Terbit: 1 Oktober 2021 | Diperbarui: 4 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Fungsi pelumas untuk berhubungan seksual pada dasarnya untuk memudahkan penetrasi saat Anda melakukan hubungan seksual. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya? Apa saja manfaat yang bisa didapatkan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Manfaat Menggunakan Pelumas saat Berhubungan Seks

Waktu yang Tepat Menggunakan Pelumas

Pelumas seks pada dasarnya diproduksi secara alami oleh tubuh wanita saat terangsang. Namun terkadang, pelumasan alami tidak cukup, terutama jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

Dalam kasus ini, manfaat pelumas buatan dapat membantu Anda agar aktivitas seksual yang dilakukan terasa nyaman. Selain itu, fungsi lubricant atau pelumas membuat vagina terasa lebih lembap.

Seseorang lebih mungkin untuk menggunakan pelumas ketika:

  • Mengalami vagina kering karena obat-obatan.
  • Perubahan kadar hormon selama kehamilan atau setelah melahirkan dapat menyebabkan vagina kering sementara.
  • Menopause juga dapat membuat vagina kering.
  • Aktivitas seksual yang lama dapat membuat vagina ‘kehabisan’ untuk menghasilkan pelumas alami.
  • Jaringan vagina sangat sensitif.

Manfaat Menggunakan Pelumas dalam Berhubungan Seks

Vagina kering adalah salah satu alasan umum menggunakan lubricant seks. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurangnya gairah saat berhubungan seks, menopause, menyusui, konsumsi pil kontrasepsi, atau kondisi medis lainnya.

Selain itu, seseorang dengan disfungsi ereksi atau ejakulasi dini mungkin juga ingin menggunakan lubricant. Fungsi pelumas juga berguna jika Anda mengalami seks yang menyakitkan, kesulitan mengalami orgasme, atau untuk meningkatkan gangguan gairah seksual.

Berikut ini manfaat pelumas dalam hubungan seksual:

  • Melancarkan gerakan penetrasi.
  • Mengurangi gesekan keras yang memicu iritasi pada alat kelamin saat berhubungan seksual.
  • Menciptakan hubungan seksual yang lebih intens dan mencapai klimaks.
  • Meningkatkan hubungan dan gairah pada pasangan.

Baca Juga: 10 Mitos Seks Pria dan Wanita yang Harus Anda Ketahui Faktanya

Beragam Jenis Pelumas Seks

Pelumas berbahan dasar air atau berbasis silikon umumnya direkomendasikan jika Anda menggunakan kondom saat berhubungan seks. Pelumas berbahan dasar minyak dapat merusak beberapa jenis kondom, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan

  • Berbahan Dasar Air

Pelumas berbahan dasar air banyak tersedia dan relatif terjangkau. Jenis ini dapat digunakan dengan semua jenis kondom dan terasa seperti pelumasan alami. Lubricant ini dianggap sebagai cara terbaik untuk mendukung aktivitas seks karena tidak lengket dan cepat kering.

  • Berbasis Silikon

Pelumas ini bisa digunakan pada semua jenis kondom, tidak lengket, tahan lama, dan tidak diserap ke dalam kulit, sehingga tidak menyebabkan iritasi kulit

  • Berbahan Dasar Minyak

Pelumas berbahan dasar minyak umumnya tahan lama, tidak lengket, dan dapat digunakan di dalam air. Pelumas ini sebaiknya digunakan dengan kondom non lateks. Penting untuk diketahui, lubricant jenis ini tidak dirancang khusus untuk seks, sehingga dapat menyebabkan kulit alergi.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memilih pelumas untuk berhubungan adalah:

  • Jenis kondom yang Anda gunakan. Lubricant berbahan dasar minyak tidak boleh digunakan dengan kondom lateks, polyisoprene, atau kulit domba, tetapi dapat digunakan untuk kondom polyurethane (non lateks).
  • Gaya bercinta. Meski lubricant dapat meningkatkan kenyamanan, pelumas tidak membuat seks lebih aman karena dapat meningkatkan kemungkinan lepasnya kondom.
  • Preferensi pribadi.

Baca Juga: Perdarahan Setelah Hubungan Seksual Meski Haid Sudah Selesai, Berbahaya?

Risiko dan Efek Samping Menggunakan Pelumas Seks

Meski sebagian besar produk yang beredar di pasaran aman digunakan, pelumas juga memiliki risiko seperti halnya produk perawatan. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi alergi.
  • Iritasi kulit.
  • Infeksi jamur.
  • Mengganggu kesuburan.

Apabila seseorang memiliki kondisi vagina kering, lubricant seks tidak mengatasi masalah yang mendasarinya. Pelumas tidak meningkatkan estrogen dan mengatasi jaringan vagina yang menipis.

Beberapa strategi lain yang dapat membantu meningkatkan pelumasan meliputi:

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Berhubungan seks hanya saat terangsang.
  • Menghabiskan lebih banyak waktu untuk foreplay.
  • Masturbasi sebelum berhubungan seks.
  • Meningkatkan frekuensi masturbasi atau seks.

Bagi wanita yang mengalami vagina kering, penetrasi dapat membuat ketidaknyamanan hingga frustasi. Konsultasi dengan dokter diperlukan jika vagina kering berlanjut atau tidak membaik saat menggunakan pelumas.

 

  1. Piggott, Daniel 2021. 6 of the best lubricants for sex. https://www.livehealthily.com/healthy-sex-life/6-of-the-best-lubricants-for-sex. (Diakses pada 1 Oktober 2021).
  2. Villines, Zawn. 2019. What to know about vaginal lubrication. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326450. (Diakses pada 1 Oktober 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi