Terbit: 15 August 2022 | Diperbarui: 22 August 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Sifilis di mulut adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang menyerang rongga mulut. Gejala penyakit ini terkadang sulit dikenali karena mirip jerawat, jadi penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Selengkapnya kenali ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengobatinya dalam penjelasan berikut ini!

Penyebab Sifilis Berkembang di Mulut dan Cara Mengobatinya

Apa itu Sifilis di Mulut?

Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat menyebar melalui kontak fisik, seperti melalui hubungan seksual; baik seks vaginal, anal, maupun mulut.

Sifilis di mulut adalah ketika gejala seperti luka dan lesi terjadi di sekitar mulut dan rongga mulut, dan sering kali tidak menyebabkan rasa sakit. Sifilis ini biasanya menyebar selama seks oral, di mana bakteri masuk ke luka di bibir atau lapisan mulut.

Awalnya, sifilis di mulut sulit dikenali karena lukanya sangat mirip dengan jerawat atau kondisi kulit lainnya. Namun, apabila Anda aktif secara seksual dan memiliki lebih dari satu pasangan seks, maka sakit mulut jangan dianggap sepele.

Gejala Sifilis di Mulut

Gejala dari berbagai stadium atau tahap sifilis terkadang tumpang tindih. Tidak semua orang mengalami gejala dalam urutan yang sama atau pada waktu yang sama.

Berikut ini gejala sipilis yang paling umum berdasarkan stadium, di antaranya:

1. Sifilis primer

Chancre (lesi kecil tidak nyeri) yang muncul di beberapa bagian tubuh, termasuk:

  • Mulut.
  • Bibir.
  • Lidah.

2. Sifilis sekunder

Gejala yang timbul pada seseorang dengan sifilis oral selama tahap kedua, meliputi:

  • Ruam di telapak tangan, bagian bawah kaki, atau di seluruh batang tubuh.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam.
  • Luka besar dan menonjol pada selaput lendir, seperti gusi atau lidah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan berat badan.

3. Laten

Tahap laten sifilis tidak menimbulkan gejala sama sekali, tetapi jika berkembang ke tahap tersier, lesi sel kulit mati dapat muncul di langit-langit mulut.

4. Sifilis tersier

Kebanyakan orang dengan sifilis yang tidak diobati tidak berkembang menjadi sifilis tersier. Namun, ketika itu terjadi, hal ini dapat mempengaruhi banyak sistem organ yang berbeda. Ini termasuk jantung dan pembuluh darah, dan otak dan sistem saraf.

Sifilis tersier sangat serius dan akan terjadi 10–30 tahun setelah infeksi pertama. Pada sifilis tersier, penyakit ini merusak organ dalam dan dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga: Penyakit Sifilis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Penyebab Sifilis di Mulut

Sifilis di mulut disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini bisa menyebar melalui kontak seksual atau melalui kontak dekat seperti berciuman, di mana bakteri tersebut menular melalui tetesan air liur.

Luka sifilis sangat menular sehingga mudah menyebar dan bakteri dapat beradaptasi dengan mulut serta menyebar dengan cepat karena kelembapannya yang menjadi tempat ideal.

Namun, sifilis oral melalui ciuman jarang terjadi, dan bakteri tidak dapat menyebar melalui berbagi peralatan makan atau gelas minum.

Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui luka pada tubuh. Jika bakteri ini masuk ke dalam luka di dalam mulut, maka terbentuklah sifilis di mulut.

Baca Juga: Neurosifilis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pengertian

Cara Mengobati Sifilis di Mulut

Apabila sifilis terdeteksi pada tahap awal, penyakit menular seksual ini bisa dengan mudah diobati. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik benzatin penisilin G untuk sifilis oral.

Jika kondisi berkembang menjadi tahap primer atau sekunder, maka metode pengobatannya termasuk satu suntikan antibiotik. Sedangkan untuk tahap tersier; di mana bakteri jauh lebih jauh di dalam tubuh, dosis antibiotik mungkin akan sama tetapi memerlukan beberapa suntikan.

Perlu diketahui, sangat penting untuk menyelesaikan semua rangkaian pengobatan sepenuhnya seperti yang diresepkan oleh dokter. Jika tidak diobati pada tahap awal, sariawan dan gejala lainnya akan hilang dalam beberapa minggu, namun tidak berarti sembuh dari sifilis oral.

Bakteri yang masih aktif di dalam tubuh dapat mengakibatkan gejala tambahan yang mungkin muncul kemudian hari.

Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan kontak seksual dengan pasangan sampai luka di mulut benar-benar sembuh. Dokter mungkin merekomendasikan untuk melakukan tes sifilis setiap 6 bulan selama satu tahun untuk memastikan bahwa pasien telah sembuh sepenuhnya.

Sifilis oral yang tidak diobati berisiko mengalami kerusakan parah jangka panjang pada organ tubuh, seperti jantung dan otak. Akibatnya bisa fatal, beberapa orang bisa kehilangan nyawa melawan sifilis.

 

  1. Anonim. Oral Syphilis Signs and Symptoms | Syphilis Stages, Treatment and Testing Cost. https://www.dxsaver.com/oral-syphilis/. (Diakses pada 11 Agustus 2022)
  2. Bottaro, Angelica. 2022. How to Know If You Have Oral Syphilis. https://www.verywellhealth.com/oral-syphilis-5271673. (Diakses pada 11 Agustus 2022)
  3. Holland, Kimberly. 2020. What Causes Oral Syphilis and How Do You Treat It?. https://www.healthline.com/health/syphilis-mouth. (Diakses pada 11 Agustus 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi