Terbit: 19 Februari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mikroplastik adalah potongan plastik super kecil yang diduga tercemar di makanan laut, air minum, hingga kandungan garam. Cek di sini bahaya mikroplastik bagi manusia!

Waspada 6 Bahaya Mikroplastik bagi Tubuh dan Cara Mencegahnya!

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik didefinisikan sebagai potongan plastik berukuran kecil dengan panjang kurang dari 5 mm atau sekitar 0,2 inch. Mikroplastik dapat muncul sebagai residu pemakaian atau pembuatan produk, mulai dari kosmetik, pakaian sintetis, hingga kantong plastik dan botol.

Ukurannya yang kecil membuat banyak orang tak menyadari bahwa limbah mikroplastik dapat masuk dengan mudah ke lingkungan. Artikel kali ini akan membahas tentang bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia dan tips untuk mengurangi sampah mikroplastik.

Baca Juga: Tak Hanya Lingkungan, Sampah Plastik Juga Berbahaya bagi Manusia

Bahaya Mikroplastik bagi Tubuh Manusia

Selain karena ukurannya yang kecil dan sifatnya yang tidak mudah terurai, mikroplastik juga dinilai berbahaya sebab terdiri dari atom karbon dan hidrogen yang terikat bersama dalam suatu rantai polimer.

Tak hanya itu, ada pula bahan kimia berbahaya lain seperti phthalate, polybrominated diphenyl ethers (PBDE), dan tetrabromobisphenol A (TBBPA), yang terlepas dari plastik saat diuraikan oleh lingkungan.

Berikut ini merupakan beberapa bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia, antara lain:

1. Kerusakan sel

Bahaya mikroplastik yang pertama adalah kerusakan sel. Perlu diketahui bahwa saat ini mikroplastik telah menyebar dan mencemari seluruh permukaan bumi.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa setiap orang di muka bumi sudah pernah menghirup atau bahkan mengkonsumsi mikroplastik ini melalui makanan laut (seafood) yang telah tercemar, air minum, bahkan garam meja.

Dari hasil penelitian juga ditemukan bahwa konsumsi mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel pada tingkat tertentu yang berdampak pada perubahan hormon, kerusakan dinding sel, kematian sel, atau bahkan kerusakan organ tubuh dalam jangka panjang.

2. Menyebabkan reaksi alergi

Tak hanya kerusakan sel, peneliti juga menemukan fakta bahwa mikroplastik dapat menjadi faktor pemicu alergi. Tingkat keparahan alergi yang dialami oleh masing-masing orang akibat mengkonsumsi makanan maupun minuman yang tercemar mikroplastik mungkin berbeda-beda. Kendati demikian, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk menghindari hal tersebut.

3. Gangguan hormon

Mikroplastik yang tidak sengaja dikonsumsi dapat terbawa melalui aliran pembuluh darah hingga akhirnya terakumulasi dan tersebar ke seluruh tubuh. Selain itu, beberapa partikel mikroplastik berpotensi melarutkan bisphenol A dan phthalate yang dapat menyebabkan gangguan hormonal.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan bisphenol A dapat menurunkan tingkat kesuburan pada pria dan wanita. Sementara phthalate juga diketahui dapat menyebabkan gangguan hormonal, seperti penurunan kadar testosteron pada janin laki-laki.

4. Memicu kanker dan penyakit serius lainnya

Styrene merupakan jenis bahan kimia yang ditemukan dalam plastik dan umumnya digunakan sebagai kemasan makanan. Partikel mikroplastik yang dihasilkan dari proses penguraian styrene secara alami apabila tidak sengaja masuk dan terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti masalah sistem saraf, gangguan pendengaran, hingga kanker.

Selain styrene, ada pula polychlorinated biphenyl (PCB) yang apabila terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan fungsi sistem imun, gangguan reproduksi, kanker, dan sebagainya.

Baca Juga: 7 Arti Logo Daur Ulang Plastik Makanan yang Perlu Anda Kenali

5. Gangguan metabolisme

Selain gangguan hormon, mikroplastik juga dinilai berbahaya bagi tubuh sebab dapat menyebabkan gangguan pada sistem endokrin yang bertugas untuk mengatur berbagai fungsi tubuh melalui pelepasan hormon, salah satunya untuk metabolisme.

Ketika sistem endokrin terganggu, maka fungsi hormon yang dilepas juga akan terganggu. Akibatnya, tubuh akan mengalami pertambahan berat badan secara tiba-tiba.

6. Mempengaruhi perkembangan janin

Selain terakumulasi dalam tubuh, konsumsi mikroplastik secara tidak sengaja oleh ibu hamil juga dapat terbawa hingga melewati plasenta hingga akhirnya menyebar pada tubuh dan organ-organ janin yang sedang berkembang.

Parahnya, ada jenis mikroplastik tertentu seperti fire grade atau fire retardant  yang berdasarkan hasil penelitian dapat menyebabkan gangguan terhadap perkembangan otak janin serta mempengaruhi kecepatan perkembangan otak pada anak-anak.

Tips untuk Mengurangi Bahaya Mikroplastik

Menghindari mikroplastik merupakan hal yang sangat tidak mungkin untuk dilakukan. Kendati demikian, kita tetap bisa melakukan kontribusi untuk mengurangi bahayanya dengan cara berikut:

1. Kurangi penggunaan kemasan plastik

Tips untuk mengurangi bahaya mikroplastik secara signifikan adalah mengurangi penggunaan kemasan plastik pada makanan maupun minuman. Jika perlu, pilihlah wadah yang dapat digunakan kembali untuk mendukung kebijakan yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Misalnya, Anda bisa menggunakan botol minum alih-alih membeli air mineral dalam kemasan botol plastik, atau kalian juga bisa menggunakan tas belanja yang terbuat dari kertas atau kain alih-alih menggunakan kresek yang terbuat dari plastik.

2. Meminimalkan debu rumah tangga

Tips kedua untuk mengurangi bahaya mikroplastik ialah meminimalkan debu rumah tangga. Dikutip dari The Washington Post, debu rumah tangga umumnya mengandung berbagai partikel dan bahan kimia, termasuk phthalate, polyfluoroalkyl, dan fire retardant, yang termasuk dalam golongan mikroplastik.

Berbagai partikel tersebut apabila tidak dibersihkan dengan benar maka akan dapat meningkatkan risiko terpapar oleh mikroplastik. Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu membersihkan debu secara teratur dengan cara menyedot menggunakan vacuum cleaner.

Baca Juga: Bagaimana Ciri Lingkungan Kerja yang Sehat? Cek di Sini

3. Hindari memanaskan makanan dalam plastik

Penggunaan kemasan plastik pada makanan maupun minuman sangat berbahaya karena pada kondisi tertentu atau saat dipanaskan, bahan kimia yang terkandung pada plastik dapat larut pada makanan.

Oleh sebab itu, pastikan untuk mengeluarkan makanan dari kemasan plastik sebelum memanaskannya menggunakan microwave.

Yuk, mulailah kurangi bahaya mikroplastik dengan cara melakukan hal-hal sederhana agar kondisi alam tetap terjaga dan kesehatan tubuh terpelihara dengan baik.

 

  1. Rogers, Kara. microplastics. https://www.britannica.com/technology/microplastic. (Diakses pada 13 Februari 2022).
  2. The Guardian. 2021. Microplastics cause damage to human cells, study shows. https://www.theguardian.com/environment/2021/dec/08/microplastics-damage-human-cells-study-plastic. (Diakses pada 13 Februari 2022).
  3. Washington Post. 2019. You’re literally eating microplastics. How you can cut down exposure to them. https://www.washingtonpost.com/health/youre-literally-eating-microplastics-how-you-can-cut-down-exposure-to-them/2019/10/04/22ebdfb6-e17a-11e9-8dc8-498eabc129a0_story.html. (Diakses pada 13 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi