Terbit: 1 Juli 2021 | Diperbarui: 27 Oktober 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19 yang ringan bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah. Pengobatan ini bisa dengan cara alami maupun medis. Selengkapnya simak penjelasan tentang gejala vaksin, pengobatan, hingga pencegahan setelah vaksin!

7 Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin COVID-19 Paling Efektif

Gejala Vaksin COVID-19

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) merupakan efek samping vaksin yang terjadi setelah vaksinasi COVID-19. Namun, KIPI seringkali adalah KIPI ringan yang masih wajar terjadi sebagai bagian dari respons imun, meliputi:

  • Sakit, kemerahan, dan pembengkakan di lengan bekas suntikan.
  • Kelelahan atau terasa mengantuk terus menerus.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Panas dingin.
  • Demam.
  • Mual.

Jika mengalami KIPI berat seperti reaksi alergi yang parah atau segera setelah mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19, Anda sebaiknya tidak mendapatkan dosis kedua dari salah satu vaksin COVID-19 dan berkonsultasilah dengan dokter tentang mendapatkan jenis vaksin yang berbeda setelah reaksi alergi.

Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 dapat membantu melindungi Anda dari tertular COVID-19. Anda mungkin akan mengalami beberapa efek samping, yang merupakan tanda normal bahwa tubuh sedang membangun antibodi atau perlindungan. Efek samping ini dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi akan hilang dalam beberapa hari.

Berikut ini beberapa cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19:

1. Obat Pereda Nyeri

Meskipun CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pencegahan dengan penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminophen, ibuprofen, aspirin, atau antihistamin, tetapi mereka mengizinkan mengonsumsinya jika gejala berkembang setelah suntikan vaksin.

Anda dapat menggunakan obat-obatan tersebut untuk meredakan efek samping  setelah vaksin  jika Anda tidak memiliki alasan medis lain yang mencegah mengonsumsi obat-obatan ini secara normal.

Perlu Anda ingat! Anda tidak disarankan meminum obat-obatan ini sebelum vaksin untuk tujuan mencoba mencegah efek samping.

Baca Juga: 10 Gejala Virus Corona Varian Baru yang Perlu Anda Kenali!

2. Kompres Dingin

Es adalah pengobatan yang bagus untuk pembengkakan sekaligus meredakan rasa sakit. Pengobatan ini sering kali terlewat atau terlupakan, padahal kompres es adalah terapi yang mudah  dan tidak menimbulkan interaksi dengan obat apa pun yang sudah Anda konsumsi.

Caranya cukup mudah, siapkan air dingin dalam baskom, celupkan lap bersih, peras sedikit, dan kemudian terapkan pada lengan tempat bekas suntikan yang membengkak dan terasa nyeri. Lakukan cara ini sampai pembengkakan dan nyeri benar-benar hilang.

3. Mandi Garam Epsom

Jika benar-benar merasa sakit atau jika mengalami nyeri di tubuh secara umum, cobalah mandi garam Epsom. Cara mengatasi efek samping vaksin COVID ke 2 cukup mudah, ambilah 2 cangkir garam Epsom, campurkan ke dalam bak air yang hangat hingga larut, dan kemudian berendam selama 20 menit. Langkah selanjutnya mandi air dingin dan kemudian kembali istirahat di tempat tidur.

4. Latihan Lengan

Nyeri otot di tubuh berasal dari peradangan lokal, yakni pada bekas suntikan vaksin. Dr. Richard Pan, dokter anak dan Senator Negara Bagian California yang mengetuai Komite Kesehatan Senat, menjelaskan bahwa menggerakkan lengan terkadang bisa membuatnya merasa lebih baik.

5. Minum Cairan yang Banyak

CDC merekomendasikan perbanyak minum cairan sebagai cara untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam. Guna membantu mengatasi mual, penting untuk tubuh terhidrasi dengan baik pada hari-hari sebelum mendapatkan vaksin juga.

Jika mual sangat parah, cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19 sebaiknya meminum teh jahe atau menyeduh jahe segar yang telah diiris atau diparut dengan air panas.

6. Istirahat

Meskipun dokter menyarankan Anda untuk istirahat untuk membantu pemulihan, tetapi jangan terlalu berlebihan. Dokter juga mendorong Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, karena untuk menjaga sistem kardiovaskular sebaik mungkin.

7. Mengatasi Kemerahan

Jika mengalami kemerahan di tempat bekas suntikan, jangan khawatir. Kemerahan di sekitar tempat suntikan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kemerahan disertai rasa gatal yang benar-benar mengganggu, dokter mungkin akan menganjurkan untuk mengonsumsi Benadryl. Ini sebagai salah satu cara menghilangkan efek samping vaksin COVID-19 yang cukup efektif.

Baca Juga: Mengenal 8 Jenis Vaksin COVID-19 dan Efikasinya

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika memiliki efek samping yang bertambah parah secara signifikan. Hal ini mungkin melibatkan kelembutan yang ekstrem, nyeri, atau kemerahan di tempat suntikan. Juga, segera ke dokter jika ada efek samping yang bertahan lebih lama dari beberapa hari.

Siapa pun yang mungkin mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin harus mendapatkan pertolongan darurat medis. Reaksi ini dapat menyebabkan anafilaksis (reaksi alergi berat yang berpotensi mengancam nyawa) dan mungkin menyebabkan kesulitan bernapas, tenggorokan tertutup, pembengkakan di wajah, dan gatal-gatal.

Reaksi terhadap vaksin ini sangat jarang, dan anafilaksis terjadi pada 2-5 dari setiap 1 juta orang yang menerima vaksin COVID-19.

Anafilaksis terhadap vaksin cenderung terjadi dengan cepat. Setelah mendapatkan dosis vaksin, dokter akan memantau kondisi kesehatan pasien selama sekitar 15 menit. Hal ini untuk memastikan bahwa jika reaksi alergi terjadi, dokter siap sedia dan siap dengan perawatan.

Berapa Lama KIPI Vaksinasi COVID-19 Berlangsung?

KIPI sebagai Efek samping dari vaksin COVID-19 biasanya hanya bertahan selama beberapa hari. Jika efek samping ini bertahan lebih lama, segera hubungi dokter. Kementerian Kesehatan sendiri mengemukakan bahwa KIPI bisa terjadi dalam rentang waktu paling lambat 30 hari sejak vaksinasi. Jika ada kejadian KIPI, dokter atau instansi kesehatan yang memvaksin wajib melaporkan ke Dinas Kesehatan setempat agar didata dan mendapatkan tata laksana yang tepat.

Beberapa efek samping, seperti demam, kedinginan, dan kelelahan, juga merupakan gejala COVID-19. Seseorang mungkin dapat terinfeksi SARS-CoV-2 tepat sebelum atau setelah menerima vaksin, yaitu  sebelum tubuh memiliki waktu untuk memproduksi antibodi yang tepat dan membangun kekebalan tubuh.

Penting untuk Anda ingat bahwa tidak ada vaksin yang dapat menyebabkan COVID-19, karena tidak ada vaksin yang mengandung virus SARS-CoV-2 secara keseluruhan. Siapa pun yang mengembangkan COVID-19 setelah menerima vaksin, kemungkinan terkena virus sebelum dapat membangun kekebalan tubuh yang cukup.

Namun, setelah vaksinasi COVID-19, kita tetap bisa terkena COVID-19 jika tidak melakukan protokol kesehatan yang sebagaimana kita ketahui, Covid-19 menular melalui droplet atau aerosol yang hinggap di saluran napas, sedangkan vaksinasi adalah pemberian kekebalan tubuh dengan penyuntikan di otot.

Jika efek samping vaksin yang menyerupai gejala COVID-19 tetap bertahan, sebaiknya lakukan tes swab PCR COVID-19 dan memeriksakan diri ke dokter setempat. Jika bergejala ringan dan tidak ada sesak, maka Anda bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Langkah Pencegahan Setelah Vaksin COVID-19

Setelah mendapatkan vaksin, itu berarti tubuh Anda segera mendapatkan perlindungan dari virus. Baik vaksin Sinovac, Sinopharm, Pfizer-BioNTech dan Moderna memerlukan dua kali dosis pemberian per pasien agar vaksin dapat efektif. . Dosis Pfizer-BioNTech pertama lebih dari 50% efektif dalam mencegah COVID-19, dan dosis kedua meningkatkan perlindungan tersebut hingga sekitar 95%. Begitu pula dengan vaksinasi Sinovac.

Memerlukan waktu berminggu-minggu bagi tubuh seseorang untuk membangun kekebalan tubuh setelah mendapatkan vaksin. Hal ini karena vaksin tidak 100% atau langsung efektif.

Oleh karena itu, tetap lakukan langkah-langkah pencegahan, seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan. Cara ini untuk membantu mengurangi risiko tertular semua jenis virus Corona, serta penyakit pernapasan lainnya.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. What to Do if You Have an Allergic Reaction After Getting A COVID-19 Vaccine. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety/allergic-reaction.html (Diakses pada 1 Juli 2021)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Tips to reduce side effects after getting the COVID-19 vaccine. https://www.ynhhs.org/patient-care/covid-19/Vaccine/Tips-to-reduce-side-effects (Diakses pada 1 Juli 2021)
  3. Amos, Audrey. 2021. COVID-19 vaccine: What to do about side effects. https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-vaccine-what-to-do-about-side-effects (Diakses pada 1 Juli 2021)
  4. Moniuszko, Sara M.2021. Got a COVID-19 vaccine? Here’s how to treat the side effects, including pain, swelling and more. https://www.usatoday.com/story/life/health-wellness/2021/02/04/covid-vaccine-side-effects-how-treat-pain-swelling-symptoms/4335822001/ (Diakses pada 1 Juli 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi