Terbit: 24 Desember 2021 | Diperbarui: 3 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Ada beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan trauma masa lalu. Salah satunya adalah terapi regresi. Secara awam, terapi ini lekat dengan hipnosis dan keyakinan reinkarnasi. Secara sains—walau sedikit kontroversial—terapi ini diakui manfaatnya.

Terapi Regresi untuk Sembuhkan Trauma: Teknik, Jenis, dan Efikasinya

Apa Itu Terapi Regresi?

Terapi regresi adalah jenis terapi psikologi yang berfokus kepada penyembuhan masa lalu pasien. Terapi regresi yakin bahwa kejadian di masa lalu pasien memengaruhi kesehatan mental dan emosionalnya di masa kini.

Terapi ini seringkali digunakan untuk membantu menghilangkan trauma psikologis dan trauma kekerasan. Terapi regresi adalah gabungan antara teori dan teknik hipnosis dan psikoanalisis.

Keduanya mulai populer sebagai teknik psikologi pada tahun 1950an. Manfaat terapi regresi adalah untuk mengungkapkan detail yang terjadi di masa lalu pasien untuk memecahkan masalah dan emosinya di masa kini.

Baca Juga: 10 Jenis Trauma yang Umum Terjadi pada Anak hingga Dewasa

Sejarah dan Pengembangan Terapi Regresi

Sigmund Freud—tokoh yang mengembangkan konsep membawa ketidaksadaran kepada kondisi sadar—adalah orang yang berada di balik berkemangnya psikoanalisis dan bagian-bagian lain dalam terapi regresi.

Morris Netherton—dalam bukunya Pas Lives Therapy (1978)—menyebarkan penggunaan jenis terapi regresi ke seluruh dunia. Terapi ini kemudian dikembangkan dan disempurnakan lagi oleh Brian Weiss, seorang psikolog yang terkenal pada tahun 1980an.

Jenis-Jenis Terapi Regresi

Terapi regresi melibatkan proses hipnosis dalam pelaksanaannya. Faktanya adalah alam bawah sadar seseorang dapat menekan trauma. Sehingga terapi ini akan mempersuasi pasien melalui proses hipnosis.

Ada 3 jenis terapi regresi, yaitu:

1. Terapi Hipnosis

Terapi ini tidak sama dengan proses hipnosis yang sering ditampilkan di acara televisi. Melalui terapi hipnosis, terapis membantu pasien mengakses masa lalunya melalui alam bawah sadarnya, namun pasien tidak perlu menyebutkan semua pengalamannya secara rinci dari tahun ke tahun.

2. Terapi Regresi Masa Lalu

Jenis terapi ini sedikit kontroversial karena mengakses masa lalu pasien di kehidupan sebelumnya. Konsepnya adalah kehidupan pasien sebelum reinkarnasi akan memengaruhi kehidupannya di masa sekarang.

Tidak semua terapis melakukan jenis terapi ini karena konsep reinkarnasi sendiri belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

3. Terapi Regresi Usia

American Psychology Association menganggap terapi ini juga kontroversial karena berpotensi memunculkan memori yang tidak tepat. Pada jenis teknik ini, terapis akan menginduksi pasien agar mengalami amnesia.

Pasien lalu diajak masuk ke masa lalunya, tahun demi tahun, hingga sampai pada masa terjadinya kejadian traumatis yang mengganggunya. Ketika peristiwa tersebut telah diketahui dengan jelas, barulah dicari pemecahan untuk menghilangkan efeknya pada pasien.

Baca Juga: Mengenal Terapi Humanistik: Jenis, Teknik, dan Fungsinya

Teknik dalam Terapi Regresi

Hal pertama yang akan dilakukan terapis adalah mewawancarai pasien. Pertanyaan seputar tujuan utama memilih terapi ini, gangguan yang dirasakan pasien saat ini, serta alasan di balik keinginan untuk melakukan terapi.

Selanjutnya, terapis akan menjelaskan tujuan jangka pendek dan panjang serta keamanan terapi regresi. Pada sesi ini, pasien dapat menanyakan apapun seputar cara, keamanan, dan hasil yang kemungkinan akan didapatkannya.

Terapis lalu akan membawa pasien memasuki fase pelepasan emosional yang akan membantu proses pembelajaran ulang alam bawah sadar. Proses inilah yang disebut relearning.

Setelah memasuki sesi relearning, terapis akan menuntun pasien untuk melepaskan energi negatif dan prasangka terkait peristiwa tertentu di masa lampau.

Manfaat dan Efikasi Terapi Regresi

Ada banyak masalah mental yang dapat diselesaikan menggunakan terapi regresi. Misalnya:

  • Serangan panik akibat trauma di masa lalu.
  • Gangguan kecemasan.
  • Fobia yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Takut menjalin hubungan dengan orang lain.
  • Sikap dan emosi yang salah dan tidak diketahui penyebabnya.
  • Kontrol diri yang tidak tepat.

Efikasi terapi ini berbeda-beda pada setiap orang. Namun pada umumnya ketika pasien telah mencapai fase pelepasan emosi, pasien akan mengalami proses belajar ulang di subconscious mind.

Pada fase ini, pasien adalah pengendali utama emosinya. Jika proses relearning ini berhasil dilewati dengan baik, pasien akan mampu mengelola memori dan emosinya dengan baik dan terapi ini pun berhasil secara efektif.

Pertimbangan Sebelum Melakukan Terapi Ini

Terapi ini memang masih kontroversial di kalangan psikolog. Namun ketika seseorang ingin menjalaninya, berikut adalah beberapa hal yang dapat dipertimbangkan terlebih dahulu:

  • Walaupun terapis berhasil memandu pasien ke dalam masa trance dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya, ada kemungkinan justru memori yang terakses adalah memori yang salah.
  • Tidak ada teori sains yang tepat untuk menjelaskan proses reinkarnasi. Sehingga jenis terapi regresi masa lalu bisa dikatakan tidak tepat dilakukan.
  • Pastikan bahwa terapis yang akan melakukan terapi ini berlisensi resmi dan terlatih. Ada banyak oknum yang mengaku pakar hipnosis namun sebenarnya tidak berlisensi.
  • Ada kemungkinan munculnya persepsi yang berbeda antara terapis dan pasien sehingga tujuan terapi tidak tercapai. Mispersepsi ini akan mendorong terapis mengajukan pertanyaan yang sugestif sehingga menimbulkan memori yang salah pada pasien.

Terapi regresi memang bukan satu-satunya jenis terapi untuk menyelesaikan trauma, masalah emosi, dan ketakutan yang dialami seseorang. Walaupun masih kontroversial, terapi ini dapat membantu seseorang untuk melepaskan emosi negatif di dalam dirinya.

Setelah pelepasan emosi ini selesai, diharapkan prasangka dan masalah yang kerap menghantui diri pasien akan dapat dikendalikan dan dihilangkan.

 

  1. Buckley, Dylan. 2021. Regression Therapy. https://www.betterhelp.com/advice/therapy/regression-therapy-what-is-it-and-can-it-help-you/. (Diakses pada 17 Desember 2021).
  2. Good Therapy. 2016. Regression Therapy. https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/types/regression-therapy. (Diakses pada 17 Desember 2021).
  3. WebMD Editorial Contributors. 2021. What Is Age Regression Therapy? https://www.webmd.com/mental-health/what-is-age-regression-therapy. (Diakses pada 17 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi