Terbit: 16 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mood disorder atau gangguan suasana hati adalah masalah kesehatan mental yang memengaruhi emosional. Gangguan ini sangat mengganggu kehidupan penderitanya. Selengkapnya ketahui gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya berikut ini!

Gangguan Suasana Hati: Gejala, Jenis, Penyebab, Cara Mengobati, dll

Apa Itu Gangguan Suasana Hati?

Gangguan suasana hati adalah masalah kesehatan mental yang memengaruhi kondisi emosional seseorang. Kondisi ini membuat seseorang mengalami fase kebahagiaan yang ekstrem, kesedihan yang ekstrem, atau bahkan keduanya.

Tergantung situasinya saat itu, mood seseorang bisa berubah-ubah. Namun, gejala mood disorder dapat berlangsung beberapa minggu atau lebih.

Ini dapat menyebabkan perubahan dalam perilaku dan dapat memengaruhi kemampuan untuk menjalani aktivitas rutin, seperti sekolah atau bekerja.

Jenis Gangguan Suasana Hati

Mood disorder terbagi menjadi beberapa jenis. Namun, yang paling umum adalah depresi dan gangguan bipolar.

Berikut ini jenis gangguan suasana hati yang umum lainnya:

  • Depresi mayor. Orang dengan depresi mayor kurang tertarik pada aktivitas biasa, merasa sedih atau putus asa, dan gejala lain selama minimal 2 minggu, dapat mengindikasikan depresi.
  • Distimia. Ini adalah depresi jangka panjang (kronis). Penderitanya mungkin mengalami harga diri yang rendah, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, merasa putus asa, kurang produktif, mudah tersinggung, dan perasaan tidak mampu secara keseluruhan. Gejala ini dapat berlangsung setidaknya selama dua tahun.
  • Gangguan bipolar. Gangguan kesehatan mental yang mengakibatkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Ini mencakup emosi tinggi (mania atau hipomania) dan paling rendah (depresi).
  • Gangguan mood yang terkait kondisi kesehatan lain. Berbagai penyakit medis, seperti kanker, cedera, infeksi, dan penyakit kronis, dapat memicu gejala depresi.
  • Gangguan mood yang disebabkan zat. Gejala depresi yang disebabkan oleh efek obat-obatan, penyalahgunaan obat, kecanduan alkohol, paparan racun, atau bentuk pengobatan lainnya.

Gejala Gangguan Suasana Hati

Tergantung pada usia dan jenis mood disorder, setiap orang mungkin memiliki gejala depresi yang berbeda.

Berikut ini gejala gangguan suasana hati yang paling umum:

  • Suasana sedih, cemas, atau hampa yang berkelanjutan.
  • Merasa tidak mampu atau tidak berharga.
  • Merasa putus asa atau tidak berdaya.
  • Memiliki harga diri yang rendah.
  • Rasa bersalah yang berlebihan.
  • Mengulangi pikiran tentang kematian atau bunuh diri, ingin mati, atau mencoba untuk bunuh diri.
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas biasa atau aktivitas sebelumnya, termasuk melakukan hubungan seks.
  • Masalah hubungan.
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan.
  • Berkurangnya energi.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kesulitan untuk tidur atau terlalu banyak tidur.
  • Penurunan kemampuan untuk membuat keputusan.
  • Sering mengalami masalah kesehatan, seperti sakit kepala, sakit perut, atau kelelahan, yang tidak segera membaik dengan pengobatan.
  • Sangat sensitif terhadap kegagalan atau penolakan.
  • Melarikan diri atau mengancaman kabur dari rumah.
  • Mudah marah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda khawatir kemungkinan mengalami gangguan suasana hati, segera kunjungi dokter atau ahli kesehatan mental. Jika enggan berobat, bicarakan dengan teman atau orang terdekat, tokoh agama, atau orang lain yang dipercaya.

Konsultasikan dengan ahli kesehatan mental jika mengalami hal berikut ini:

  • Emosi mengganggu pekerjaan, hubungan, aktivitas sosial, atau lain dari hidup Anda.
  • Memiliki masalah dengan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Memiliki pikiran atau perilaku untuk bunuh diri, sebaiknya segera cari perawatan darurat.

Gangguan mood tidak akan hilang dengan sendirinya dan mungkin memburuk seiring waktu. Untuk itu, carilah ahli kesehatan mental sebelum gangguan ini menjadi berat, mungkin akan lebih mudah untuk diobati sejak dini.

Penyebab Gangguan Suasana Hati

Ada banyak faktor yang mendorong seseorang memiliki mood disorder, tergantung pada jenis gangguannya. Ini kemungkinan disebabkan oleh ketidakseimbangan bahan kimia otak.

Faktor lainnya seperti peristiwa hidup (misalnya perubahan hidup yang penuh tekanan) juga dapat memengaruhi suasana hati yang tertekan.

Faktor risiko Gangguan Suasana Hati

Faktor yang dapat meningkatkan risiko mood disorder, meliputi:

  • Riwayat keluarga atau pribadi mengalami mood disorder.
  • Trauma, stres, atau perubahan besar dalam hidup terhadap kasus depresi.
  • Penyakit fisik atau penggunaan obat-obatan tertentu. Depresi telah dikaitkan dengan penyakit utama seperti kanker, diabetes, penyakit Parkinson dan penyakit jantung.
  • Struktur dan fungsi otak dalam kasus gangguan bipolar.

Baca Juga: 12 Penyebab Bad Mood, Makanan hingga Masalah Kesehatan

Diagnosis Gangguan Suasana Hati

Untuk mendiagnosis gangguan mental ini, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik guna mengesampingkan penyebab fisiologis terhadap gejala, seperti masalah tiroid, penyakit lain, atau kekurangan vitamin.

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, obat apa pun yang sedang dikonsumsi, dan apakah Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat gangguan mood.

Ahli kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, akan melakukan wawancara atau survei, dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala yang dikeluhkan, kebiasaan tidur dan makan, dan perilaku lainnya.

Cara Mengobati Gangguan Suasana Hati

Perawatannya tergantung pada penyakit dan gejala yang dirasakan setiap penderitanya. Umumnya, terapi dilakukan dengan menggabungkan pengobatan dan psikoterapi (terapi bicara). Sesi terapi dilakukan oleh psikolog, psikiater, atau profesional kesehatan lainnya.

Berikut ini beberapa pengobatan untuk gangguan mood:

1. Obat Obatan

Jenis obat-obatan untuk mengobati depresi dan gangguan bipolar, berikut di antaranya:

  • Antidepresan

Banyak jenis obat yang tersedia untuk mengobati depresi dan fase depresi dari gangguan bipolar. Beberapa obat yang paling sering digunakan adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), termasuk citalopram, escitalopram, sertraline, fluoxetine, dan paroxetine. 

Serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI), seperti duloxetine dan venlafaxine juga sering diresepkan dan cara kerjanya mirip dengan SSRI.

Sementara bupropion digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan afektif musiman. Obat ini bekerja secara berbeda dari SSRI atau SNRI. Jenis antidepresan yang lainnya, termasuk antidepresan trisiklik, inhibitor monoamine oksidase, dan antidepresan tetrasiklik.

  • Stabilisator mood

Obat-obatan ini membantu mengatur perubahan suasana hati yang terjadi pada gangguan bipolar atau gangguan lainnya. Obat ini mengurangi aktivitas otak yang tidak normal.

Dalam beberapa kasus, stabilisator mood juga diresepkan bersama dengan antidepresan. Beberapa penstabil mood yang paling banyak digunakan, termasuk lithium dan obat antikonvulsan, seperti valproic acid, lamotrigine, carbamazepine, dan oxecarbazepine.

  • Antipsikotik

Penderita gangguan bipolar yang mengalami mania (sangat bahagia) atau fase depresi yang bercampur dapat diobati dengan obat antipsikotik atipikal, seperti aripiprazole.

Antipsikotik atipikal juga terkadang dapat digunakan untuk mengobati depresi, jika gejalanya tidak dikontrol dengan antidepresan saja.

2. Psikoterapi

Orang yang mengalami depresi dan gangguan mood lainnya dapat menjalani berbagai jenis psikoterapi atau sesi konseling. Jenis terapi ini, seperti terapi perilaku kognitif, terapi interpersonal, dan terapi pemecahan masalah.

3. Terapi stimulasi otak

Terapi stimulasi otak dianggap bekerja dengan menyebabkan perubahan bahan kimia di otak yang diketahui terkait dengan gejala depresi dan gangguan bipolar. Ada beberapa jenis terapi stimulasi termasuk electroconvulsive therapy (ECT) dan repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS)

Baca Juga: Ladies, Ini Cara Mengatasi Mood Swing saat Menstruasi!

Cara Mencegah Gangguan Suasana Hati

Belum ada cara untuk mencegah atau mengurangi timbulnya mood disorder hingga saat ini.

Namun, diagnosis dan pengobatan sejak dini bisa membantu mengurangi keparahan gejalanya, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seseorang, dan meningkatkan kualitas hidup penderita mood disorder.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Mood Disorders. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/mood-disorders (Diakses pada 16 Desember 2021)
  2. Anonim. 2018. Mood Disorders. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17843-mood-disorders (Diakses pada 16 Desember 2021)
  3. DiMaria, Lauren. 2020. The Various Types of Mood Disorders. https://www.verywellmind.com/mood-disorder-1067175 (Diakses pada 16 Desember 2021)
  4. Mayo Clinic Staff. 2021. Mood disorders. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mood-disorders/diagnosis-treatment/drc-20365058 (Diakses pada 16 Desember 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi