Terbit: 26 Februari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kini telah ada layanan kesehatan gratis dan lengkap untuk remaja. PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) adalah program pemerintah yang menjadikan remaja sebagai sasaran utama. Jenis layanannya lengkap dan cara mendaftar PKPR pun sangat mudah.

Jenis dan Manfaat Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Jenis Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) adalah program pemerintah untuk pelayanan kesehatan bagi remaja. Telah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2003 melalui Dinas Kesehatan tingkat Kabupaten dan Kota bekerja sama dengan Dinkes Provinsi.

Pelayanan PKPR dapat diakses di Puskesmas terdekat dan jenisnya cukup beragam. Yaitu:

1. Mengedukasi remaja tentang kesehatan

Pemberian edukasi bertujuan untuk membangun kesadaran remaja akan kesehatan. Misalnya mengenai kesehatan reproduksi, menghindari penyalahgunaan narkoba, dll.

Metode penyampaiannya adalah berkelompok, melalui media telekomunikasi (telepon, surel, SMS, siaran on air di radio), atau media cetak.

2. Pelayanan klinis

Program pelayanan klinis ditujukan untuk remaja yang mengalami kondisi medis tertentu. Pelayanan akan dilakukan sesuai prosedur dan kondisi medis, termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukan.

Untuk memandu peserta PKPR, akan ada petugas dari balai pengobatan (umum dan gigi dan petugas kesehatan ibu dan anak. Masalah klinis yang dapat ditangani adalah psikososial dan masalah kesehatan umum. Misalnya anemia, pemeriksaan kehamilan, serta kondisi kesehatan lainnya.

Kerahasiaan kondisi dan masalah yang dihadapi peserta PKPR akan dirahasiakan dari umum. Riwayat pemeriksaan dan kesehatan juga akan dicatat dengan lengkap oleh petugas. Sehingga ketika remaja harus dirujuk ke unit kesehatan lebih tinggi, petugas tidak kesulitan menilai kondisi remaja.

3. Konseling untuk remaja

Konseling untuk remaja difokuskan kepada masalah mental dan kepribadian dan masalah kesehatan khusus seperti edukasi tentang HIV dan AIDS, masalah seks dan reproduksi, serta penyakit menular seksual.

Adapun masalah mental yang dapat ditangani dengan konseling adalah:

  • Masalah mental seperti gangguan kecemasan, rendah diri, depresi, dll.
  • Masalah gangguan belajar dan remaja berkebutuhan khusus. Namun, layanan ini tidak tersedia di semua Puskesmas.
  • Peningkatan motivasi dan bantuan jika kondisi remaja membutuhkannya.
  • Peningkatan self awareness dan self regulation untuk remaja.

Dengan program konseling, diharapkan peserta PKPR dapat mengenali masalah yang mereka hadapi, mengambil keputusan yang tepat, serta menjadi pribadi yang siap menyongsong masa dewasanya.

4. Training pendidik dan konselor sebaya

Di program ini para remaja bukan hanya menjadi objek dan penerima layanan saja. Setiap remaja dapat berpartisipasi sebagai konselor sebaya dan pendidik sebaya.

Diharapkan setiap sekolah atau unit pendidikan lain memiliki jumlah konselor sebaya mencapai 10% dari total siswa.

Tugas pendidik dan konselor sebaya adalah mengajak teman-temannya berperilaku sehat. Mereka juga membantu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program PKPR di sekolah atau lingkungannya.

5. Program Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat

Pada program PKHS remaja akan diajak memahami cara  hidup sehat baik fisik maupun mentalnya. Mereka akan diajarkan memilih gaya hidup sehat termasuk memilih pergaulan yang baik agar kesehatan fisik, sosial dan mental mereka terjaga.

Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja ini dilakukan tidak hanya di Puskesmas. Tetapi juga di sekolah-sekolah, rumah singgah, PKBM, sanggar, dll. Dengan metode jemput bola seperti ini diharapkan program PKHS dapat menjangkau lebih banyak remaja.

Fokus Sasaran Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Dari keterangan di atas, terlihat luasnya cakupan layanan PKPR untuk remaja. Adapun layanan yang dapat dilakukan di Puskesmas adalah:

  • Pemeriksaan kehamilan bagi remaja.
  • Vaksinasi bagi remaja.
  • Konsultasi seputar masalah kesehatan reproduksi remaja.
  • Penanganan kesehatan gigi.
  • Konsultasi seputar masalah mental dan jiwa remaja. Misalnya luka trauma, kecemasan berlebih, tekanan hidup, fobia, dll.
  • Konsultasi dan pengenalan mengenai HIV dan AIDS.
  • Penanganan dan konsultasi tentang penyakit menular seksual.
  • Penanganan kesehatan remaja secara umum.

Pelayanan di Puskesmas juga memiliki fokus sasaran khusus, yaitu:

  • Para siswa sekolah setingkat SMP dan MSA. Baik di sekolah negeri, swasta, pesantren, boarding school, madrasah, serta SLB.
  • Para remaja di luar sekolah. Yaitu mereka yang menjalani pendidikan rumah (homeschooling), bergabung di PKBM, karang taruna, panti asuhan, panti rehabilitasi, komunitas belajar, organisasi remaja, rumah singgah, remaja putus sekolah, dan kelompok keagamaan.
  • Remaja putri, yaitu calon ibu dan remaja yang sedang hamil tanpa memandang status pernikahan mereka.

Baca Juga: 4 Masalah Gizi yang Umum Terjadi pada Kalangan Remaja

Landasan Hukum Program PKPR

Sebagai program resmi dari pemerintah, PKPR memiliki beberapa payung hukum. Lantas apa saja landasan hukum dari program PKPR?

UUD 1954

  • Pasal 28 B Ayat 2
  • Pasal 28 H ayat 1

UU Kesehatan No 36 tahun 2009

  • Pasal 136 tentang upaya pemeliharaan kesehatan remaja agar dapat mempersiapkan diri menjadi orang dewasa yang sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomi. Termasuk menjalani kehidupan reproduksi secara sehat.
  • Pasal 137 tentang kewajiban pemerintah dalam menjamin remaja agar dapat mendapatkan edukasi, informasi, dan layanan mengenai kesehatan remaja.

UU Perlindungan Anak No 23 tahun 2002

Berdasarkan undang-undang ini, sebagian besar remaja masuk dalam kategori anak.

Keputusan Menteri

  • Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor: 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten atau Kota.
  • SKB 4 Menteri NO.1/U/SKB/2003, NO.1067/MENKES/SKB/VII/2003, NO MA/230A/2003, NO.26 tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS.

Bagaimana Cara Menjadi Peserta PKPR?

Untuk menjadi peserta PKPR, caranya cukup mudah, yaitu datang ke puskesmas terdekat dan lakukan pendaftaran di loket seperti biasa. Setelah mengantri, remaja akan mendapatkan pelayanan dari petugas PKPR.

Namun perlu diketahui bahwa pelayanan di Puskesmas mayoritas masih menggabungkan antara PKPR dengan layanan umum. Sehingga peserta PKPR tetap mengikuti prosedur seperti pasien umum lainnya.

 

  1. Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai. 2017. Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Bagi Anak Sekolah SMP Dan SMA Sederajat Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai. https://dinkes.tanjungbalaikota.go.id/penyuluhan-pelayanan-kesehatan-peduli-remaja-pkpr-bagi-anak-sekolah-smp-dan-sma-sederajat-dinas-kesehatan-kota-tanjungbalai/. (Diakses pada 13 Februari 2022).
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja di Masa Pandemi COVID-19. https://kesga.kemkes.go.id/assets/file/pedoman/Pedoman%20Yankes%20Usekrem%20Pandemi.pdf. (Diakses pada 13 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi