Terbit: 26 Januari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Efek nocebo adalah efek samping pengobatan yang dipengaruhi oleh diri sendiri atau sugesti, salah satunya dikaitkan dengan efek samping vaksin COVID-19. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasannya di bawah ini!

Nocebo, Gejala Efek Samping COVID-19 karena Pengaruh Sugesti

Apa Itu Nocebo Effect?

Efek nocebo adalah kebalikan dari efek plasebo. Plasebo adalah obat atau prosedur yang tampaknya perawatan medis sebenarnya tetapi bukan. Contoh umum obat ini adalah pil gula atau injeksi saline. Plasebo benar-benar akan membuat pasien merasa lebih baik.

Sementara nocebo menggambarkan kondisi di mana hasil negatif terjadi karena keyakinan atau sugesti bahwa pengobatan akan memberikan dampak negatif.

Untuk efek negatif dari obat-obatan, nocebo menunjukkan bahwa pasien lebih mungkin mengalami efek samping jika mereka mengharapkan atau khawatir tentang efek sampingnya. Efek samping dapat dialami secara fisik oleh pasien dan biasanya dapat didiagnosis secara klinis.

Beberapa ahli menyatakan bahwa nocebo effect mungkin memiliki efek yang lebih besar pada hasil klinis daripada efek plasebo, karena persepsi negatif terbentuk jauh lebih cepat daripada persepsi positif.

Sederhananya, ketika seseorang baru saja mendapatkan vaksin COVID-19 dan mengalami gejala efek samping. Dalam nocebo yang melibatkan sugesti, keluhan efek samping terjadi setelah diberi tahu bahwa vaksin tersebut dapat menimbulkan beberapa efek samping, misalnya demam, sakit kepala, atau kelelahan.

Baca Juga: Efek Samping Vaksin COVID-19 yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Penelitian Terkait Nocebo dan Harapan

Peserta yang menerima vaksin COVID-19 yang sebenarnya, 76% efek samping sistemik setelah vaksinasi pertama disebabkan oleh respons nocebo daripada vaksin itu sendiri.

Dr Julia Haas, peneliti dari program studi plasebo di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC), memimpin penelitian. Dr. Haas menjelaskan secara terperinci tentang bagaimana mencapai angka 76% dan mengapa mereka menganggap efek samping seperti itu sebagai nocebo.

Peneliti berasumsi bahwa semua efek yang cenderung pada gejala yang tidak menyenangkan setelah pengobatan plasebo juga terlihat ketika pasien mendapatkan vaksin yang sebenarnya.

Peneliti menemukan bahwa 35% penerima plasebo melaporkan efek samping sistemik, yaitu gejala seperti sakit kepala atau kelelahan.

Jumlah tersebut tiga perempat lebih tinggi dari jumlah penerima vaksin dengan gejala seperti itu, 46% melaporkan efek samping sistemik. Ini berarti tiga perempat dari gejala sistemik yang dialami penerima vaksin bukan karena vaksin itu sendiri tetapi juga terjadi jika mereka menerima plasebo. Ini merupakan respons nocebo.

Menurut Dr. Smith, tingginya jumlah respons efek samping yang ditemukan dalam penelitian ini sama sekali tidak mengejutkan. Sudah diketahui bahwa harapan membantu secara signifikan terhadap respons plasebo dan nocebo dalam uji klinis.

Semetara untuk vaksin dosis kedua, efek samping yang dilaporkan naik dari 46% menjadi 61%, sedangkan efek samping untuk penerima plasebo menurun dari 35% menjadi 32%.

Asumsinya, bahwa peningkatan jumlah penerima vaksin mungkin berhubungan dengan pengalaman peserta dengan efek samping setelah suntikan vaksin pertama.

Baca Juga: Efek Samping Vaksin COVID-19 pada Anak usia 6-11 Tahun

Gejala Nocebo Effect

Efek samping bisa berbeda-beda pada setiap pasien, tidak dapat dikaitkan dengan aktivitas farmakologis obat, dan tidak tergantung pada dosis.

Gejala efek nocebo yang mungkin sering terjadi, berikut di antaranya:

  • Kantuk
  • Pusing
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Insomnia
  • Kelelahan
  • Gatal
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Kehilangan nafsu makan

Penting untuk dicatat bahwa efek samping ini unik untuk individu dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin COVID-19 Paling Efektif

Faktor yang Menimbulkan Efek Nocebo

Penjelasan yang tepat untuk efek samping ini tidak dipahami dengan baik, tetapi para peneliti telah menemukan bahwa beberapa faktor telah memengaruhi seberapa besar kemungkinan efek ini terjadi. Berikut ini beberapa faktornya:

  • Bagaimana dokter dan perawat berbicara tentang efek pengobatan. Pendapat yang mengungkapkan ketidakpastian, menggunakan slogan teknis, pernyataan ambigu, dan menekankan hal negatif adalah semua praktik yang bisa meningkatkan efek nocebo.
  • Biaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa biaya untuk pengobatan bisa memengaruhi persepsi seseorang tentang seberapa efektifnya obat.
  • Harapan pasien. Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya memberitahukan bahwa obat yang akan diberikan dapat menyebabkan efek samping, bahkan jika obat tersebut tidak benar-benar diberikan.
  • Pengalaman masa lalu dengan pengobatan. Orang yang memiliki efek samping negatif di masa lalu dari perawatan serupa, mungkin berharap bahwa pengobatan di masa depan akan memiliki efek samping negatif yang sama.

Itulah penjelasan tentang nocebo effect yang perlu Anda ketahui, terutama bagi Anda yang telah mendapatkan vaksin COVID-19. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Berman, Robby. 2022. COVID-19 vaccines: 76% of reported side effects may be due to ‘nocebo’ effect. https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-vaccine-76-of-reported-side-effects-may-be-due-to-nocebo-effect (Diakses pada 26 Januari 2022)
  2. Beusekom, Mary V. 2022. Most side effects noted in COVID vaccine trials may be due to ‘nocebo effect’. https://www.cidrap.umn.edu/news-perspective/2022/01/most-side-effects-noted-covid-vaccine-trials-may-be-due-nocebo-effect (Diakses pada 26 Januari 2022)
  3. Cherry, Kendra. 2020. What Is the Nocebo Effect?. https://www.verywellmind.com/nocebo-effect-4796628 (Diakses pada 26 Januari 2022)
  4. Mitchell, Jacqueline. 2022. Power of Placebo. https://hms.harvard.edu/news/power-placebo#:~:text=In%20a%20new%20meta%2Danalysis,those%20who%20received%20a%20placebo (Diakses pada 26 Januari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi