Terbit: 23 May 2018
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Bagi Anda yang suka jengkol, kondisi hamil membuat ragu untuk menikmati makanan ini. Beberapa kabar beredar bahwa makan jengkol saat hamil bisa menyebabkan keracunan hingga keguguran. Simak fakta sebenarnya dalam ulasan berikut ini!

Amankah Ibu Hamil Makan Jengkol? Ini Fakta Medisnya

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol?

Jengkol, yang memiliki nama ilmiah Archidendron pauciflorum merupakan buah yang memiliki aroma dan bentuknya lingkaran seperti koin. Jengkol kerap kali diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti semur jengkol. Tidak jarang beberapa orang konsumsi jengkol sebagai lalapan.

Beberapa ibu hamil menghindari jengkol akibat aromanya yang membuat mual dan muntah. Di sisi lain, beberapa ibu hamil justru menjadi lebih nafsu makan ketika ada jengkol sebagai lauk.

Di balik aroma yang menyengat, jengkol mengandung sejumlah nutrisi yang dapat mendukung kehamilan. Data Komposisi Pangan Indonesia menyebutkan beberapa nutrisi yang terdapat dalam jengkol, antara lain protein, serat, karbohidrat, kalsium, fosfor, kalium, natrium, vitamin B1,2,3, serta vitamin C. 

Selain zat gizi tersebut, jengkol juga mengandung beberapa zat aktif, di antaranya adalah flavonoid, tannin, quinos, alkaloid, saponin, dan terpenoid. Senyawa aktif ini dapat membantu tubuh menangkal radikal bebas. 

Jika dilihat dari fakta nutrisinya, tidak ada salahnya untuk makan jengkol saat hamil. Pasalnya nutrisi yang terkandung dalam jengkol dapat memberikan manfaat untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Terlebih, jika jengkol dapat menambah nafsu makan bagi ibu hamil yang terus menerus mengalami mual. 

Namun, Anda tetap perlu ingat untuk makan jengkol secukupnya. 

Selain nutrisi yang sudah disebutkan sebelumnya, jengkol juga mengandung asam jengkolat. Jika asam jengkolat masuk kedalam tubuh berlebihan maka akan timbul efek samping berupa keracunan jengkol. 

Jika Anda masih ragu untuk makan jengkol, tidak ada salahnya untuk bertanya kepada dokter terlebih dahulu. Dokter akan memberikan saran sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.

Baca JugaAmankah Ibu Hamil Makan Hati Ayam? Cek Penjelasannya di Sini

Dampak Buruk Makan Jengkol Terlalu Banyak pada Ibu Hamil

Beberapa efek samping yang dapat timbul jika bumil terlalu banyak konsumsi jengkol, antara lain:

1.Sakit Pinggang

Nyeri pinggang saat hamil adalah sesuatu yang wajar. Akan tetapi, jika hal ini terjadi setelah makan jengkol maka ini bisa menjadi tanda bahaya untuk ibu dan janin. Jengkol mengandung senyawa khusus yang bernama asam jengkolat.

Tingkat asam jengkolat yang tinggi dalam tubuh bisa menyebabkan penumpukan pada sistem sekresi tubuh. Reaksi ini juga bisa membuat pinggang ibu hamil sakit parah seperti sulit untuk duduk atau berdiri.

2. Gangguan Ginjal

Asam jengkolat yang terus menumpuk dalam tubuh ibu hamil juga sangat buruk untuk kondisi ginjal. Jika sudah parah maka bisa menyebabkan penumpukan racun dan penurunan fungsi ginjal. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil sehingga Anda harus segera mendapatkan perawatan.

3. Keguguran

Dampak terburuk dari konsumsi jengkol adalah keguguran atau janin meninggal dalam kandungan. Kasus ini hanya terjadi ketika kondisi keracunan asam jengkolat sangat parah dan terlambat mendapatkan pertolongan. 

Asam jengkolat yang sudah berubah menjadi kristal dan menumpuk pada ginjal membuat sistem sekresi ibu hamil mengalami kekacauan. Akibatnya ibu tidak bisa buang air kecil. 

Kondisi ini bisa menyebabkan racun untuk janin dan tubuh ibu sendiri. Pada kasus yang lebih buruk, janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga meninggal dalam kandungan.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Mayones? Ini Penjelasannya!

4. Keracunan Jengkol

Keracunan jengkol bisa terjadi ketika ibu hamil muda makan jengkol dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini sering ditandai dengan rasa tidak nyaman, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada tubuh, demam dan sulit untuk buang air kecil.

 Kondisi ini bisa sangat berbahaya untuk ibu dan janin. Oleh karena itu, ibu hamil harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Menurut sebuah penelitian, setidaknya 96 kasus keracunan asam jengkolat pernah terjadi di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura. Sebagian besar dapat sembuh dengan pemberian cairan dan obat-obatan.

Hingga saat ini belum ada penelitian khusus yang menentukan batas aman konsumsi jengkol, baik bagi masyarakat umum maupun ibu hamil. Hanya saja, ibu hamil tidak bisa mengabaikan kandungan zat berbahaya dalam jengkol.

Pada akhirnya, ibu hamil boleh saja mengonsumsi jengkol, dengan catatan dalam batas yang wajar. Perlu diketahui, batasan ini tidak hanya pada porsinya, namun juga intensitas mengonsumsinya.

  1. Data Komposisi Pangan Indonesia. Jengkol, Segar (Dog fruit, fresh). https://panganku.org/id-ID/view. (Diakses pada 21 April 2023).
  2. Kandarini, Yenny, et al. 2021. Acute Kidney Injury In Patient With Djenkolism: A Case Report. Bali Medical Journal, 10(1), pp. 119-201. (Diakses pada 21 April 2023).
  3. Lubis, M. Y., et al. 2018. Methyl Gallate from Jiringa (Archidendron jiringa) and Antioxidant Activity. Asian J Pharm Clin Res, 11(1), pp. 346–350. (Diakses pada 21 April 2023).
  4. Rahmadian, Y., et al. 2019. Non-Volatile Taste Components and Amino Acid Profile of Jengkol (Pithecellobium jiringa) Seed Flour After Steam Blanching. International Journal of Food Properties, 22(1), pp. 1536–1547. (Diakses pada 21 April 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi