Terbit: 24 October 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Heat exhaustion adalah kelelahan ekstrem akibat suhu yang sangat panas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan permanen pada otak. Selengkapnya simak gejala, penyebab, hingga pengobatannya di bawah ini!

Heat Exhaustion: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa itu Heat Exhaustion?

Heat exhaustion adalah respons tubuh terhadap kehilangan cairan dan garam yang berlebihan, biasanya melalui keringat. Kondisi ini paling mungkin terjadi pada orang tua, penderita hipertensi, dan seseorang yang bekerja di lingkungan yang panas.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat kondisi ini dapat berkembang menjadi heatstroke dan bisa mengancam nyawa.

Gejala Heat Exhaustion

Tanda dan gejala heat exhaustion yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Kulit dingin dan lembap disertai merinding saat kepanasan.
  • Keringat berlebih.
  • Pingsan.
  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Kulit pucat.
  • Denyut nadi lemah dan cepat.
  • Kram otot atau perut.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi) saat berdiri.
  • Kram otot.
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Urine berwarna gelap.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Apabila mengalami kelelahan akibat suhu yang sangat panas, lakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Menghentikan semua aktivitas dan segera istirahat.
  • Pindah ke tempat yang lebih sejuk.
  • Minum air dingin atau minuman olahraga.

Namun, jika langkah tersebut tidak meredakan gejala atau jika tidak membaik dalam satu jam, segera dapatkan penanganan dari tenaga medis.

Penyebab Heat Exhaustion

Tubuh mengeluarkan keringat bertujuan untuk mendinginkan kulit dan berfungsi seperti penyejuk udara. Saat Anda aktif secara fisik—terutama di cuaca panas—tubuh bekerja keras untuk mengatur suhu inti.

Heat exhaustion terjadi ketika suhu tubuh naik terlalu tinggi dan tubuh tidak mampu mendinginkannya.

Selama menjalani aktivitas fisik, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. Elektrolit adalah mineral (natrium dan kalium) yang membantu tubuh bekerja sebagaimana mestinya.

Jika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan natrium dan tidak menggantinya, kemungkinan tubuh akan mengalami dehidrasi. Tubuh yang mengalami dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan karena panas.

Faktor Risiko

Terdapat banyak faktor yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami heat exhaustion, antara lain:

  • Kelembapan tinggi, biasanya lebih dari 60 persen.
  • Gangguan hati atau ginjal.
  • Pekerjaan fisik yang intens dan berat.
  • Kondisi mendasar yang meningkatkan risiko dehidrasi, termasuk diabetes atau hiperglikemia.
  • Cedera di mana sebagian tubuh tertekan atau terjepit benda berat (crush injury).
  • Penyalahgunaan narkoba.
  • Peminum alkohol berat atau jangka panjang.
  • Merokok.
  • Kelebihan berat badan.
  • Obat-obatan tertentu, terutama yang meningkatkan risiko dehidrasi seperti obat-obatan untuk depresi, insomnia, alergi, dan sirkulasi yang buruk.
  • Hipertensi.
  • Penyakit jantung.
  • Berusia di bawah 4 tahun atau di atas 65 tahun.

Baca Juga: Sindrom Kelelahan Kronis: Ciri-Ciri, Penyebab, Pengobatan, dll

Diagnosis Heat Exhaustion

Petugas medis mungkin mengukur suhu rektal Anda untuk memastikan diagnosis dan mengesampingkan heatstroke. Jika dokter menduga kondisi telah berkembang menjadi heatstroke, beberapa tes tambahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Tes darah untuk memeriksa natrium, kalium, dan kandungan gas dalam darah.
  • Tes urine untuk memeriksa konsentrasi dan komposisi urine serta untuk memeriksa fungsi ginjal.
  • Tes fungsi otot untuk memeriksa rhabdomyolysis, merupakan kerusakan serius pada jaringan otot.
  • Sinar-X dan pencitraan lainnya yang bertujuan untuk memeriksa kerusakan pada organ dalam.

Pengobatan Heat Exhaustion

Langkah pertama yang harus dilakukan jika Anda mengalami hal ini adalah berhenti melakukan semua aktivitas fisik dan segera minum cairan sesegera mungkin.

Selain itu, berikut ini tips mengatasi keadaan ini, antara lain:

  • Mendinginkan tubuh: Sesegera mungkin pergi ke tempat yang teduh dan sejuk. Bisa perlu mandi air dingin atau duduk di ruangan ber-AC. Anda juga bisa menggunakan kompres dingin dan meletakkannya di dahi atau bagian belakang leher.
  • Minum: Jangan minum terlalu banyak dan terlalu cepat. Hindari minuman berkafein.
  • Istirahat: Berhenti melakukan semua aktivitas fisik seperti duduk atau berbaring agar tubuh bisa beristirahat.
  • Dapatkan pertolongan medis: Jika gejala tidak segera membaik setelah sekitar satu jam istirahat dan minum, segera ke IGD untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Komplikasi Heat Exhaustion

Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan heatstroke, kondisi yang mengancam jiwa akibat suhu inti tubuh mencapai 40 Celsius atau lebih tinggi.

Heatstroke membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin untuk mencegah kerusakan permanen pada otak dan organ vital lainnya.

Heat exhaustion juga berpotensi menyebabkan komplikasi lain, termasuk:

  • Cedera ginjal berat.
  • Rhabdomyolysis, sindrom yang dapat menyebabkan gagal ginjal, detak jantung tidak teratur, nyeri otot, dan muntah.
  • Gagal hati.
  • Aritmia atau detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Delirium atau koma.

Baca Juga: 10 Penyebab Berkeringat saat Tidur yang Mengindikasikan Penyakit!

Pencegahan Heat Exhaustion

Apabila suhu tubuh mulai naik, sebaiknya ambil sejumlah tindakan pencegahan untuk mencegah kelelahan akibat panas dan kondisi terkait panas lainnya. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi minuman dingin, terutama jika aktif atau berolahraga.
  • Mengenakan pakaian longgar berwarna terang.
  • Menghindari sinar matahari antara jam 11 pagi dan 3 sore.
  • Hindari olahraga ekstrem.
  • Tutup gorden dan jendela jika suhu di luar ruangan sangat panas dan matikan peralatan elektronik memaparkan panas.

Langkah pencegahan ini penting dilakukan bagi anak-anak, lansia, dan seseorang yang memiliki penyakit kronis.

 

  1. Anonim. 2021. Heat exhaustion. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-exhaustion/symptoms-causes/syc-20373250. (Diakses pada 24 Oktober 2022)
  2. Ansorge, Rick. 2020. Heat Exhaustion. https://www.webmd.com/fitness-exercise/heat-exhaustion. (Diakses pada 24 Oktober 2022)
  3. Anonim. 2022. Heat exhaustion and heatstroke. https://www.nhs.uk/conditions/heat-exhaustion-heatstroke/. (Diakses pada 24 Oktober 2022)
  4. Huizen, Jennifer. 2018. What is heat exhaustion?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319570. (Diakses pada 24 Oktober 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi