mencoba melakukan program hamil kembali, kenali berbagai penyebab keguguran berulang berikut ini:

1. Kelainan Genetik

Salah satu faktor yang bisa mengakibatkan keguguran berulang adalah masalah pada kromosom. Menurut penelitian tahun 2009, sekitar dua hingga 4 persen kejadian recurrent pregnancy loss berkaitan dengan masalah pada kromosom.

Pada sekitar 4 persen pasangan yang mengalami keguguran berulang; salah satu pasangan atau keduanya memiliki kelainan struktur kromosom.

2. Masalah pada Hormon

Penyebab keguguran berulang selanjutnya yaitu adanya masalah pada sistem endokrin. Endokrin sendiri merupakan kelenjar yang bertugas melepaskan hormon.

Beberapa gangguan pada endokrin yang bisa mencetuskan keguguran hingga 17 sampai 20 persen, yaitu:

  • Luteal phase defect (LPD).
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Diabetes melitus.
  • Penyakit tiroid.
  • Hiperprolaktinemia (kondisi ketika kadar hormon prolaktin dalam darah lebih banyak dari jumlah normal).

Baca JugaKapan Waktu yang Aman untuk Hamil Lagi Setelah Keguguran?

3. Gangguan Darah

Kelainan bawaan membuat beberapa wanita rentan mengalami pembekuan darah (trombofilia). Kondisi ini ternyata bisa menjadi penyebab keguguran berulang.

Risiko kejadian keguguran karena trombofilia bisa meningkat pada wanita yang pernah mengalami keguguran pada akhir trimester pertama atau trimester kedua.

Sementara itu, sekitar 15-20 persen wanita yang mengalami keguguran berulang memiliki sindrom antifosfolipid (APS). Ini adalah kondisi yang membuat darah wanita hamil menggumpal.

4. Kelainan pada Rahim

Wanita dengan kelainan pada rongga rahim berisiko mengalami keguguran berulang. Kondisi ini menyumbang sekitar 10-15 persen kasus yang ada. Contoh kelainan pada rahim yaitu fibroid, polip, dan kelainan rahim bawaan.

Kelainan rahim bawaan memang sering kali berkaitan dengan keguguran pada trimester kedua dan kelahiran prematur. Namun, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran berulang.

5. Adanya Infeksi

Infeksi tertentu bisa meningkatkan kejadian keguguran berulang. Beberapa infeksi yang dimaksud, yaitu:

  • Chlamydia trachomatis.
  • Mikoplasma.
  • Ureaplasma.
  • L. monocytogenes.
  • Herpes simpleks virus (HSV).

6. Penyakit Autoimun

Penyebab keguguran berulang selanjutnya adalah penyakit autoimun. Mengutip studi yang diterbitkan di jurnal Agromedicine Unila, berbagai penyebab autoimun tersebut, di antaranya:

  • Sindrom antifosfolipid.
  • Diabetes melitus.
  • Crohn’s disease.
  • Inflammatory bowel syndrome.
  • Systemic lupus erythematosus (SLE).
  • Penyakit tiroid.

Baca Juga11 Ciri-ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui

7. Gaya Hidup Tidak Sehat

Keguguran berulang bisa terjadi karena pola hidup yang tidak baik, seperti kebiasaan merokok, konsumsi minuman  beralkohol dan kafein yang berlebihan. Kebiasaan tersebut bisa mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan.

Oleh karena itu, jika merencanakan kehamilan kembali, ubahlah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hindari berbagai kebiasaan yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, kelola stres dengan baik serta jaga selalu berat badan dalam batas ideal.

Nah, itulah berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab keguguran berulang. Jika Anda mengalami kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan solusi terbaik. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2020. Repeated Miscarriages. https://www.acog.org/womens-health/faqs/repeated-miscarriages. (Diakses pada 8 Desember 2022).
  2. Anonim. Recurrent Pregnancy Loss Causes. https://www.ucsfhealth.org/conditions/recurrent-pregnancy-loss/causes. (Diakses pada 8 Desember 2022).
  3. Ford, Holly B. & Schust, Danny J. 2009. Recurrent Pregnancy Loss: Etiology, Diagnosis, and Therapy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2709325/. (Diakses pada 8 Desember 2022).
  4. Rodiani & Yanita, Bella. 2018. Recurrent Pregnancy Loss. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/2124. (Diakses pada 8 Desember 2022).

DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi