Terbit: 25 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Jika ada suatu teknik terapi yang memiliki manfaat luas, psikodrama adalah satunya. Selain untuk kesehatan mental, terapi psikodrama dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, bisnis, hingga kesehatan. Mari simak penjelasan tentang psikodrama secara lengkap di sini!

Psikodrama: Pengertian, Manfaat, dan Teknik Terapi Psikologi

Apa Itu Psikodrama?

Psikodrama adalah sebuah jenis terapi eksperimental dan berbasis aksi, di mana pelakunya mengeksplorasi masalah yang dihadapi melalui seni peran. Pasien akan memainkan peran, mempresentasikan diri secara dramatis, serta memanfaatkan dinamisasi grup agar orang lain mengerti apa masalah yang sedang dihadapinya.

Walaupun berfungsi sebagai terapi individu, terapi psikodrama dilakukan secara berkelompok. Akar terapi ini tetaplah ilmu psikologi, namun dipadukan dengan seni teater dan sosiologi.

Psikodrama dikembangkan pertama kali oleh Jacob Moreno pada tahun 1921. Diawali oleh keyakinannya bahwa pendekatan berkelompok sangat penting dalam terapi psikologi, Moreno memadukannya dengan teater, ilmu filosofi dan mistis. Dua dekade setelahnya, tepatnya pada tahun 1942, didirikan American Society of Group Psychotherapy and Psychodrama.

Moreno mendeskripsikan psikodrama sebagai eksplorasi ilmiah terhadap kebenaran melalui metode dramatis. Pendekatan psikodrama melibatkan kreativitas, spontanitas, dinamisasi kelompok, dengan dasar teori psikologi.

Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kognisi, kualitas emosional, serta respon perilaku yang positif, sehingga pasien lebih memahami perannya dalam kehidupan dan mampu menjawab tantangan hidupnya.

Baca Juga: Psikoterapi: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Manfaat

Teknik Terapi Psikodrama

Terapi psikodrama biasanya berlangsung satu hingga dua kali seminggu dengan durasi dua jam dan melibatkan 8 hingga 12 orang anggota. Seperti halnya latihan teater, ada beberapa fase yang berlangsung selama terapi. Yaitu fase pemanasan, fase aksi, dan fase berbagi atau sharing.

Setiap sesi terapi biasanya terfokus pada satu individu di dalam grup. Sementara anggota grup yang lain mengambil peran sebagai figuran. Berikut adalah penjelasan setiap fase dalam psikodrama:

1. Fase pemanasan

Pada fase ini setiap anggota grup memperkenalkan diri, berusaha saling mempercayai satu sama lain, dan membangun keterikatan antar anggota.

2. Fase aksi

Fase ini merupakan proses perekaan dan memerankan scene kehidupan individu utama. Terapis berperan sebagai sutradara untuk memandu individu utama yang berperan sebagai protagonis. Sedangkan anggota grup yang lain terlibat di dalam scene dengan berbagai peran. Misalnya:

  • Pengganda

Dalam peran ini, anggota grup berakting sebagai emosi dan perilaku sang protagonis. Sang aktor akan berkata bahwa mereka mempercayai pemikiran sang protagonis.

Aktivitas ini menciptakan hubungan antara kenyataan di dalam diri sang protagonis dengan hal yang sebenarnya terjadi di luar dirinya.

  • Cermin

Peran ini adalah sosok yang mengamati kejadian, percakapan, dan tindakan di dalam scene. Teknik ini berguna agar sang protagonis mendapatkan perspektif yang utuh tentang masalahnya.

  • Role-playing

Dalam teknik ini, anggota grup memerankan seseorang yang mewakili objek tertentu, biasanya berupa sumber masalah sang protagonis.

  • Peran terbalik

Sang protagonis memainkan peran dalam kehidupan salah satu anggota grup. Sementara si anggota grup memainkan peran sebagai si protagonis. Teknik ini berguna untuk meningkatkan empati dan pemahaman terhadap kehidupan dari sudut pandang orang lain.

  • Monolog

Dalam teknik ini, sang protagonis mendeskripsikan pemikiran dan perasaannya kepada audiens. Tujuannya adalah membantu setiap individu untuk memahami perasaannya dan membantu proses penyembuhan.

3. Fase berbagi

Fase ini melibatkan terapis untuk membantu individu utama memproses dan memahami emosi serta perasaanya yang muncul ke permukaan. Harapannya adalah, dengan berbagi pasien akan mendapatkan kelegaan, pemahaman, dan transformasi. Hingga akhirnya dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

Dalam sesi ini setiap anggota grup juga dipersilahkan untuk mengeluarkan pendapat mereka. Tujuannya agar membantu sang protagonis (individu utama) dalam memahami pengalaman mereka.

Manfaat Terapi Psikodrama

Terapi psikodrama memiliki manfaat yang luas. Baik untuk mengatasi masalah mental maupun meningkatkan produktivitas. Beberapa manfaatnya adalah:

  • Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri
  • Dapat dipadukan dengan jenis terapi lainnya seperti terapi perilaku, hipnoterapi, terapi Gestalt, psikoanalisis, dll.
  • Dapat digunakan dalam ranah yang luas, seperti manajemen, training bisnis, keagamaan, hingga pendidikan.

Mengatasi berbagai masalah mental:

Walaupun teknik ini terbilang fleksibel dan memiliki manfaat luas, tetapi juga memiliki kelemahan. Salah satunya adalah masalah kepercayaan. Berkumpul dengan sejumlah orang dan membuka rahasia diri membutuhkan rasa saling percaya dan komitmen untuk menjaga rahasia.

Psikodrama juga membutuhkan waktu yang panjang, mengingat setiap orang di dalam kelompok akan bergantian menjadi pemeran utama pada setiap sesi. Jika ada 12 orang, berarti membutuhkan waktu 12 sesi terapi hingga seluruh rangkaian selesai. Bagi beberapa orang panjangnya durasi ini merupakan beban tersendiri.

Psikodrama juga dapat mengeluarkan emosi terpendam yang selama ini tidak disadari. Memainkan drama kehidupan tentu melibatkan perasaan. Apalagi ketika memainkan drama kehidupan orang lain. Jika emosi terpendam itu muncul dan tidak dapat diatasi, pasien justru akan merasa lebih buruk dari sebelumnya.

Sebelum memilih bentuk terapi ini, sebaiknya pasien berkonsultasi dulu dengan psikolog. Langkah lain adalah memadukan psikodrama dengan jenis terapi individu untuk menyeimbangkan pengaruhnya. Selain kelemahan-kelemahan di atas, teknik psikodrama dinilai cukup efektif untuk membangun pribadi yang lebih kuat.

 

  1. Cherry, Kendra. 2021. What Is Psychodrama? https://www.verywellmind.com/what-is-psychodrama-5193006. (Diakses pada 23 Januari 2022).
  2. Good Therapy. 2021. Psychodrama. https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/types/psychodrama. (Diakses pada 23 Januari 2022).
  3. IASA Conference. 2010. Introduction to Psychodrama. https://www.iasa-dmm.org/images/uploads/Chip%20Chimera%20and%20Clark%20Baim%20Workshop%20on%20Psychodrama.pdf. (Diakses pada 23 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi