Terbit: 11 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Omega-3 merupakan zat gizi esensial yang diperlukan selama masa kehamilan, termasuk membantu fungsi fisiologis tubuh dan mendukung perkembangan otak janin. Simak berbagai manfaat omega-3 untuk ibu hamil dan janin dalam ulasan di bawah ini.

Beragam Manfaat Omega-3 untuk Ibu Hamil dan Janin

Ragam Manfaat Omega-3 Selama Kehamilan

Jika berbicara soal omega-3, banyak orang mengaitkannya dengan kesehatan otak. Padahal, lemak tak jenuh ganda ini juga dibutuhkan oleh Bumil dan kandungannya. Berikut beberapa manfaat omega-3 untuk ibu hamil dan janin, di antaranya: 

1. Menurunkan Risiko Preeklamsia

Wanita dengan usia kehamilan di atas 20 minggu memiliki risiko untuk mengalami preeklampsia. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. 

Preeklampsia pada umumnya muncul pada kehamilan pertama. Namun, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko ini, antara lain penyakit ginjal sebelum kehamilan, obesitas, dan hamil di atas usia 40 tahun. 

Studi menyebutkan, suplemen omega-3 dapat mencegah terjadinya preeklampsia. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka risiko kematian pada ibu hamil akan semakin meningkat. 

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Jumlah trigliserida yang tinggi dalam darah dapat memicu penebalan pembuluh darah sehingga risiko serangan jantung akan meningkat. 

Omega-3 diketahui mampu menurunkan trigliserida dalam darah. Selain itu, zat gizi ini juga mampu meningkatkan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik dalam darah. Dengan demikian, risiko penyakit jantung pada ibu hamil dapat dicegah.

Baca JugaKaya Nutrisi, Ini 7 Manfaat Konsumsi Belut untuk Ibu Hamil

3. Mengurangi Depresi Setelah Melahirkan

Para ibu yang baru melahirkan pada umumnya mengalami perubahan suasana hati. Kondisi ini membuatnya menjadi mudah menangis, sulit tidur, cemas, dan mudah tersinggung. 

Namun, ada beberapa ibu yang mengalami gejala lebih parah dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kondisi ini disebut sebagai postpartum depression atau depresi pasca-melahirkan. 

Studi menyebutkan bahwa wanita hamil yang rutin konsumsi suplemen omega-3 dengan kandungan EPA dan DHA memiliki risiko mengalami depresi setelah melahirkan yang lebih rendah. 

4. Menurunkan Risiko Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur merupakan penyebab utama dari kematian bayi dan memiliki efek jangka panjang pada bayi. Bayi yang lahir terlalu cepat dapat memiliki risiko gagal jantung dan infeksi.

Kejadian ini dapat dicegah dengan rajin konsumsi suplemen omega-3 selama kehamilan. Studi menyebutkan, konsumsi omega-3 selama kehamilan dapat menurunkan risiko kelahiran prematur sebanyak 27 persen. 

5. Mengurangi Risiko Bayi Memiliki Alergi

Seorang anak yang lahir dari ibu yang rutin konsumsi suplemen minyak ikan selama hamil memiliki proteksi terhadap alergi. Selain itu, risiko anak untuk terkena asma juga lebih rendah. 

Sementara manfaatnya bagi ibu, konsumsi suplemen atau makanan yang memiliki jumlah omega-3 yang tinggi dapat mencegah inflamasi dan peningkatan sistem imun. 

6. Meningkatkan Kemampuan Belajar Anak

Omega-3 merupakan nutrisi kritikal untuk perkembangan janin dan pertumbuhan anak. Pasalnya, omega-3—khususnya DHA—memiliki peran yang besar dalam perkembangan otak, sistem saraf, dan otak pada anak. 

Selama kehamilan dan beberapa tahun awal kehidupan , DHA terakumulasi dalam otak dan retina. Minyak sehat ini memiliki peran penting dalam perkembangan sistem saraf dan pembentukan penglihatan.

Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan asupan omega-3 selama kehamilan dan tahun-tahun awal kehidupan si Kecil.

Nah, itulah berbagai manfaat omega-3 bagi wanita hamil dan janin yang penting untuk Anda tahu.

 

  1. Anonim. Fish Oil. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-fish-oil/art-20364810. (Diakses pada 10 November 2022). 
  2. Anonim. Postpartum depression. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/symptoms-causes/syc-20376617. (Diakses pada 10 November 2022).
  3. Anonim. Preventing The Baby Blues. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/first-year-of-life/preventing-the-baby-blues/. (Diakses pada 10 November 2022).
  4. Anonim. Who is at risk of preeclampsia? https://www.nichd.nih.gov/health/topics/preeclampsia/conditioninfo/risk. (Diakses pada 10 November 2022). 
  5. Bakouei, Fatameh, et al. 2020. Efficacy Of N-3 Fatty Acids Supplementation On The Prevention Of Pregnancy Induced-Hypertension Or Preeclampsia: A Systematic Review And Meta-Analysis. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1028455919302694. (Diakses pada 10 November 2022). 
  6. Bisgaard, H, et al. 2016. Fish Oil–Derived Fatty Acids in Pregnancy and Wheeze and Asthma in Offspring. https://www.nejm.org/doi/10.1056/NEJMoa1503734. (Diakes pada 10 November 2022). 
  7. Serra, Ramon,et al. 2021. Supplementation of Omega 3 during Pregnancy and the Risk of Preterm Birth: A Systematic Review and Meta-Analysis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8157397/. (Diakses pada 10 November 2022).
  8. Qureshi, Irfan. 2019. Omega-3s, Infants, And Kids: New Evidence For Healthy Mental And Physical Development. https://www.nutritionaloutlook.com/view/omega-3s-infants-and-kids-new-evidence-healthy-mental-and-physical-development. (Diakses pada 10 November 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi