Terbit: 15 Maret 2022 | Diperbarui: 17 Maret 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pernahkan Anda mendengar kabar bahwa makan kacang bikin jerawatan? Kabar ini sudah menyebar luas di masyarakat dan membuat sebagian orang menghindari makan kacang. Lantas, apakah benar kacang menimbulkan jerawat? Yuk, cek faktanya di bawah ini!

Makan Kacang Bikin Kulit Wajah Jerawatan, Mitos atau Fakta?

Benarkah Makan Kacang Bikin Jerawatan?

Kacang tanah sering kali disebut-sebut sebagai makanan yang dihindari oleh sebagian orang. Mereka menganggap ada hubungan antara kemunculan jerawat dan makan kacang.

Menurut dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) faktanya bahwa makan kacang bikin jerawatan hanyalah mitos.

Menurutnya tidak ada hubungan langsung antara jerawat dengan makanan yang dikonsumsi seseorang, dalam hal ini kacang tanah.

“Memang dalam penelitian jangka panjang ada yang mengatakan tidak boleh makan ini dan itu, tapi sebenarnya tidak berhubungan langsung. Tidak seperti alergi obat atau makanan. Misal hari ini makan kacang atau seafood setengah jam lagi wajahnya bengkak seperti alergi makanan,” ujarnya dr Anthony Handoko.

Senada dengan sebuah riset dari American Academy of Dermatology yang menyatakan bahwa kacang bisa menimbulkan jerawat hanyalah mitos dan tidak benar.

Membahas tentang penyebab jerawat maka ada lebih dari satu, berikut di antaranya:

  • Peradangan.
  • Produksi kelenjar minyak sebum yang berlebihan.
  • Ketidakseimbangan hormon.
  • Penyumbatan pada kelenjar minyak di kulit tubuh.

Pada akhirnya, jika ada yang bertanya mengenai mitos atau fakta makan kacang bikin jerawatan, jawabannya adalah mitos.

Hormon dan Jerawat

Kacang mengandung nutrisi makanan yang memengaruhi bagaimana tubuh memproduksi hormon yang memicu jerawat. Jadi, meskipun kacang tidak secara langsung menyebabkan jerawat, kacang memengaruhi kadar hormon dan terkadang memicu jerawat.

Jerawat dapat disebabkan oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri. Kelebihan minyak dan sel kulit mati disebabkan oleh aktivitas kelenjar minyak yang tidak teratur.

Oleh karena itu, apa pun yang dapat membuat tubuh menghasilkan minyak berlebih atau memengaruhi aktivitas hormonal, hal tersebut dapat menyebabkan jerawat.

Namun, tidak semua kacang dapat memicu jerawat. Terdapat kacang-kacangan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Pada umumnya, kacang kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, yang merupakan asam lemak esensial (EFA). Asam lemak ini adalah nutrisi penting bagi tubuh.

Asam lemak omega-3 bersifat antiinflamasi, sedangkan asam omega-6 bersifat inflamasi. Tubuh membutuhkan asam lemak omega-6 untuk dapat mempertahankan penampilan kulit yang bening dan sehat, tetapi jangan terlalu banyak.

Baca Juga: 13 Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasinya

Selain itu, kacang memerlukan waktu yang sangat lama untuk dicerna, sehingga proses pencernaan menyebabkan tingginya kadar glukosa darah.

Peningkatan kadar glukosa darah membuat tubuh merespons dengan melepaskan insulin. Insulin dapat memicu peningkatan kadar androgen, yang pada gilirannya memicu peningkatan produksi sebum oleh kelenjar sebaceous di kulit.

Guna membantu mengurangi waktu dalam mencerna kacang, Anda bisa merendamnya dalam air, sehingga ketika dikunyah sudah empuk. Memanggang kacang sebelum dikonsumsi juga membantu mengurangi protein dan mengurangi waktu pencernaan.

Asam lemak omega-3 adalah asam lemak yang baik, sedangkan asam lemak omega-6 buruk bagi jerawat. Setiap jenis kacang memiliki kadar asam lemak esensial yang berbeda-beda. Beberapa jenis ada yang mengandung banyak omega-6, sehingga jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak hal tersebut dapat menyebabkan jerawat

Jadi, perlu digarisbawahi bahwa makanan yang dikonsumsi tidak secara langsung memengaruhi atau menyebabkan jerawat. Akan tetapi selama atau setelah pencernaan, makanan dapat menghasilkan zat mirip hormon yang dapat menjadi penyebab peningkatan produksi sebum.

Mengenali Kacang yang Aman dan Memicu bagi Jerawat

Terlepas fakta atau mitos makan kacang bikin jerawatan, pada dasarnya kacang-kacangan sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung serat dan protein esensial. Meski begitu, kacang juga bisa menyebabkan sejumlah masalah.

Berikut ini kacang yang tidak menyebabkan jerawat:

  • Kenari.
  • Kacang pistachio.
  • Kacang Brazil.
  • Kacang almond.
  • Kacang mete.

Kacang-kacangan ini adalah sumber nutrisi dengan jumlah asam lemak omega-3 yang sehat untuk membantu mengelola jerawat.

Baca Juga: Jerawat Hormonal: Ciri-Ciri, Penyebab, Cara Mengobati, dll

Sementara kacang yang sangat tinggi asam lemak omega-6 sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk jerawat, di antaranya:

  • Kacang hazel (hazel nut).
  • Kacang pecan.
  • Biji rami.

Asam lemak omega-6 bersifat inflamasi dan secara medis dikaitkan dengan obesitas. Asam lemak ini juga dikenal tidak sehat untuk penderita arthritis. Meski begitu, asam lemak yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh ini membuat seseorang tidak merasa lapar

Namun, untuk menjaga pola makan yang seimbang dan sehat, asupan asam lemak omega-6 harus minimal dan diimbangi dengan asam lemak omega-3.

 

  1. Anonim. 2022. Eating Nuts Makes Pimples! Is it true that the appearance of acne has something to do with food consumption?. https://www.world-today-news.com/eating-nuts-makes-pimples-is-it-true-that-the-appearance-of-acne-has-something-to-do-with-food-consumption/. (Diakses pada 15 Maret 2022)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. [DISINFORMASI] Makan Kacang Dapat Menyebabkan Jerawat. https://www.kominfo.go.id/content/detail/21152/disinformasi-makan-kacang-dapat-menyebabkan-jerawat/0/laporan_isu_hoaks. (Diakses pada 15 Maret 2022)
  3. Anonim. 2021. Can Nuts Cause Acne? What You Need To Know. https://thecuriousmillennial.com/can-nuts-cause-acne/. (Diakses pada 15 Maret 2022)
  4. Christy. 2018. Acne & Nuts. https://goseechristy.com/acne-nuts/. (Diakses pada 15 Maret 2022)
  5. Moore, Alex. 2022. Can Eating Nuts Cause Acne?. https://skincaregeeks.com/nuts-and-acne/. (Diakses pada 15 Maret 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi