Terbit: 23 Desember 2021 | Diperbarui: 3 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Penyakit vipoma mungkin belum akrab di telinga sebagian besar orang. Kanker ini memang termasuk kanker langka, vipoma menyerang pankreas dan menyebabkan berbagai komplikasi yang cukup serius.

Vipoma: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan

Apa Itu Vipoma?

Vipoma adalah jenis kanker yang berasal dari sel islet. Sel islet sendiri berasal dari sel pankreas. Sehingga bisa dikatakan vipoma adalah jenis kanker pankreas dan termasuk jenis kanker yang sangat jarang terjadi.

Vipoma menyebabkan meningkatnya kadar hormon VIP atau vasoactive intestinal peptide hingga 2-10 kali lipat dari kadar normal. Hal ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti serangan jantung, diabetes dan dehidrasi.

Kanker yang menyebar dapat menyebabkan metastasis dan sangat sulit disembuhkan. Setiap tahun hanya ada 1 dari 10 juta orang yang terdiagnosa vipoma.

Gejala Vipoma

Pada umumnya, vipoma menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Perut terasa penuh (begah) dan nyeri.
  • Diare parah. Buang air besar lebih dari 10 kali sehari.
  • Feses cair, tidak berbau, tanpa lendir dan darah, serta berwarna coklat pekat seperti teh.
  • Mual dan mengalami berat badan turun drastis.
  • Wajah kemerahan.
  • Kram pada otot.
  • Terlalu banyak berkeringat.
  • Dilatasi usus besar.
  • Intoleransi laktosa.

Gejala diare yang terjadi pada pasien bukan hanya dalam satu dua hari, namun terjadi secara konsisten selama bertahun-tahun sebelum akhirnya kanker ditemukan.

Baca Juga: 12 Gejala Kanker Pankreas yang Harus Diwaspadai

Penyebab Vipoma

Vipoma termasuk kanker yang langka karena itu penelitian terhadapnya masih harus dikembangkan lebih lanjut. Hingga saat ini penyebab pasti vipoma belum diketahui.

Namun dipahami bahwa kanker dari sel pankreas yang menyebabkan hormon VIP meningkat, sehingga menyebabkan usus menghasilkan enzim pencernaan terlalu banyak dan usus pun menjadi rileks.

Faktor Risiko Vipoma

Vipoma dapat menyerang siapa saja, namun beberapa faktor resiko berikut dapat meningkatkan kemungkinan terserang kanker pankreas ini. Di antaranya:

  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Merokok dan atau meminum minuman beralkohol.
  • Pola makan yang tidak sehat dan tidak seimbang.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi kafein dan gula.

Diagnosis Vipoma

Diagnosa vipoma didapatkan dokter dari:

  • Pengukuran kadar plasma VIP saat pasien puasa.
  • CT Scan dan MRI pada perut.
  • Tes kimia darah.
  • Pemeriksaan feses.
  • Pemeriksaan kadar peptida di dalam darah.
  • Dokter juga akan melakukan wawancara terkait dengan gejala yang dialami pasien.

Baca Juga: Fungsi Pankreas bagi Tubuh dan Macam-Macam Gangguan Pankreas

Kapan Harus ke Dokter?

Lebih dari 50% pasien mengalami diare secara konsisten selama satu tahun atau lebih. Jika diare diiringi oleh mual, otot yang melemah dan keringat yang keluar berlebihan, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Melalui beberapa cara seperti pemeriksaan perut, wawancara, dan pemeriksaan darah dokter akan mampu menemukan masalah pada pankreas.

Jika ditemukan kondisi pankreas yang bermasalah, perlakuan yang tepat akan mencegah penyakit berkembang menjadi kanker pankreas.

Pengobatan Vipoma

Ketika kanker telah terjadi, maka beberapa jenis pengobatan akan disarankan oleh dokter. Yaitu:

Pengobatan Secara Oral dan Intravena

Pengobatan awal yang dilakukan adalah untuk mencegah dehidrasi dan mengobati diare. Penambahan cairan akan dilakukan melalui pembuluh darah vena.

Sedangkan gejala diare akan diobati dengan memberikan octreotide, yaitu sebentuk hormon alami somatostatin buatan.

Terapi

Terapi yang dilakukan adalah radionuklida reseptor peptida—yaitu dengan pemasangan radionuklida ke analog somatostatin. Lantas akan diberikan dosis tinggi radiasi beta untuk membunuh tumor.

Selain itu, kemoterapi juga dapat dilakukan apabila opsi operasi tidak bisa dilakukan. Kemoterapi juga dilakukan setelah operasi untuk membersihkan sel-sel kanker.

Operasi

Jalan operasi ditempuh dokter saat tumor tidak terkendali. Operasi pada kanker pankreas pun memiliki beberapa jenis, yaitu operasi whipple, pancreatectomy total, serta pancreatectomy distal.

Berikut adalah penjelasannya:

  • Operasi Whipple

Dalam pembedahan ini, dokter akan mengangkat kepala pankreas serta bagian pertama usus kecil, kantong empedu dan salurannya serta sebagian dari lambung.

Operasi ini membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk pemulihan daripada operasi pankreas total. Beberapa saat setelah operasi pasien akan membutuhkan terapi enzim agar dapat mencerna makanan.

  • Operasi Pancreatectomy Total

Sesuai namanya, dalam operasi ini pankreas akan diangkat seluruhnya. Pasien membutuhkan enzim tambahan untuk membantu mencerna makanan. Karena pankreas diangkat, pasien berisiko mengalami diabetes karena pankreas adalah tempat produksi insulin.

Pasien harus mendapat suntikan insulin seumur hidup. Juga antibiotik dan vaksinasi rutin untuk mencegah infeksi dan penggumpalan darah.

  • Operasi Pancreatectomy Distal

Dalam operasi ini, kepala pankreas tidak diganggu gugat. Hanya tubuh dan ekornya yang diangkat.

Baca Juga: 10 Jenis Kanker yang Paling Umum Terjadi pada Pria

Cara Mencegah Vipoma

Mencegah vipoma adalah dengan cara menjaga kesehatan pankreas. Organ tubuh ini sangat penting dalam proses metabolisme karena berfungsi memproduksi beberapa jenis hormon di antaranya insulin.

Cara menjaga kesehatan pankreas, di antaranya:

  • Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi.
  • Berhenti memakan makanan cepat saji, terutama jika usia telah mencapai angka 30 tahun ke atas.
  • Batasi konsumsi kafein dan gula.
  • Jangan makan larut malam terutama makanan tinggi kalori dan karbohidrat. Pankreas telah bekerja keras sepanjang hari dan butuh istirahat di malam hari.
  • Perbanyak makan buah dan sayur terutama sayuran persilangan seperti brokoli, kale, pokcoy, lobak, dan arugula.
  • Ganti lemak jenuh dengan lemak baik misalnya minyak zaitun atau lemak dari alpukat.
  • Rutin berolahraga agar metabolisme dan proses pembuangan racun tubuh lebih lancar.

Walaupun vipoma adalah jenis kanker yang langka, namun tetap tidak boleh diabaikan begitu saja. Menjaga kesehatan pankreas sejak dini akan sangat bermanfaat mencegah vipoma serta berbagai penyakit lainnya.

 

  1. National Center for Advancing Translational Sciences. 2021. VIPoma. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/5493/vipoma. (Diakses pada 16 Desember 2021).
  2. Nguyen, Minhhuyen. 2021. Vipoma. https://www.msdmanuals.com/professional/gastrointestinal-disorders/tumors-of-the-gastrointestinal-tract/vipoma. (Diakses pada 16 Desember 2021).
  3. Sandhu, Sartaj dan Ishwarlal Jialal. 2021. ViPoma. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507698/. (Diakses pada 16 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi