Terbit: 13 July 2022 | Diperbarui: 18 July 2022
Ditulis oleh: Wulan Anugrah | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Badan sering kedinginan saat hamil dapat terjadi akibat cuaca dingin, penggunaan air conditioner (AC) di ruangan, dan masih banyak lagi. Namun, kondisi ini juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan lain. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

Badan Sering Kedinginan saat Hamil, Normalkah?

Penyebab Sering Kedinginan saat Hamil

Pada umumnya ibu hamil akan merasa lebih hangat karena suhu tubuh wanita hamil akan sedikit lebih tinggi daripada biasanya. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon, perubahan berat badan, dan perubahan fungsi kerja jantung dan pembuluh darah selama kehamilan.

Pada beberapa kasus, kedinginan saat hamil bisa terjadi misalnya karena cuaca dingin, paparan AC, atau beberapa faktor lainnya. Meski umumnya kondisi ini wajar terjadi, Anda sebaiknya mengetahui sejumlah kemungkinan penyebab sering kedinginan saat hamil berikut ini:

1. Demam

Jika badan sering kedinginan saat hamil terjadi secara tiba-tiba, hal ini bisa menandakan bahwa bumil terkena demam. Apalagi jika kedinginan muncul dibarengi dengan gejala lain, seperti menggigil, atau nyeri di sekujur tubuh.

Ibu hamil yang terserang demam juga dapat merasakan panas dan dingin secara bergantian.

Jika mengalaminya, pengobatan harus dilakukan guna mencegah berbagai risiko terhadap kehamilan.

2. Anemia

Penyebab badan sering kedinginan saat hamil selanjutnya adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika Anda kekurangan sel darah merah yang sehat.

Penting Anda ketahui, sel darah ini penting untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan. Oksigen ikut berperan dalam mengontrol suhu tubuh, baik itu menghangatkan maupun mendinginkan.

Selama hamil, bumil rentan terkena anemia defisiensi besi pada trimester kedua dan ketiga. Kondisi ini terjadi ketika bumil kekurangan zat besi.

Ibu hamil membutuhkan zat besi lebih banyak dari biasanya karena harus memasok darah yang mengandung oksigen untuk Anda dan janin di dalam kandungan.

Beberapa gejala anemia defisiensi besi yang dapat muncul, di antaranya:

  • Tangan dan kaki dingin.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Sesak napas.
  • Kulit pucat.
  • Lemah.

Baca Juga11 Ciri-ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui 

3. Tekanan Darah Rendah

Pada beberapa kasus, kehamilan dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah ibu hamil. Sementara itu, sekitar 10 persen Bumil dapat mengalami tekanan darah rendah.

Adanya peningkatan jumlah darah di dalam tubuh selama kehamilan dapat menyebabkan sistem jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras. Salah satu dampaknya adalah menyebabkan tekanan darah yang lebih rendah. Hal inilah yang dapat memicu badan sering kedinginan saat hamil.

Selain itu, gejala lain yang mungkin akan dirasakan oleh bumil, antara lain:

  • Kulit terasa lembap.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Penglihatan kabur.
  • Pingsan.

3. Infeksi

Adanya infeksi bakteri atau virus bisa menjadi salah satu alasan kenapa badan sering kedinginan saat hamil. Apalagi jika gejala dibarengi dengan rasa nyeri atau lesu.

Ketika ada infeksi, tubuh akan meresponsnya sebagai pertahanan diri. Salah satu dampak yang mungkin Anda rasakan adalah kedinginan.

Selain kedinginan, Anda juga bisa merasakan gejala lain tergantung dari jenis infeksi yang dialami.

4. Hipotiroidisme

Salah satu penyebab badan sering kedinginan saat hamil adalah kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini dikenal sebagai hipotiroidisme.

Ibu hamil yang mengalami kondisi ini bisa hanya mengalami satu gejala yaitu kedinginan, atau juga merasakan gejala lain seperti:

  • Rasa lelah.
  • Konstipasi.
  • Kram otot.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Energi rendah.

Kehamilan dapat mencetuskan hipotiroidisme. Namun, hipotiroidisme juga bisa saja sudah terjadi sebelum kehamilan, tetapi kondisi kehamilan memperburuk gejala yang ada.

5. Kurang Tidur

Kehamilan bisa menyebabkan berbagai keluhan, seperti mual, mulas, sakit punggung, dan masih banyak lagi. Kondisi ini tidak hanya terjadi di siang hari ketika Bumil melakukan aktivitas, melainkan dapat terjadi pada malam hari. Sebagai dampaknya, bumil bisa kurang tidur.

Perlu Anda ingat, mendapatkan tidur yang berkualitas merupakan salah satu kunci untuk mengatur suhu tubuh. Jika waktu istirahat berkurang, Anda pun bisa mengalami kedinginan.

Masalah tidur sering kali terjadi di awal kehamilan. Oleh karena itu, hal ini bisa menjadi penyebab badan kedinginan saat hamil muda.

Baca JugaPusing saat Hamil: 11 Penyebab dan Cara Mengatasinya

6. Kecemasan

Bagi Bumil, merasakan kekhawatiran menjelang persalinan wajar saja dirasakan, apalagi ini merupakan kehamilan pertama. Namun, jangan sampai hal ini berujung pada kecemasan yang bisa mengganggu kesehatan.

Kecemasan bisa mendorong mekanisme fight-or-flight. Mekanisme ini akan muncul sebagai bentuk respons dari tubuh ketika menghadapi stres.

Ketika respons tersebut teraktivasi, tubuh akan mengalirkan darah dari organ yang kurang penting seperti kulit ke organ tubuh lain yang lebih penting seperti jantung. Sebagai dampaknya, Anda akan merasakan kedinginan.

Selain itu, sejumlah gejala kecemasan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Mual.
  • Berkeringat.
  • Detak jantung meningkat.

Nah, kini Anda sudah mengetahui jika wanita hamil dapat merasakan gejala kedinginan. Badan sering kedinginan saat hamil bisa merupakan kondisi yang wajar, tetapi bisa juga menandakan masalah kesehatan lain.

Jadi, segera periksakan ke dokter kandungan jika kedinginan disertai dengan kesulitan makan, badan terasa lemas, atau gejala lain yang mengganggu.

 

  1. Anonim. 2022. Anemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360. (Diakses pada 13 Juli 2022).
  2. Christiano, Donna. 2019. Why Do I Feel So Cold During Pregnancy? https://www.healthline.com/health/pregnancy/feeling-cold-during-pregnancy. (Diakses pada 13 Juli 2022).
  3. Villines, Zawn. 2020. Is It Normal to Feel Cold During Pregnancy? https://www.medicalnewstoday.com/articles/feeling-cold-during-pregnancy. (Diakses pada 13 Juli 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi